Kata-Kata yang Menyembuhkan

Bibliotherapi klasikal

Setiap jum’at malam, saatnya Biblioterapy klasikal. Jum’at malam ini, peserta diminta membaca 4 lembar (halaman 184-187) dari buku Dokter Oz. Kami diminta membaca perlahan kemudian pilih kata-kata yang menyembuhkan didasarkan pada bacaan tersebut sebanyak-banyaknya.

Ada kalimat di halaman 185 yang saya suka yaitu “Lebih baik menjadi orang beruntung daripada menjadi orang baik. meskipun saya menyukai keduanya”. Dan halaman 184 yang saya suka yaitu “tubuhnya benar-benar berjuang. bekerja sekeras Anda. Dia tidak pernah menyerah. oleh karena itu, dia begitu lelah sekarang. bukan karena obat biusnya”.

Jadi kata-kata yang menyembuhkan menurut saya adalah beruntung, baik, berjuang, tidak pernah menyerah. Saat bunda Susan bertanya “mengapa kata-kata itu menyembuhkan menurut Anda?” Saya sulit mengatakannya. Namun saya dapat merasakannya.

Saat saya sakit, hanya saya yang bisa menyembuhkannya. Karena itu saya harus berjuang untuk sembuh. Saya tidak pernah menyerah pada sakit karena saya tahu saya bukan orang yang beruntung untuk bisa mendapatkan pertolongan dengan mudah. Saya hanya memiliki prasangka baik padaNya bahwa DIA akan menyembuhkan sakit saya ini.

Saya merasa kelas bibliotherapy klasikal ini ingin membuat semua peserta mengungkapkan apa yang di rasakannya saat ini. Bayangkan saja, dari 4 lembar yang diberikan, setiap orang memiliki kata-kata yang menyembuhkan bagi dirinya sendiri.

Ada peserta yang menjawab kata berbicara menjadi kata-kata yang menyembuhkan bagi dirinya. Karena berbicara akan memberikan kelegaan pada hati, membuat hati ringan dan bersih. bicara disini dimaksudkan bicara pada sang Pencipta. menyuarakan isi hati. sehingga memberikan energi positif.

Ada peserta lain yang menjawab kata cinta menjadi kata-kata yang menyembuhkan bagi dirinya. Baginya, cinta lahir dari hati. cinta yang hadir dari hati yang bersih, suci akan memberikan efek yang baik. Kecintaan pada Alloh SWT yang di barengi dengan iman akan membuat seseorang kuat dalam menghadapi setiap cobaan, Cinta memberikan kekuatan pada manusia untuk saling membantu dan berkorban diantara sesama. Cinta memberikan setruman pada seluruh tubuh untuk kuat. Seperti orang tua. Karena cintanya pada anak rela berkorban banting tulang. Meskipun sakit sekalipun. Cinta akan membuat orang untuk saling mendoakan kebaikan dan kesehatan.

Di akhir penutup, bunda Susan memberikan kesimpulan “kata-kata yang menyembuhkan itu penekanannya adalah pada peningkatan ketenangan melalui upaya membangun titik positif dan empati”.

Pages

Posts by category

My Templates

Ads

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*