Dosen UNPAD Inspiratif, Dwi Indra Purnomo

Dwi Indra Purnomo

Nama pak Dwi Indra Purnomo terlalu tenar bagi kami, dosen magang UNPAD tahun 2017. Pak Dwi Indra Purnomo hadir di awal sebagai direktur kerjasama & korporasi akademik membahas tentang entrepreneurship, kemudian menjadi fasilitator PEKERTI dengan slogan “cari aja di google”, mengajari kami tentang desain thinking dan membuat kami terhipnotis di akhir magang dengan mengajak kami ke UKM binaan beliau padahal sehari sebelumnya beliau turun tahta dari direktur kerjasama. Namun hari ini, Alloh SWT mengamanahkan beliau menjadi wakil dekan FTIP (Fakultas Teknologi Industri Pertanian).

Jika kamu mendengar nama Dwi Indra Purnomo, apa yang terlintas di pikiranmu ? Beliau adalah seorang anak yang sangat mencintai ibunya, pakar socio entrepreneur, pakar desain thinking, slogan jangan lelah berproses, kewirausahaan, rumah kolaborasi, sangat menginspirasi. Jujur saat beliau membahas desain thinking, disitu saya benar-benar ingin belajar lebih dalam tentang desain thinking karena ini cocok untuk diterapkan di kampus.

Apapun yang beliau ucapkan selalu bisa jadi quote inspiratif dan dibukukan. Saya masih ingat, beliau mengatakan “seharusnya dosen adalah agent of change“. Disitu saya makjleb karena kata-kata “agent of change” mengingatkan saya pada pusat riset FK UI, pak Budi Wiweko. Dan itu buat saya mewek..

Pak Dwi Indra Purnomo lulus doktor di umur 31 tahun dan untuk mengejar doktornya, pak Dwi harus pergi ke Bogor pagi hari dan kembali ke Bandung sebelum sore karena harus mengajar di Jatinangor UNPAD karena Beliau adalah dosen di Fakultas Teknologi Industri Pertanian.

Sumber energi beliau adalah ibu nya. Ibu nya lah yang mengajarkan untuk selalu memberi pada setiap orang dan ternyata tidak pernah habis rejekinya walaupun hidupnya pas-pasan. Ibunya pensiun di umur 48 tahun dengan pangkat sersan I. Ibunya berhenti bekerja karena khusus untuk mendampingi pak Dwi sekolah. Sehingga pengorbanan seorang ibu luar biasa bagi pak Dwi. Selalu percaya, saat kau sayangi ibumu maka sukses dunia akhirat itu pasti.

Khasnya beliau selalu menekankan untuk berproses. Bukan semua harus dilihat dari hasil. Selain itu, saat beliau membahas desain thinking maka beliau akan mengatakan “empati harus kita rasakan yaitu mengerti orang lain” dan “temukan hidden patterns nya”.

Terimakasih pak Dwi untuk semua ilmu yang telah bapak berikan untuk kami. Terimakasih telah menjadi sosok yang inspiratif untuk kami. Bersyukur Alloh SWT ijinkan kami mengenal bapak walau sedih karena kami tidak bisa lagi terstimulus oleh ilmu baru dari Bapak. Tapi kami tidak akan menyerah. Pesan kami, teruslah menjadi bapak yang humble, anak yang sholeh dan bermanfaat untuk banyak orang.

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*