Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah

Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah

Banyak banget orang-orang yang menyepelekan masalah mendidik anak. Padahal jelas-jelas bahwa anak adalah penerus generasi bangsa. Yang pastinya akan menentukan masa depan bangsa selanjutnya. Kalau seorang anak akhlaknya gagal, ya mungkin ga sepenuhnya salah orangtua. Tapi tetap ada kontribusi kan ya..

Dalam mendidik anak, kita tentu perlu modeling untuk menerapkannya ketika nanti sudah memiliki anak. Dan yang paling penting adalah praktiknya. Bagaimana Rasulullah menerapkan pendidikan bagi anak-anaknya ?

Bermain dengan anak-anak: Rasulullah senang bermain-main dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al Abbas R.A berbaris lalu berkata “siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah)”. Mereka pun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

Empati : Ketika Ja’far bin Abu Tholib, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah Ja’far dan menjumpai istrinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata “suruh kemarilah anak-anak Ja’far”. Ketika mereka datang, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Kemudian Nabi Muhammad kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda “janganlah kalian melupakan keluarga Ja’far, buatlah makanan untuk mereka, karena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian Ja’far”

Menyamakan frekuensi dengan anak : Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menangis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawab yang kehilangan kawannya.

Mencium dan Membelai Anak : Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad mencium Al Hasan R.A lalu berkata “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka”. Rasulullah bersabda “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan disayangi”.

Menjaga Perasaan Anak : Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad supaya di doakan dimohonkan berkah dan diberi nama. Anak-anak tersebut dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata “Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya”. Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudia membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

Memberikan perhatian tulus : Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil. “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil)”.

Tidak mengganggu permainan anak : Nabi Muhammad melakukan shalat, sedangkan Umamah Binti Zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut diletakkannya dan bila berdiri diletakkan lagi di leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam.

Cinta pada Anak : Ketika Nabi Muhammad melewati rumah putrinya, yaitu Sayyidah Fatimah, beliau mendengar Al Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku”. Lalu beliau memangku Al Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Alloh, sesungguhnya aku cinta padanya, maka cintailah dia. Ketika Rasulullah sedang berada di atas mimbar, Al Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.

Saat Istri Hamil berikan rasa tenteram pada masa kehamilan: Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan Istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat. Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran. Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.

Hindari Pekerjaan Yang Berat : Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat jika Istri Anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel dan lain sebagainya. Beberapa ditemukan seorang istri keguguran akibat terlalu lelah bekerja atau jarak dari tempat tinggal ke pekerjaan yang cukup jauh.

Berikan asupan makan yang sehat : Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi. Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.

Menuruti Keinginan Istri/Mengidam : Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan. Namun demikian Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung. Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.

Anjurkan Istirahat yang Cukup : Pada masa istri mengandung istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya. Sebagai suami harus memberikan ruang yang cukup agar istri dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang. Aturlah pola tidur istri dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.

Ajak Jalan-jalan Santai : Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.

Menghindari percekcokan : Beberapa istri akan mudah emosional saat mengandung. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka dan mudah marah. Sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menganggapi istri.

sumber : Setia Furqon Kholid

 

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*