6 Cara Mendidik Anak Laki-laki

Malpraktek paling berbahaya di negeri ini adalah menjadi orang tua dalam melakukan pengasuhan pada anak-anak. Tertuduh pertama jika anak menyimpang, bukan guru dan lingkungan saja namun Rasulullah SAW menyebutkan “yang menyebabkan anak-anak menyimpang adalah orangtua terutama ayahnya”.

Laki-laki adalah Qawwam bagi kaum perempuan. Laki-laki sejatinya memiliki qawwam seperti makanan yang memberikan dampak di sekitarnya dari yang lemah menjadi kuat. Karena itu, wanita yang memiliki suami qawwam, ia akan memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi. Kalau dia merasakan kegelisahan, suaminya akan mengatakan kamu bisa.

Seperti keqawwaman Rasulullah nampak dari istri-istrinya yang mana setelah menikah, semua potensi istri-istrinya terkembangkan dengan baik. Aisyah tercatat sebagai salah satu gurunya dari ulama fiqih dan sudah hafal lebih dari 1200 hadist. Istri Rasulullah yang lain yaitu Zainab, potensinya sebagai seorang ahli duta sosial / ummul masakin (ibunya orang-orang miskin). Hafsah menjadi ahli ibadah /orang yang rajin puasa dan qiyam. Maimunah keahliannya menulis (beberapa kitab wahyu Alloh ditulis oleh Maimunah dan dia menyimpannya). Jadi istri Rasulullah menjadi bintang karena fungsinya membuat tegak berdiri.

Dimanapun dia (laki-laki) berada, dia memiliki jiwa untuk membentuk orang lain. Selain itu, qawwam adalah adil dan seimbang. Sehingga ciri qawwam adalah cepat mengambil keputusan dan tidak ragu-ragu. Itulah mengapa laki-laki yang memiliki sifat qawwam cenderung berani mengambil jabatan-jabatan dan kepemimpinan. Qawwam juga pemimpin.

Laki-laki pada dasarnya memiliki bekal ini sedari awal dia diciptakan saat ditiupkan ke perut ibunya. Maka tugas pendidikan pengasuhan anak laki-laki adalah menjaga qawwam jangan sampai hilang ketika nanti diasuh oleh orangtua yang salah. Qawwam hilang seiring bagaimana hilangnya peran ayah.

Target orang tua yang memiliki anak laki-laki adalah cetaklah anak laki-laki menjadi ahli ilmu atau ulama karena identik dengan pewaris Nabi. Kedua, bekali anak untuk menegakkan agama. Belajarlah dari pengasuhan Rasulullah SAW karena beliau adalah contoh model manusia terbaik. Meskipun sejak kecil Rasulullah yatim tapi ia memiliki ayah pengganti (kakeknya). Saat kakeknya wafat diasuh oleh pamannya.

1. Masa kecilnya kuatkan dengan bahasa Ibu.

Rasulullah dari umur 0-5 tahun disusui oleh halimah Sa’diyah. Mengapa Rasulullah di didik di Bani Saad ? karena saat itu bahasa arab di Quraisy rusak karena itu Rasulullah harus belajar bahasa Arab yang fasih di kampung Bani Saad. Salah satu cara mendidik anak supaya tumbuh menjadi pribadi yang berbudi pekerti dimulai dari bahasanya.

Menurut Al Qur’an, perbaikan pertama adalah bahasa. Seperti dalam surah Al Ahzab ayat 70 “Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kamu kepada Alah dan ucapkanlah perkataan yang benar”. Niscaya dengan perkataan yang benar itu memperbaiki amalanmu dan menghapuskan dosa-dosamu. Karena itu, Jangan sepelekan bila anak laki-laki berbicara kasar karena akan mempengaruhi kepribadiannya. Bahasa itu ada rasa. Kalau dari kecil dibiasakan bicara kasar maka akan mempengaruhi juga sifat kasarnya yang akhirnya akan mudah mengikuti hal yang buruk. Bahasa ibu mungkin terlihat formal tetapi sebenarnya itu mengasah kepekaan anak termasuk rasa sehingga ia empati pada orang. Karena itu, orang-orang kasar itu tidak ada bahasanya formal. Di umur ini, jangan ajarkan anak bahasa asing. Umur 7 tahun barulah dikuatkan bahasa asing seperti Muhammad al fatih.

Menurut penelitian, di umur 7 bulan dalam kandungan, suara yang bisa didengar adalah suara ayah dibandingkan suara ibu. Karena tone suara ayah lebih masuk ke resonansi frekuensi pendengaran anak. Jadi di umur ini, suami yang harus banyak berdialog bacakan quran di depan perut istrinya sambil mengelus. Umur 0-6 bulan itu jarak pandang bayi 30 cm karena itu bila bicara dengan bayi umur 6 bulan tidak boleh dari jauh. Umur ini akan menscan wajah yang paling banyak dalam memori dia yang akan ia munculkan disaat remaja.

2. Masa pra Baligh umur 6-7 tahun

Rasulullah SAW diumur sebelum menjelang baligh, ia mengembala kambing. Kenapa harus menggembala kambing? Di beberapa bahasa Sirah, ternyata dari menggembala kambing ini Rasulullah diajarkan kepemimpinan efektif. Menggembala kambing tidak semudah yang dibayangkan. Kambing itu syahwatnya tinggi dan tidak memiliki akal. Sehingga hebat bila ada lelaki yang bisa menggembala kambing karena telah memiliki teknik menaklukan kambing. Kambing saja bisa ditaklukan apalagi manusia. Dari sini anak akan bisa mengurus sesuatu seperti memelihara hewan adalah salah satu cara mendidik anak laki-laki. Dia belajar bertanggungjawab.

3. Masa baligh Rasulullah sudah mulai berdagang.

Ada nilai yang tak sadar bahwa berdagang itu tidak hanya sekedar transaksi jual beli. Berdagang di Zaman Rasulullah adalah jalan-jalan (safar). Seorang lelaki harus memiliki keunggulan berani safar. Kenapa Alloh turunkan Islam di Arab ? Dalam surah Quraisy ayat 2 “kebiasaan mereka (orang-orang quraisy) bepergian pada musin dingin dan musim panas”. Mengapa ada hubungan Islam turun di Arab dengan kebiasaan jalan-jalan? Bayangkan bila Islam turun disuatu suku yang betah berada di kampung. Maka kebiasaan jalan-jalan, gerakan Islam menjadi cepat. Karena itu, tabiat laki-laki harus jalan dan jangan dirumah. Ajarkan anak bahwa “ilmu itu kita datangi bukan kita datangkan”. Keberkahan suatu ilmu, kita datangi. Tahan banting anak laki-laki adalah di safar karena itu orang tua mengajarkan pendidikan dengan jalan-jalan.

4. Diumur 15 tahun

Rasulullah magang perang fijar. Rasulullah hanya bertugas mengambil anak panah dan hanya melihat. Di umur ini, anak sudah melihat gambaran bahwa dewasa itu akan ngapain. Karena itu, bila anak libur harus sudah mulai di magangkan dalam aktivitas pekerjaan orang dewasa. Yang hilang di anak sekarang adalah dari remaja tidak memiliki visi mau ngapain saat dewasa. Makanya ia tidak memiliki gambaran menuju apa. Anak lelaki sekarang kalau tidak jelas mau melakukan apa maka di masa remaja akan memuaskan syahwat dia saja karena tidak tahu mau meraih apa. Karena itu tugas orangtua adalah membuka jalan.

Umar bin Abdul Aziz al Marwan saat muda bandelnya tidak ketulungan. Bapaknya seorang gubernur di Mesir. Setiap bulan, ia diberi seribu dinar. Disebutkan dalam kitab Sirah, suatu hari dengan sepupunya naik kuda dan saat sedang naik kuda tiba-tiba ia jatuh. Saat jatuh, ia terbentur ke tanah sehingga jidatnya luka. Sepupunya bersorak gembira. Sepupunya mengatakan “kakekmu Umar bin Khatab pernah bilang akan muncul generasi hebat dari keturunanku yang memiliki ciri bekas luka di jidatnya”. Kemudian saat pulang, Umar bin Abdul Aziz berpikir saat melihat kaca “jangan-jangan pemimpin yang dimaksud itu adalah saya”.

5. Masa dewasa awal (Rasulullah aktif di organisasi)

Rasulullah di umur 21 tahun, membuat perjanjian untuk menegakkan hukum di kota Mekkah dalam suatu organisasi bernama hilful fudhul. Ada pedagang dari Persia yang barangnya dibeli tapi tidak dibayar oleh Uwais bin Ash. Maka Rasulullah berteriak diatas bukit “wahai penduduk Mekkah apakah tidak ada kemuliaan kalian sehingga orang lemah di dzolimi di kampung ini”. Sehingga beberapa orang berkumpul membuat kesepakatan yang disebut hilful fudhul yaitu bagaimana menegakkan hukum di Kota Mekkah.

Salah satu prestasi Rasulullah di umur 21 tahun adalah membebaskan seorang wanita yang diculik oleh Bai Najasy. Maka ketika anak berada di umur remaja, harus aktif di organisasi yang mengasah. Dia hanya akan menjadi hamba akal saja bila tidak diasah qawwam nya dengan aktif di organisasi. Maka kepeduliannya hanya sampai akal.

6. Memilih pasangan yang tepat yang membuatnya terasah yaitu ketika tidak salah memilih khadijah. Pasangan berpengaruh.

Sumber : Tuntunan Islam dalam Mendidik Anak Laki-laki. 24 April 2014

loading...
Share

1 Comment

  1. Ini sih mata materi mk perkembangan peserta didik dan kelengkapannya dapat dilihat dlm google scholar judul.buku itu akan dapat dikani secara detail

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*