Aku Mencintai Suami Orang Lain

Aku Mencintai Suami Orang Lain
Aku Mencintai Suami Orang Lain

Cinta seharusnya membuatmu lebih bahagia, dan kalimat “aku mencintai suami orang lain” sepertinya tidak akan membimbingmu menuju kebahagiaan. Tanyakan pada dirimu, mungkin saja kamu cuma suka kepadanya karena ia belum menjadi milikmu. Apakah ketika sudah jadi milikmu sendiri, kamu akan merasa Bahagia atau justru merasa tertekan karena terus merasa bersalah. Jangan sampai menghancurkan pernikahannya hanya demi ambisimu semata.

Kamu harus menyadari kalau si dia nggak akan meninggalkan istrinya hanya demi kamu. Seberapa seringnya ia mengatakan kalau ia akan memilihmu, kemungkinannya untuk bercerai dari istrinya ini sangat kecil. Dia nggak akan meninggalkan keluarganya untukmu. Jadi berhentilah buang-buang waktu bersamanya.

Kamu telah menghabiskan waktu untuk mencintai orang yang bahkan kamu sendiri nggak tahu apakah ia juga mencintaimu atau nggak. Berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk memikirkannya? Apakah dia membalas perasaanmu dan jadi peduli padamu ? Bagaimanapun, mencintai orang yang sudah menikah nggak bisa dibenarkan. Biarkan dia bersama keluarganya. Masa depan yang cerah sudah menunggumu di depan sana, untuk apa memikirkan seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.

Jika pria yang kamu cintai ini sudah bahagia dengan pernikahannya atau bahkan sudah memiliki anak, maka jalan terbaik adalah kamu harus berjalan menjauh. Kamu bukan bagian dari keluarganya dan dia juga nggak bisa melihatmu seperti ini. Sebesar apapun perasaanmu, kamu harus menyadari situasi ini dan berhenti mengejarnya. Apalagi kalau kamu sama-sama sudah berkeluarga.

Percayalah, dia bukan orang yang tepat untukmu. Bisa jadi jika tetap bersamanya, kamu malah nggak akan bahagia. Dia sudah menikah dan tentu saja itu artinya dia sudah menemukan seseorang yang ia cintai dan dipilih menjadi istrinya. Sadarlah bahwa dia bukan orang terbaik yang diberikan Tuhan untukmu. Meski ada kara Islami “Ana uhibukhilillah”.

Ketika kamu menjadi orang ketiga, kamu sendirilah yang akan merasa sakit hati. Apakah kamu berpikir, setelah kamu mencintainya dan mengatakan perasaanmu padanya, kemudia dia meninggalkan istrinya demi dirimu, dan hidup bahagia selamanya ? Bukan. ini nggak seperti yang kamu bayangkan. Yang ada, ketika kamu menyatakan perasaanmu, dia akan berpura-pura merasakan hal yang sama-mungkin cuma untuk bersenang-senang dan memanfaatkanmu saja- hingga akhirnya istrinya curiga dan dia akan menyelesaikan semuanya. Meninggalkanmu yang patah hati sendirian. Apakah ini yang kamu inginkan ?

Berhubungan dengan pria yang sudah menikah itu hanya sementara. Cintanya padamu nggak akan bertahan lama. Mungkin ia mau dekat denganmu karena ingin coba-coba, tapi setelah beberapa saat, ia akan merasa bosan terhadap hubungannya denganmu. Dia sudah punya istri dan dia akan kembali pada istrinya. Akhirnya, kamu hanya membuang-buang waktu dalam hubungan yang salah.

Ketika kamu mencintai seseorang yang sudah menikah, kamu harus sadar akan risiko buruk yang bisa terjadi. Salah satunya jika sampai keluarganya berantakan karena kehadiranmu, maka selamanya kami akan dicap buruk sebagai perusak rumah tangga orang. Apakah kamu ingin hidup seperti itu ?

Berhentilah menjadi orang EGOIS. Kamu memang memiliki perasaan yang kuat untuknya, tapi ini berpengaruh besar bukan hanya untuk kalian berdua saja. Apalagi jika dia sudah memiliki anak, maka kamu akan membuat keluarganya berada dalam tempat yang buruk juga menempatkan si dia dalam situasi yang mengerikan. Pada akhirnya, kamu harus berhenti karena kamu telah menyakiti banyak orang. Biarkan dia pergi dan menjauhlah sebelum makin banyak orang yang tersakiti.

Sumber : Bunda Susan. Biblioterapi. 3 November 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*