Ust. Bendri, Pakar Parenting Islami

Ustad Bendri

“Keteladanan mengambil porsi yang besar di dalam sebuah pendidikan. Mau bicara apapun orang tua, anak melihat. Maka apa yang dilihat lebih berkesan dari yang di dengar”. Kata-kata tersebut membuat saya jatuh hati dengan Ustad Bendri pakar parenting Islami. Dan bertambah satu lagi ustad yang akan saya kepoin kajiannya di Youtube. Remondasi sekali untuk para orang tua maupun calon orang tua (lirik para jomblo). Bahasa yang beliau sampaikan sederhana, lugas namun mengena hingga ke hati.

Berikut dibawah ini isi kajian Ust. Bendri di Islam Itu Indah 28 Januari 2018 yang saya lihat kemarin di Trans tv dan kajian beliau membuat saya ingin kepoin Instagram, twitter dan ceramahnya di Youtube.

Ibu memang madrasah pertama bagi anak. Tapi Ayah adalah kepala sekolah yang bersama ibu menyusun visi dan memimpin visi keluarga.

Setiap kebaikan orang tua kepada anak akan mampu membuat anak tersentuh hatinya. Kebaikan itu akan menaklukan hati manusia. Kalau kita ingin anak memberikan kebaikan kepada kita maka penuhi hak nya di masa kecil. Ulama di Timur Tengah menceritakan ada seorang sahabat yang mengumpulkan anaknya ketika anaknya sudah beranjak dewasa tapi ternyata anaknya durhaka (bandel, nakal). Lalu Sang Ayah berkata “penuhi hak ayah agar engkau taat kepada Alloh dan kau taat kepada ayah karena ayah telah penuhi hak mu bahkan waktu kecil, bahkan sebelum kau lahir, telah ayah penuhi. Lalu sang anak berkata “wahai ayahanda, waktu kecil, saya diberikan haknya, saya paham. Memang ayah telah penuhi hak saya, bagaimana kepedulian ayah”. Ayah pun lanjut berkata “ketahuilah nak, ayah menikah di umur yang cukup tua yaitu 40 tahun bukan karena tidak laku. melainkan sejak awal, ayah sibuk mencari wanita yang pantas untuk menjadi ibumu”. Jadi si Ayah dari awal sudah memikirkan wanita yang akan menjadi istrinya. Tidak akan sembarang. Sebab ia menikah bukan sekedar mencari suami atau istri melainkan mencari pasangan yang akan membangun peradaban. Dan ini membuat si Anak tersentuh.

Bagi para pria yang masih jomblo, lamarlah wanita dengan mengatakan “Maukah telapak kakimu menjadi surga untuk anak-anak ku nanti”.

Ada Hadist yang Rosulullah sampaikan tentang akhir zaman. Rosul mengingatkan “akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh hoak, penuh kebohongan, penuh kepalsuan. Yang dikhawatirkan oleh Rosulullah tentang hadist ini cuma satu yaitu orang-orang yang berdusta dibenarkan. Berita palsu dianggap hebat. Justru mereka yang menolak dari berita-berita yang benar dari para ulama, mereka malah menyaring berita benar tersebut. Jadi anak-anak jauh dari ulama sehingga menjadi anak yang ikut-ikutan.

Anak yang ikut-ikutan sudah Rosul ingatkan dalam hadist “Jangan kalian menjadi generasi yang tidak memiliki identitas (saat dekat dengan orang baik akan menjadi baik dan saat dekat dengan orang buruk akan menjadi buruk). Mereka biasa disebut anak melayang (alay). jadilah anak Avi (anak gravitasi) yang punya gravitasi jiwa, tidak bisa dipengaruhi. Dan anak melayang inilah yang dikhawatirkan.

Islam awal mulanya asing. Islam awal mulanya aneh. Dan di akhir zaman, Islam akan terlihat semakin aneh dan asing lagi. Kelihatan bila orang menjadikan Islam sebagai pegangan akan dianggap kuper dan tidak gaul. di akhir hadist, Rosul berkata “Beruntunglah orang-orang yang merasa asing dan aneh selama benar”. Biarkan anak tetap kepada kebenaran.

Fenomena yang terjadi saat ini, berdasarkan penelitian anak-anak mengalami BLAST. Bored (Bosan), Lonely (kesepian), Angry (mudah marah), Stress, Tired (lelah). Di umur mereka, hak dirampas oleh orangtua nya. Jadi berikan hak anak untuk bermain di masa kecil nya. Kalau tidak, mereka akan mempermainkan perasaan orang, mempermainkan agama, di masa besarnya karena masa kecilnya hilang. Karena itu, bila masa kecil, anak tidak mendapatkan haknya maka mereka akan menagihnya di usia dewasa dan berperilaku menyebalkan. Pengasuhan itu seperti hutang piutang.

Mengasuh anak itu memberikan hak. Jangan sampai menjadi orangtua yang durhaka yaitu orang tua yang merampas hak anaknya ketika anak masih kecil.

Ust. Bendri memberikan nasehat untuk pasangan yang ingin menikah, salah satu pesan dari Umar bin Khattab “pelajarilah ilmu nya sebelum kamu memimpin rumah tangga. Karena ibadah yang paling panjang adalah pernikahan”.

Sejarah pengasuhan itu dampaknya masa depan. Seperti Kisah Siti Hajar dan Ismail. Siti Hajar berkeliling 7 kali tapi ternyata air muncul di kaki Ismail. Namun Kisah Siti Hajar yang bolak-balik 7 kali di catat dalam sejarah sampai di benak Ismail. itulah mengapa masa kecil itu penting untuk tahu betapa ternyata hak mu sudah ibu dan ayah berikan.

Manajemen hiburan itu penting. Hiburan bagi anak bagai makanan. Kalau tidak dikenyangkan oleh orangtua maka dia akan cari sendiri dari gadget.

Dalam kajian Ust. Bendri, beliau mengatakan “Beri hadiah niscaya saling cinta”. Saya jadi ingat dengan neva dan ara (anaknya teh Fitri). Saya pertama ke rumah Teh Fitri membawa kue parsley. Saya pun sempat membelikan tahu bulat yang lewat depan rumah Teh fitri untuk neva. Dan beberapa hari kemudian, Teh Fitri WA bilang kalau neva tanya tante ais kapan kesini. Saya cukup kaget karena baru pertama bertemu kenapa bisa langsung ingat saya. Mungkin jawabannya karena itu ya. Jadi tahu ternyata ingatan anak kecil lebih bagus daripada ingatan orang dewasa ya.

Semakin ingin terus belajar memahami karakter anak dan mencari ilmu tentang parenting. Bismillah.

Pages

Posts by category

My Templates

Ads

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*