Dosen Magang : Mimpi yang Terwujud

“Bersyukurlah karena Anda yang ada disini adalah orang-orang pilihan” kata pak Mulyono Ka.Subdit SDID. Dari 478 yang melamar dosen magang dari 229 Perguruan Tinggi, hanya 127 yang diterima. Salah satu teman dosen magang (Pak Anangkota) dari Universitas Cendrawasih mengatakan diterimanya beliau adalah mimpi yang terwujud. Diterimanya saya sebagai dosen magang (dosma) tahun ini karena Alloh SWT wujudkan mimpi saya. Bagaimana tidak, tahun ini adalah kedua kalinya saya coba ikut dosen magang dan diterima. Saya tidak perlu mencoba sampai tiga sampai lima kali, Alloh SWT sudah wujudkan. Terimakasih Alloh SWT.

Seperti sebuah mimpi tidak hanya di rasakan oleh saya dan pak Anang. Tapi juga dirasakan oleh bu Robiul Fitri Masithoh (teman dosen magang dari Universitas Muhammadiyah Magelang), bu Endra Susanti (teman dosen magang dari STIKES Nurul Hasanah Kutacane Aceh).

Tahun 2016, Bu Fitri lulus S2 Keperawatan UNPAD. Oleh karena itu, beliau baru bisa mendapatkan NIDN. Dan baru coba sekali dosen magang langsung diterima. Bagi beliau, diterimanya beliau dosen magang karena Alloh SWT sudah memberikan beliau NIDN. Karena memang yang menjadi syarat dosen magang adalah dosen yang memiliki NIDN.

Lain lagi dengan yang dirasakan bu Endra dari Aceh. Menurut saya, beliau memang salah satu orang yang bejo (beruntung). Bagaimana tidak, beliau tidak mendaftar sendiri melainkan didaftarkan teman kampusnya tapi teman kampusnya yang ikut juga daftar malah tidak diterima. Beliau malah yang diterima. Jadi diterimanya beliau malah tidak enak dengan teman kampusnya tersebut. Menurut saya, Ini benar-benar rencana Alloh SWT yang sangat dahsyat.

Menurut saya, apa yang di alami teman dosma saya (bu Fitri dan Bu Endra) karena kebaikan beliau-beliau ini. Alloh SWT tanpa ragu beri kemudahan. Mudahnya jalan hidup kita, karena kita yang mudahkan jalan hidup orang lain dan Alloh SWT senang dengan itu.

Dan saya bersyukur bisa 1 kamar dengan beliau-beliau selama di UNPAD ini. Entah kenapa Alloh SWT suka sekali dekatkan saya dengan orang-orang yang lebih tua (sudah berkeluarga) dari saya. Tapi memang saya lebih nyaman dekat dengan yang lebih tua karena dengan begitu saya akan banyak belajar. dan Mungkin Alloh SWT ingin saya banyak belajar.

Tidak ada kata lain selain terus mengucap syukur alhamdulillah karena Alloh SWT sudah kasih begitu banyak kenikmatan untuk saya. Semoga dengan ikutnya saya bisa menjadi agen perubahan, inisiator, evaluator seperti pesan Wakil rektor UNPAD.

Salam rindu untuk Yogyakarta dari Jatinangor.

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*