Mengikat Hati Anak

Mengikat hati anak

Seorang anak sebenarnya baik sebagaimana disebutkan Rasulullah “tidaklah bayi yang lahir kecuali dalam keadaan fitrah/baik”. Orangtualah salah satu penyebab penyimpangannya. Anak memiliki fitrah tauhid yaitu anak telah ditanamkan software mengenal Alloh seperti yang tertuang pada surah Al A’raf ayat 172 “Bukankah Aku ini Tuhanmu ? Mereka menjawab “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi”. Jadi dulunya kita semua mengenal Alloh. Tidak ada satupun dari kita yang tidak mengenal Alloh dan lahirnya ke muka bumi, anak-anak yang sifat mengenal Alloh nya ditutup karena di tanamkan kekaguman pada selain Alloh.

Fitrah kedua yaitu anak/setiap manusia memiliki sifat taat. Dalam surah Az-Zariyat ayat 56 “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu” artinya setiap hamba ditugaskan menyembah Alloh, akan ditanamkan software taat. Lalu mengapa ada yang enggan untuk beribadah ? Jangan-jangan orangtua membuat anak tidak mengenal Alloh bahkan tidak mau beribadah pada Alloh. Ketika anak tidak mau beribadah atau taat dikarenakan salah urutan dalam memberikan stimulan dalam pendidikan. Urutan yang harus ditaklukan atau dilalui yaitu sebelum meminta anak untuk bisa menjalankan kewajibannya, maka harus mengikat hatinya. Ikat hati dulu sebelum mengenalkan. Setelah kenalkan kemudian baru membebankan.

Rasulullah tidak langsung membebankan sahabat dengan sholat melainkan diikat dulu hatinya untuk cinta Alloh. Hati itu adalah raja. bila hati telah tunduk maka yang lain akan mengekor. Jadi salah satu yang membuat pembangkangan adalah ketika gagal mengikat hati sehingga mudah melawan. Banyak yang akalnya lebih diasah sebelum hatinya. ketika akal diasah dan menjadi panglima maka itu awal dari pembangkangan. Akal cenderung liar (memikirkan sesuatu yang bukan haknya tetapi dipikirkan semuanya). Hingga Alloh pun di gugat keberadaannya.

Kenapa iblis membangkang ? Karena dia merasa bahwa dia lebih baik dari Adam. Ketika Alloh meminta iblis bersujud (penghormatan) kepada Adam, Iblis menggunakan logika bukan ketaatan. Karena Iblis hanya mau bersujud pada Alloh. Inilah pembangkangan tauhid yaitu melawan perintah Alloh. Sesungguhnya hendak Aku ciptakan di muka bumi seorang khalifah dan itu adalah Adam. Sehingga membuat Iblis tersinggung karena Iblis lebih dulu diciptakan sebelum Adam dan Iblis diciptakan dari Api sedang Adam dari tanah karena menurut Iblis api lebih baik dari tanah. Kesombongan Iblis inilah yang menutupi ketaatannya karena Iblis menggunakan logika. Akhirnya Alloh mengeluarkan Iblis dari Surga. Jadi Pembangkangan muncul ketika akal menjadi panglima. Segala sesuatu dilihat dari akal karena hati belum diasah.

Jadi sebelum akal anak aktif, tugas orangtua mengikat hatinya dulu. Akal anak aktif mulai umur 5 tahun. Rasul menyatakan jika anak sudah bisa membedakan kanan kiri maka akalnya sudah jalan. Maka tugas orangtua di umur 0-5 tahun anak adalah mengikat hatinya. Kalau tidak terikat hatinya maka anak tidak memiliki ikatan emosi dan yang terjadi terlatihlah akalnya (berfikir, bertanya). Sehingga saat besar, anak akan menjadi pribadi yang ngeyel dan melawan.

Dalam surah An Nahl ayat 78 “Dan Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur”. Dari ayat ini maka bayi baru lahir, urutannya selalu pendengaran, penglihatan dan hati. Akal belum jalan. Alloh ingin memberitahu para orangtua, siapa yang sering di dengar suaranya, sering dilihat wajahnya itulah yang akan mengikat hati anak. Sehingga ada anak yang memiliki ayah namun melawan terus pada ayahnya karena waktu kecil tidak pernah di dengar suara dan dilihat wajahnya.

Ketika bayi baru lahir, ajak anak bicara karena inilah fase mengikat hati. Dan harus bertatap-tatapan. Bayi itu sunnahnya beradu muka dengan muka. Karena anak sedang menscan wajah ayah ibunya dan orang terdekat yang akan dimasukkan ke alam bawah sadarnya. Wajah itu yang akan dikenang disaat nanti anak membutuhkannya saat tua. Menurut penelitian jarak pandang bayi maksimal 30 cm (dibawah 6 bulan). Bila ayah ibunya sering di dengar dan dilihat oleh anaknya maka setelah 6 bulan, bayi akan muncul emosinya. Istilah yang biasa disebut bau tangan. Justru benar bila anak bau tangan artinya anak tergantung pada orangtuanya. Orangtua merasa bangga bila anak mudah dipegang orang padahal sensori anak adalah menseleksi orang (bila tidak dikenal, anak tidak mau). Bila ada anak yang mudah dipegang adalah tanda anak yang rawan terkena pelecehan seksual karena dari kecil tidak dibedakan mana yang pengasuh utama dan orang asing.

Ikatan batin dengan ayah-ibunya akan membuat anak di masa dewasa mudah dikendalikan bahkan sensitifitas emosinya kuat dengan orangtuanya. Ikatan hati itu penting. Jadi bila anak tiba-tiba ngeyel dan membangkang maka orangtua gagal mengikat hatinya karena lebih mengandalkan pola menasehati, memarahi. Yang dibutuhkan anak bukan nasehat. Anak hanya butuh figur ayah dan ibunya. Banyak orangtua merasa dengan ceramah, anak akan berubah. Ternyata tidak melainkan membutuhkan cinta dari orangtua lewat wajah yang sungguh-sungguh mencintai apa adanya. Dan salah satu indikator anak mau dinasehati adalah mau naik kendaraan bersama orangtuanya.

Lalu bagaimana bila anak telah terlanjut membangkang ? Taklukkan hatinya dan buat anak jatuh cinta pada Anda. Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Cinta akan membawamu kembali kesini, jika tidak hari ini mungkin nanti. 

Sumber : Ust. Bendri Jaisyurrahman. Mengikat hati anak, sebelum menundukkan pikirannya.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*