Mengenal Evi Yuniati Salim

Evi Yuniati Salim

Lahir di Karanganyar (Solo), 11 Juni 1982. Nama yang disematkan padanya berbeda dengan ketiga adiknya. Bila ketiga adiknya memiliki nama yang Islami, berbeda dengan beliau. Nama khas Jawa, Evi Yuniati Salim. Perbedaan tidak hanya disitu saja. Ketiga adiknya memiliki badan yang “subur” alias gemuk, sedang beliau dari lahir sampai sekarang tetap saja kurus. Hahaha. Walaupun begitu, beliau salah satu orang yang menginspirasi hidup saya setelah Pak Salim dan Bu Hartinah. Dialah kakak pertama saya, Evi Yuniati Salim.

Mba evi pernah diterima UMPTN di fakultas pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Namun, itu hanya bertahan satu tahun. Ini karena bu Hartinah ternyata tidak bisa kalau harus jauh dari anaknya. Anaknya jadi jarang pulang. Alhasil, mba evi daftar kuliah di Fakultas kimia UNDIP Semarang. Inilah rencana Alloh, siapa sangka jodoh mba evi yaitu mas yoppy adalah teman kuliahnya di fakultas kimia UNDIP.

Tidak akan ada yang percaya bila ia adalah kakak kandung saya. Secara wajah kami tidak mirip, bentuk badan juga beda (saya gemuk, ia kurus. Ia tinggi, saya pendek). Dulu, saya pernah diajak ke kampus mba evi di fakultas teknik kimia UNDIP. dikenalkan ke teman-teman kost dan kampusnya. Dan tidak ada yang percaya kalau saya adik kandungnya. Mba evi selalu mengenalkan saya ke teman-temannya dengan sebutan kent. Kentung kepanjangannya. Haha karena saya seperti kentung yang di sinetron tuyul dan mba yul.

Tahun 2005, saya kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP Semarang. Satu kota dengan mba evi. Jadi kami 1 kost bahkan 1 kamar. Saat itu, beliau kuliah S2 di Teknik kimia UNDIP. Beliau adalah sosok yang sangat berbeda dari saya. Saya yang fokus kuliah berbeda dengan beliau yang jiwanya enterpreneur banget. Mba evi, kuliah sambil cari uang. Mulai dari jual pulsa, jual snack di plastik seribuan, jual jilbab. Saya pernah diminta beliau menjajakan jual snack di kampus. Saya pun pernah naik motor dengan beliau ke Jogja hanya untuk beli jilbab karena harga di Jogja lebih murah dibanding Semarang. Saya sampai mengantuk di jalan dan beliau dengan kerasnya bilang “Ais tidur yak. Jangan tidur. Nanti jatuh”. Hahaha

Jiwa enterpreneurnya tak bertahan lama. Akhirnya beliau cari kerja. pernah merasakan kerja di beberapa Bank. Itulah beliau. Sangat pekerja keras sekali. Dan akhirnya, beliau pun ikut tes CPNS. Dan alhamdulillah diterima di BKPM (Penanaman Modal) Jakarta. Diterimanya beliau sebagai PNS di Jakarta mengharuskan beliau melepas kuliah S2 nya. Padahal saat itu, beliau sudah tahap penelitian S2 nya. Hanya tinggal buat hasil dan maju sidang tesis saja. Bu Hartinah yang paling sedih karena mba evi melepas S2 nya.

Beda 6 tahun antara saya dan beliau memang terlihat tidak dekat. Bahkan sering bertengkar karena saya yang masih kekanakan dan beliau yang menuntut saya untuk bisa dewasa. Dengan terpisahnya saya di Semarang dan beliau di Jakarta, malah membuat kami jadi dekat. Bahkan saat saya wisuda S1, orang yang saya harapkan bisa hadir adalah beliau. Karena selesainya saya lulus S1, salah satunya karena beliau.

Apa kelebihan beliau dibanding kami adik-adiknya ?? Beliau sangat-sangat perhatian dengan Pak Salim dan Bu Hartinah. Perhatian yang tidak bisa kami adik-adiknya berikan. Karena mba evi lah yang sangat paham tentang Pak Salim dan bu Hartinah dari tidak memiliki apa-apa menjadi memiliki apa-apa.

Mba evi memiliki 3 anak perempuan yaitu ainun najwa maulana, aqila cetta maulana, alisha maulana. Dan salutnya saya dengan mba evi adalah najwa dan aqila sangat nurut sekali dengan bundanya ini. Bila bundanya bilang tidak boleh minum es krim, walaupun saya tawari es krim dan goda mereka, mereka tetap tidak akan ambil es krim yang saya tawari. 3 anak yang sangat pengertian dan paham bundanya kerja sehingga tidak ada yang rewel.

Mba Evi sosok yang perhitungan, apa adanya / gak jaim, cuek, kerja keras, suka makan otak-otak dari makasar dan udang (kalau ada makanan yang sangat ia suka, jangan harap akan dibagi makananya. Haha), walaupun beliau sudah nikah tapi tetap perhatian dengan saya. Ia sangat tahu saat saya rindu ponakan, ia akan kirim foto dan video.

Terimakasih mba evi telah menjadi kakak yang terbaik untuk saya, terimakasih karena tetap perhatian dengan saya walau sudah nikah, terimakasih selalu ada buat saya saat ingin curhat, terimakasih sudah membuat saya semakin dewasa.

Happy milad mba evi. Semoga sehat, bisa gemuk, menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah bersama mas yoppy, menjadi ibu yang tetap tegas namun perhatian untuk 3 bocil A, terus bermanfaat untuk banyak orang. Doaku menyertaimu, kakak terbaik ku.

loading...
Share

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*