Menjadi Bodoh itu Penting

Menjadi Bodoh itu Penting
Menjadi Bodoh itu Penting

Bertumbuh adalah bagian dari sebuah proses. Istilah jangan lelah berproses sebenarnya merupakan ungkapan yang pada awalnya diterapkan pada setiap tim yang terlibat untuk menginternalisasi “bertumbuh” sebagai sebuah bagian dari proses. Biasanya ciri-ciri yang perlu disepakati adalah

  1. Mengutamakan proses dan memastikan bahwa anggota tim kita tahu bahwa berproses adalah keutamaan
  2. Konsep-konsep reward perlu diberikan, bukan karena target jualan atau kerjaannya. Tapi berikan penghargaan atas effort atau usaha atau upaya belajarnya
  3. Jangan lupa berstrategi juga, belajar ilmu strategi tetap penting agar terjaga proses dan pencapaian goalsnya
  4. Proses ini dipahami bukan sebagai kecerdasan individual saja, tapi ini tentang kamu saling mengerti dengan tim kamu
  5. Selalu belajar dan mengajarkan untuk keluar dari zona nyaman, hingga menterjemahkan kegagalan adalah aspek yang normal dalam sebuah proses.

Kekuatan dan keberanian bermimpi serta berimajinasilah yang saat ini kita perlu banyak tularkan. Di saat bangsa-bangsa lain berlari dengan imajinasi-imajinasi barunya, sebagian besar dari kita masih banyak terjebak dengan zona nyaman atau banyak meluapkan kekhawatiran hingga tidak juga melangkah ke masa depan. Menjadi pengekor adalah hal yang lazim, tapi apa iya kita akan menjadi pengekor sepanjang zaman? Berimajinasi adalah satu-satunya jalan mendapatkan rujukan di masa depan kemudian dibumikan dengan karya nyata dan upaya yang konsisten.

Menjadi bodoh dalam perspektif lain itu menjadi penting, artinya kita mau mendengar, mau mengerti dan banyak memahami setiap hal yang kita hadapi.

Menjadi pintar terkadang kita menjadi sosok sombong yang sama sekali menempatkan diri mengetahui segalanya. Sulit menurunkan egonya untuk mau bertanya latar belakang sebuah pendapat meluncur dari kepala orang lain.

Mau mengerti, menyimak dan memahami menjadi senjata paling penting dalam pergaulan sehari-hari. Mengeluarkan energy tanpa mau menyimak artinya sia-sia. Keluarkan energy untuk menempatkan diri pada posisi apa kita dapat berkontribusi dalam sebuah konteks akan lebih baik dan menghasilkan sebuah langkah baru.

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Kita hadir bersolusi untuk menyatukan kepingan puzzle kita yang berbeda-beda. Puzzle milik kita sama-sama penting, tidak ada yang tidak penting. Tinggal mencari dimanakah posisi kita, terkait siapa menempatkan kepingan kita dengan tempat yang tepat terlebih dahulu itu adalah hal biasa, setiap orang punya waktunya.

Buku “Stupid marketing” tulisan Sandy Wahyudi dkk, seakan-akan mengingatkan kita untuk tetap bodoh, sehingga kita tetap mau mencari dan belajar. Dalam buku ini terdapat kata-kata bahwa menjadi bodoh adalah penting. Stupid adalah sebuah proses menuju kemenangan menurutnya.

S : Searching opportunity

T : Theoretical Research

U : Utilize Idea

P : Penetrate Market

I : Implementation

D : Do Review

STUPID!

Bodoh dalam perspektif lain adalah sebuah proses pencarian dari sebuah proses pencarian dari sebuah peluang yang hadir, dikuatkan dengan berbagai temuan keilmuan dan teori yang sudah ada, menggunakan kemampuan ideasi yang gila, mencobanya dilapangan secara nyata dan mengevaluasi dan retrospeksi atas prosesnya. Begitu seterusnya untuk merasa bodoh dan memperbaikinya secara berkelanjutan.

Merasa bodoh juga melatih kita untuk tetap berkeinginan tahu, menghargai pihak lain serta untuk tidak lelah berproses. Bodoh dan tetaplah belajar.

Sumber : Dwi Indra Purnomo. Dosen UNPAD

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*