Prodi Baru : Toko Online & Media Sosial

Prodi Baru : Toko Online & Media Sosial

“Perubahan global begitu sangat cepat dan yang bisa mengantisipasi dalam menghadapi perubahan global adalah perguruan tinggi” Kata Presiden RI. Dan untuk mengejar ketertinggalan menuju kemajuan suatu negara dipengaruhi oleh tiga faktor yakni pendidikan, kualitas institusi dan kesediaan infrastruktur. Sehingga untuk mengantisipasi perubahan global, kita harus berani berubah. Karena perguruan tinggi belum berubah.

Sebagai contoh Fakultas ekonomi. Jurusan yang dimiliki pasti ada manajemen, akuntasi. Seharusnya berani berubah misalnya fakultas ekonomi memiliki jurusan toko online. Fakultas sosial politik pasti memiliki jurusan hubungan internasional, sosiologi, administrasi negara. Seharusnya bisa memiliki jurusan sosial media. Inilah salah satu cara mengantisipasi perubahan global. Bila tidak dapat mengantisipasi maka akan kalah dengan negara-negara lain.

Kini, generasi milenial yang akan menentukan pasar, mempengaruhi politik dan ekonomi. Negara bisa mengendalikan media nya. Namun tidak bisa mengendalikan media sosial. Seperti Presiden RI memberikan contoh untuk bisa membuka fakultas media sosial dengan jurusan meme, jurusan animasi.

Melalui berita detik, Menteri Kemenristek juga setuju bila perguruan tinggi membuka prodi “kekinian”. Bahkan sudah ditindaklanjuti dengan mengubah peraturan bahwa semua kampus dibolehkan membuka prodi apapun sesuai perkembangan pasar.

Sebagai agen terdepan perubahan, Presiden RI berharap perguruan tinggi dapat mengantisipasi perubahan. Dunia berubah sangat cepat dan pengetahuan berubah sangat cepat. Sekarang Indonesia sedang pada masa transisi yang bukan hanya terjadi di negara maju dan berkembang, pelosok desa sudah dapat menjangkau internet. Ada 144 juta pengguna internet di Indonesia yang artinya masyarakat Indonesia sudah melek internet namun harus diintervensi penggunaannya agar menggunakan dengan benar. Dan ini adalah tugas semua karena tidak hanya berdampak positif namun juga berdampak negatif bagi siapapun.

Generasi milenial akan memegang posisi kunci karena mereka lebih informal, lebih mandiri, suka kerja bersama dan inovatif. Sekarang generasi milenial sudah tidak membaca koran melainkan online, tidak ingin melihat tv namun video.

Presiden RI meminta Perguruan tinggi sebagai yang terdepan bisa ikut bersama-sama pemerintah mengantisipasi hal ini dengan misalnya mengeluarkan penguatan pendidikan karakter. Hal ini penting sekali karena saat ini informasi sangat mudah didapat sehingga harus dibentengi bahwa pendidikan karakter perlu diutamakan baik yang berkaitan dengan integritas, kejujuran, etos kerja, kerja keras, toleransi, anti korupsi, dan persatuan sebelum kedahuluan oleh informasi yang ada di sosial media.

Sumber : Ir. Joko Widodo pada orasi ilmiah Dies Natalis UNPAD ke 60 tanggal 11 September 2017 di Graha Sanusi Bandung

Pages

Posts by category

My Templates

Ads

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*