Hasil Penelitian Ilmiah Tentang “Memberi”

Hasil Penelitian Ilmiah Tentang "Memberi"

“Apakah lebih banyak memberi mendatangkan kesejahteraan lebih baik ? Banyak yang yakin sekaligus juga ragu melakukannya, karena tampak berkebalikan dengan prinsip ekonomi.

Riset di US tahun 2000 oleh The Social Capital Community Benchmark, survey terhadap 30.000 orang di  40 komunitas berlatar belakang pendidikan, usia, ras, agama & karakteristik personal yang berbeda menunjukkan bahwa individu yang “memberi” lebih banyak akan menghasilkan pendapatan yang jauh lebih signifikan dari yang tidak.

Studi lain, “Happiness Runs in a Circular Motion: Evidence for a Positive Feedback Loop between Prosocial Spending & Happiness” menemukan kegiatan memberi akan membentuk loop positif yang membantu orang-orang baik mengalami kehidupan lebih baik yang memacunya berbuat lebih banyak kebaikan lagi.

Harrison J (2018) dalam tulisannya pun menunjukkan bahwa kedermawanan membantu kita untuk

  1. Menjalin keterhubungan dengan orang lain yang mengaktifkan bagian otak memproduksi oksitosin, hormon yang mendorong ikatan sosial, membentuk atruisme (lawan dari egoisme) & koneksi sosial, sehingga hubungan interpersonal memotivasi untuk berperilaku tanpa pamrih.
  2. Bermurah hati, mengakibatkan otak melepaskan dopamin – neurotransmitter yang membantu mengendalikan pusat kesenangan. Memperkuat emosi positif & memicu sistem kimia di otak & tubuh untuk meningkatkan kesenangan, mengurangi stress & menekan rasa sakit, mengarahkan pada kebahagiaan & kesehatan yang lebih besar
  3. Memperkuat persepsi hidup akan berkelimpahan & berkah dibandingkan dengan orang lain dengan pendapatan & keadaan yang serupa
  4. Riset Universitas Pennsylvania menunjukkan bahwa kedermawanan membantu memerangi keegoisan. Bahkan dalam kegiatan strategis yang melibatkan banyak orang, sikap ini akan mengarahkan pada kesuksesan, setiap anggota yang terlibat akan mendapatkan juga manfaatnya

Jika hasil penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa memberi akan berdampak menjadi lebih sejahtera lagi, kemudian apa lagi yang kamu ragukan untuk memulainya ?

Sumber : Dwi Indra Purnomo

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*