As Syakur. Alloh Maha Bersyukur

Nama Alloh yang akan membuat kita jatuh cinta kepadaNya yaitu nama Alloh As Syakur, Alloh Maha Bersyukur, Alloh Maha Berterimakasih. Alloh berfirman dalam surat Ibrahim “Jika engkau bersyukur maka akan Aku tambah, kata Alloh”. Makna syukur adalah tambahan pemberian. Alloh menambahkan kepada kita pemberianNya sebagai imbalan dari amalan kita yang sedikit. Makanya Alloh disebut Syakur karena begitu sedikitnya ibadah kita tetapi dari ibadah yang sedikit itu, Alloh SWT Maha Berterimakasih dengan memberikan balasan yang sangat luar biasa. Karena itu, Rasulullah bersabda “selamatkanlah dirimu dari Neraka walaupun dengan sepotong kurma”.

Ramadhan datang, siapa yang memberi buka kepada orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya. Sahabat bertanya kepada Nabi “Ya Nabi, tidak semua kami adalah orang kaya. Tidak mungkin kami bisa memberikan buka kepada semua orang”. Lalu kata Rasulullah “Walaupun Cuma seteguk air, kita mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya”. Mengapa demikian? Karena Alloh Maha Bersyukur, Alloh As Syakur.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda “janganlah kalian meremehkan perbuatan baik meskipun hanya senyum kepada saudaranya sendiri”. Kadang-kadang orang kantoran kalah senyum dengan tukang jual getuk. Kalau tukang jual getuk diiringi musik dan dia senyum kepada semua orang. Mengapa demikian? Karena Alloh As Syakur.

As Syakur. Alloh Maha Bersyukur. Mengapa Alloh memerintahkan kepada kita untuk bersyukur? Apakah Dia butuh syukur kita? Apakah Dia butuh terimakasih kita? Dalam sebuah hadits disebutkan “Jika seluruh manusia, semuanya sepakat untuk tidak beribadah kepadaKu maka kesepakatan itu tidak akan pernah mengurangi kebesaran Alloh. Jika semua manusia sepakat untuk menyembah Alloh dan tidak ada yang kafir, Alloh tidak akan pernah bertambah kekuasaanNya. Karena Alloh Maha Besar bukan karena kita puji”. Lalu mengapa Alloh memerintahkan kita untuk bersyukur? Dan Alloh menjawab melalui surat Ibrahim “Aku memerintahkan kalian bersyukur bukan karena Aku butuh syukurmu tapi karena Aku ingin menambah nikmat kepada engkau”. Allahu Akbar. Bukan karena bahagia, kita bersyukur. Tetapi karena kita bersyukur maka kita menjadi bahagia.

Dalam sebuah riwayat, ada seseorang tunasusila sedang kehausan. Lalu dia mencari air dan ketika bertemu, dia berjumpa dengan kolam yang sangat dalam. Lalu setelah itu dia turun ke bawah meminum air sampai hilang dahaganya. Lalu dia naik ke atas dan ketika dia naik keatas, dia mendapati ada seekor anjing yang kelihatannya sangat haus. Karena cinta yang ada dalam hati meski dia tuna susila, dia pun akhirnya turun ke kolam yang sangat dalam sementara tidak ada wadah bagi air itu. Karena tidak ada akhirnya dia menggunakan sepatunya. Lalu dia menggigit sepatunya itu setelah diisi air untuk keatas. Ketika sudah sampai di atas, dia berikan kepada anjing yang sedang kehausan itu sampai anjing itu hilang dahaganya. Dalam hadits itu disebutkan bahwa orang ini diampuni dosa-dosanya dan dimasukkan kedalam Surga. Lihatlah bagaimana Alloh As Syakur menunjukkan betapa perbuatan baik dihargai oleh Alloh meskipun kepada seekor hewan yang ludahnya itu najis. Lalu bagaimana seorang yang mengaku Islam tega membunuh orang sesama manusia tanpa dosa dan salah.

Salah satu juga yang menjadi rahmatNya Alloh kepada kita. Hukum rajam itu tidak boleh ditegakkan di Negara yang tidak menegakkan syariat Islam. Tetapi sudah harus dalam sebuah institusi. Ketika sudah menjadi institusi, hukumnya ada, undang-undangnya ada baru itu boleh di tegakkan. Sehingga dari sisi ini orang tunasusila itu selamat dari hukuman dunia. Tetapi bila belum ada UU yang mengatur hukum rajam di sebuah Negara maka hukum itu tidak ditegakkan dan berarti Alloh SWT menerima taubatnya jika dia benar-benar bertaubat.

Dalam hadist Qudsi disebutkan “selagi hambaKu mau berharap kepadaKu, mau minta ampun kepadaKu maka Aku akan ampuni dan Aku tidak peduli”. “Aku tidak peduli” bermaksud bahwa sebanyak apapun dosa hambaKu. Dan kata Alloh dalam hadits Qudsi itu “Wahai anak keturunan Adam jika dosa-dosamu memenuhi langit maka Aku akan ampuni seluas langit itu juga. Jika engkau datang membawa dosa seluas bumi maka Aku ampuni dosa-dosamu itu dengan membawa ampunan seluas bumi”. Bahkan dalam hadits yang lain “Jika hamba itu melakukan dosa dan dia berkata Ya Alloh, aku telah berdosa dan Engkau Maha Pengampun”. Lalu Alloh mengatakan “hambaKu berdosa dan dia tahu punya Tuhan yang Maha Pengampun maka Aku ampuni”. Lalu mengulang lagi dan dia mengucapkan kata yang sama, kata Alloh “Aku ampuni”. Mengulang lagi tiga kali, Alloh berkata “Aku ampuni dia”. Sampai-sampai Abu Dzar keberatan “Ya Rasulullah, kenapa bisa begitu?”. Lalu Rasulullah berkata “walaupun Abu Dzar keberatan, Alloh tetap mengampuni karena tidak disebut orang-orang itu ingin terus berdosa meskipun 70 kali dia melakukan dosa selagi dia mau minta ampun kepada Alloh SWT”. Karena itu jangan remehkan kebaikan karena siapa tahu kebaikan yang sedikit itulah yang akan menyelamatkan kita dari NerakaNya dan kebaikan yang sedikit itu juga mungkin timbangan keikhlasannya akan membuat kita masuk kedalam Surga Alloh SWT.

Alloh As Syakur, Alloh yang Maha menghargai sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan. Ada kisah dari Abu Nasher as Shoyat. Beliau berprofesi sebagai nelayan. Suatu hari, dia sholat jamaah ke masjid. Dan setelah selesai sholat di Masjid, dia diam di Masjid dan menangis tersedu. Lalu seorang Imam melihat dan datang mendekatinya “Ada apa denganmu?”. Lalu dia menceritakan keadaannya “Saya sedang mengalami masalah. Saya kekurangan. Saya tidak memiliki uang untuk memberi makan anak dan istri saya”. Lalu sang Imam mengajaknya pergi ke laut. Sesampai di lautan, dia pun berkata pada Abu Nasr “Shalatlah engkau 2 rakaat lalu mintalah kepada Alloh”. Lalu, Abu Nasher As Shoyat pun shalat dan setelah shalat, dia berdoa lalu dia melepas jaringnya ke lautan. Dan luar biasa setelah itu dia mendapatkan tangkapan yang cukup besar. Lalu setelah dia mengambil tangkapannya dia pun berpikir “hasil ini akan saya jual ke Pasar dan uangnya akan aku belikan makanan kecil untuk keluargaku dirumah”. Ketika dia pulang ingin menemui istrinya, tiba-tiba dia menjumpai ada seorang Ibu dan anaknya yang miskin seperti dia yang kelihatannya sedang kelaparan. Dia meminta makanan yang baru saja Abu Nasher beli. Lalu Abu Nasher berpikir “Saya membutuhkan. Istri dan anak saya membutuhkan makanan ini tapi dia juga membutuhkan. Yang mana yang akan aku dahulukan. Yang aku berikan karena Alloh itu jauh lebih berarti bagiku daripada aku berikan kepada istri dan anak ku”. Lalu dia pulang kerumah dan anak istrinya kelaparan. Karena Alloh Maha bersyukur, tidak lama kemudian ada tamu yang datang. Tamu berkata “Apakah ini adalah rumah Abu Nasher As Shoyat?”. Lalu Abu Nasher berkata “Iya”. Kata tamu ini “dulu orangtuamu sebelum meninggal, pernah aku meminjam uang kepadanya. Dan ini aku berikan kepadamu”. Lalu hasil dari pemberian sang tamu ini dia gunakan untuk dagang lalu dia menjadi kaya. Tetapi yang sangat luar biasa. Suatu malam dia bermimpi. Di dalam mimpinya dia memasuki alam akhirat. Satu-satu dipanggil dengan penuh rasa takut hingga tiba giliran Abu Nasher dipanggil. Ketika dipanggil, ditimbanglah amal baik dan amal buruknya. Ketika ditimbang ternyata dosanya lebih banyak daripada pahalanya. Lalu dia merasa celaka. Lalu Alloh berfirman kepada para Malaikat “Adakah kebaikan yang lain?”. Lalu di cek lagi ternyata ada. Apakah itu? Air mata seorang Ibu menangis karena diberi makan kecil karena dia sedang kelaparan. Ditimbang. Dan ketika ditimbang, ternyata air mata itu bagaikan lautan yang sangat luas sehingga mengungguli keburukan dan dosa Abu Nasher. Dan akhirnya dalam mimpi itu dia dimasukkan ke dalam Surga.

Setelah membahas Alloh As Syakur, apa yang diharapkan dari kita? Alloh ingin kita meneladani Alloh As Syakur, meskipun gaji kita kecil tetapi jangan pernah kita bekerja pas-pasan dengan gaji tetapi kita lebihkan sehingga kita menjadi orang yang bersyukur. Selain itu, Alloh ingin kita meneladani Alloh As Syakur adalah ketika kita menghargai orang lain.

Sumber: Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna “As Syakur”

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*