Shalat Rasa Resepsi

Setiap orang pasti pernah datang ke resepsi pernikahan. Ada yang datang pertama bahkan ada yang datang terakhir. Siapa yang datang awal dijamin bisa merasakan semua hidangan yang disajikan. Berbeda dengan yang datang terakhir pasti semua hidangan udah habis dan cuma ada aqua. Begitupun dengan shalat tepat waktu. Shalat tepat waktu ibarat datang ke resepsi.

Alloh undang shalat dzuhur jam 12 melalui suara adzan. Berharap hambaNya akan datang tepat waktu untuk shalat. Setelah bertemu dengan Allah SWT, Allah SWT haturkan hambaNya untuk minta doa apa dan akan Allah SWT  berikan yang diminta. Doa ibarat hidangan di resepsi. Silahkan mau makan apa yang disuka. Silahkan mau minta apa, Allah SWT kasih.

Lalu bagaimana dengan yang shalat jam 14.00 bahkan hampir mau ke Ashar. Apa Allah SWT akan terima shalat hambaNya yang telat ?? Allah SWT gitu… Pasti tetap akan terima shalat kita. Yaa seperti di resepsi. Yang datang terlambat, tetap boleh masuk untuk ucapkan selamat. Tapi mohon maaf hidangan sudah habis. Begitupun dengan shalat yang telat, apa masih bisa berdoa? Bisa.. Allah SWT tetap terima doa kita. Tapi tunggu dulu.. Tunggu giliran ya..

Saat kamu dahulukan Allah SWT, pasti Allah SWT akan dahulukan kamu. Saya pernah merasakan shalat tepat waktu dan shalat di akhir waktu. Dan rasanya beda sekali. Tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Karena itu, saya berazam dalam diri bahwa saya tidak boleh terima jadwal mengajar jam 11.00 WIB karena pasti akan mengganggu waktu shalat dzuhur saya. Saya lebih baik mengajar jam 13.00 WIB karena bisa selesai jam 14.40 WIB yang artinya masih bisa ikut Ashar. Inilah hal kecil yang benar-benar saya jaga untuk tidak mendzolimi Allah SWT, mahasiswa dan diri saya sendiri.

Saya bukan manusia yang benar-benar baik. Tapi saya hanya manusia yang sedang belajar menjadi baik dan ingin agar teman-teman tidak seperti saya yang merasakan derita saat tak mendahulukan Allah SWT.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*