Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Program Pencegahan Jatuh

Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Program Pencegahan Jatuh

Setiap tahunnya lebih dari sepertiga individu diatas usia 65 tahun mengalami jatuh. Jatuh dapat mengarah pada penurunan kualitas hidup, mortalitas dan resiko rawat inap lebih lama. Mengurangi dan mencegah terjadinya jatuh telah menjadi prioritas kesehatan internasional.

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dan fasilitatif pada suksesnya implementasi program pencegahan jatuh.

Hasil penelitian menjelaskan 3 konsep hambatan dalam mengimplementasikan intervensi pencegahan jatuh yaitu (1) pertimbangan praktis, (2) adaptasi untuk komunitas, (3) psikososial. Konsep-konsep ini menunjukkan bahwa implementasi program pencegahan jatuh bersifat kompleks dan multi-faktor.

Kesuksesan implementasi mensyaratkan individu-individu, professional dan organisasi untuk memodifikasi perilaku, pemikiran dan praktek yang dijalankan. Isu-isu yang diidentifikasi melalui sintesis ini perlu benar-benar dipertimbangkan dan dipetakan jika program pencegahan jauh ingin diimplementasikan dengan sukses dalam praktek klinis.

Pertimbangan Praktis

Peneliti menguji tiga pertimbangan dalam mendesain dan mengimplementasikan intervensi pencegahan jatuh yaitu faktor ekonomi (biaya), akses pada intervensi dan waktu.

Untuk individu, terdapat beban pembiayaan terkait pembelian peralatan bantuan dan transportasi ke dan dari intervensi pencegahan jatuh (seperti kelas latihan), juga pembayaran selama kehadiran. Biaya tidak dipersepsikan sebagai hambatan untuk berpartisipasi, sepanjang biaya cukup masuk akal.

Pada tingkat organisasional, penyedia perawatan kesehatan seperti klinik pencegahan jatuh telah menemukan bahwa keragaman pendanaan nasional dan skema asuransi medis swasta telah mempengaruhi kemampuan mereka untuk melaksanakan penilaian resiko jatuh individu yang komprehensif dan mengacu pada intervensi yang sesuai.

Di Australia dan Kerajaan Inggris, pendanaan pencegahan jatuh sering berfokus pada pencegahan sekunder jatuh dari pada mencegah jatuh yang terjadi di tempat pertama. Perlu meningkatkan pelatihan professional perawatan kesehatan dalam intervensi pencegahan jatuh dan penilaian resiko.

Bagi masyarakat secara lebih umum, menghadapi kejatuhan  dapat meningkatkan beban biaya perawatan kesehatan.

Akses terhadap Intervensi

Akses terhadap intervensi tidak hanya dipengaruhi kemampuan mengarahkan, ketersediaan, dan biaya transportasi tapi juga dengan berpergian, fasilitas parkir mobil, dan musim yang dirasakan dalam berkendara. Biaya transportasi publik atau menggunakan taksi pribadi juga merupakan factor penghambat bagi beberapa orang tua.

Mengadaptasi Komunitas

Bagian ini menguji pengaruh social dan budaya berbeda mengenai penggunaan (dan kekuatan penerimaan) peralatan bantuan, tipe-tipe latihan, dan sikap fatalistis terhadap jatuhnya bukti dalam komunitas berbeda. Enam studi meneliti batasan dan fasilitator terhadap intervensi pencegahan jatuh dalam komunitas berbeda.

Psikososial

Bab ini menguji dua tema dalam lingkup konsep psikososial kami. Yaitu (1) mengubah identitas dan (2) menentukan keahlian.

Mengubah identitas

Jatuh dapat memiliki dampak yang merusak pada kemandirian, kepercayaan, dan kualitas hidup. Jatuh dihubungkan dengan kelukaan fisik, trauma fisiologis, kerusakan fungsional, dan bahkan kematian. Terdapat keengganan pada orang yang lebih tua untuk terlihat tua dan tidak mampu. Perhatian dengan penampilan publik mengartikan bahwa biasanya orang yang lebih tua akan berjalan tanpa bantuan ‘hanya untuk tampil’.

Alat bantu jalan didesain untuk memudahkan aktivitas yang dilihat sebagai indikator berkurangnya kemampuan dan perubahan diri. Keterbatasan aktivitas menyebabkan perasaan frustasi dan rasa kehilangan, sebagaimana orang tua tidak dapat melanjutkan apa yang telah mereka lakukan sebelumnya dan mulai bergantung pada orang lain.

Ketakutan besar orang tua adalah dipaksa untuk menyerahkan rumah mereka, bahkan bila ahli pelayanan kesehatan merekomendasikan beberapa perubahan pada lingkungan rumah untuk mengurangi resiko jatuh. Biasanya, terdapat ketidakcocokan signifikan antara pandangan ahli pelayanan kesehatan dan orang tua yang berkuasa di rumah

Jatuh berakibat pada aktivitas fisik sehari-hari. Meskipun alat bantu jalan dan alas kaki kesehatan memungkinkan pilihan yang lebih bervariasi, banyak alat bantu yang dirasa tidak disukai, meskipun mereka mengusahakan bantuan, dan terlihat negatif sebagai sebuah tanda terhadap kehilangan kemandirian.

Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyokong kesuksesan implementasi dalam program pencegahan jatuh sifatnya kompleks. Tidak ada satupun faktor yang dapat ditetapkan sebagai fasilitator utama. Kebanyakan studi melaporkan banyak rintangan dalam pencegahan jatuh.

Secara jelas, jenis dan pengiriman program latihan disesuaikan dengan pilihan individu, sebagaimana beberapa orang lebih senang berlatih sendiri atau ikut dalam kelompok atau di rumah berlawanan dengan komunitas. Dukungan dari keluarga, teman, kawan sebaya, dan ahli pelayanan kesehatan penting untuk mempromosikan dan memelihara perjanjian dengan semua intervensi pencegahan jatuh.

Penghambat utama dalam keberhasilan implementasi pada program pencegahan jatuh membeda-bedakan persepsi dalam resiko jatuh di antara populasi orang tua, keluarga, dan ahli pelayanan kesehatan. Beberapa orang tua mungkin menunjukkan perilaku bahwa peningkatan resiko jatuh merupakan simbol penuaan, penurunan kompetensi dan kemandirian, dan hal tersebut secara sederhana tidak dapat dielakkan dalam penuaan. Dalam dasar pemikiran ini, tidak ada intervensi yang dapat mencegah jatuh.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*