Orang Berakal Pasti Taat

Orang Berakal Pasti Taat
Orang Berakal Pasti Taat

Hidup ini hanya dua, taat dan tidak taat. Taat kepada Alloh yaitu melakukan semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang Dia larang. Taat adalah jalan hidup orang yang berakal. Artinya orang berakal pasti taat. Untuk membedakan siapa yang berakal dan tidak, lihatnya ketaatannya. Yang dilakukan orang taat dan tidak taat sebenarnya sama yaitu sama-sama melakukan dan meninggalkan. Orang taat melakukan yang diperintah & meninggalkan yang dilarang. Begitu sebaliknya. Orang berakal tidak akan mungkin berpikir untuk tidak taat. Orang yang tidak menggunakan akal akan menyesal.

Surah Al Mulk ayat 10 “Dan mereka berkata ‘Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala””. Mendengar adalah pekerjaan orang berakal. Hanya orang yang tidak berpikir, yang tidak mau mendengar yang baik.

Setelah kita taat, kita mengisi kehidupan dengan illah kepada Alloh. Itu artinya menyerahkan semua pikiran, perasaan dan tindakan hidup kita kepada Alloh. Kita tidak mungkin memberikan perasaan yang tidak baik kepada Alloh. Bila ada orang yang taat tapi perasaannya tidak artinya ia tidak sepenuhnya taat kepada Alloh.

Mengapa kita belum mengillahkan Alloh dalam taat ? Tawakal adalah bukti tauhid. Bila kita ingin tahu tauhidnya seseorang seperti apa, lihatlah tawakalnya.

Tawakal adalah salah satu unsur pembentuk iman. Orang yang beriman pasti tawakal. Bila ada orang beriman tapi tidak tawakal maka imannya kurang. Tawakal adalah selalu ingat Alloh pada setiap peristiwa apapun dalam hidup ini baik manis ataupun pahit.

Dua jenis tawakal adalah amali dan tawakal ‘amali. Amali yaitu cita-cita/angan-angan. ‘Amali yaitu perbuatan. Amali adalah tawakalnya pikiran dan perasaan pada Alloh. Dua bentuk tawakal Amali adalah mantapnya keyakinan yaini menyakini bahwa semua yang Alloh takdirkan atas kita adalah untuk kebaikan kita. Dan itu akan membuat kita bisa mendekap suka dan duka dengan kadar yang sama mesranya. Kedua, tenangnya hati yaitu tidak merasa cemas, takut dan khawatir dengan segala apapun yang sudah, sedang dan akan Alloh takdirkan atas kita.

Tawakal ‘Amali adalah tawakalnya seluruh anggota badan. Bentuknya ada dua yaitu at tafwidh yaitu memasrahkan segala urusan kepada Alloh. Sekurang-kurangnya dengan kita mengucapkan “masyaalloh”. kedua, Al ikhtiyar yaitu melakukan sesuatu yang diperintah & disukai Alloh. Setiap takdir Alloh, kita pahami sebagai hamparan jalan menuju Surga.

Sumber : Ust. Syatori. 9 April 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*