Orang yang Beriman Pasti akan Ridho

Dosa membuat manusia jadi sempit. Orang baik adalah orang yang tidak hanya mencintai kebaikan tapi juga dicintai kebaikan. Cinta sepihak tidak enak. Maka cintailah kebaikan sampai kebaikan hadir mencintaimu.

Mencintai orang baik belum cukup. Orang yang mencintai kebaikan, orang tersebut akan cinta pada orang baik.

Carilah kebaikan pada amal. Maka beramalah dengan sepenuh hati. Ciri amal sepenuh hati, hati menerima amal tersebut. Apa yang paling disukai hati ? Bagaimana agat hati menyertai amal ?

Kebaikan adalah cahaya yang hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh hati. Contoh ada teman yang ditengah kesibukan masih menyempatkan dhuha. Kalau pakai hati, dia saja bisa. kenapa kita tidak. Tapi kalau pakai mata, karena lagi miskin. Orang yang melakukan kebaikan tanpa hati, seperti masuk ruang makan dalam keadaan gelap.

4 macam amal baik :

  1. Qalbiyah. amal baik yang dirasakan. Sabat itu hanya ada dalam rasa ikhlas, tawadhu dan ridha
  2. Qauliyah (yang diucapkan)
  3. Fi’liyyah (yang ditindakkan)
  4. Maaliyyah (yang diberikan)

Bila amal qalbiyah yang sangat pokok dilakukan dengan sepenuh hati maka amal qalbiyah yang lain akan dilakukan dengan sepenuh hati yaitu ridho. Bila kita ridho, amal qalbiyah yang lain bisa dilakukan dengan sepenuh hati karena amal qalbiyah membutuhkan ridho. Mungkinkah orang yang sabar dengan sepenuh hati bila belum ridho ?

Ridho adalah bukti bahwa apapun yang terjadi adalah atas ijin Alloh. Ridho adalah konsekwensi dari iman / alamiahnya iman. Secara alamiah, orang yang beriman pasti akan ridho, baik yang enak maupun yang tidak enak.

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Saat kita berada dalam gelapnya kesulitan, kesempitan dan kesusahan hidup, itu artinya pertanda Alloh hadir mengunjungi kita. Dalam gelapnya kesulitan hidup, seorang mukmin akan merasakan Alloh “hadir” dalam kehidupannya. Seorang mukmin tidak mungkin tidak ridho. Tidak ridho berarti berpaling saat Alloh “menemuinya”.

Ridho berarti suka citanya hati dengan pahitnya keputusan Alloh karena meyakini akan adanya kebaikan yang tersimpan di dalamnya.

Sekejappun Alloh tidak akan membiarkan kita hidup tanpa kenikmatan. Hilang dan berkurangnya nikmat duniawi adalah pertanda Alloh akan memberi nikmat yang lebih berarti yakni nikmat ukhrawi.

Membiarkan orang lain memanfaatkan diri kita maka kita akan bermanfaat. Jadi biarkan orang lain memanfaatkan diri kita. Bersyukurlah bila ada yang memanfaatkan diri kita.

Sumber : Ust. Syatori. Tadabbur An Nur Ayat 61 di Masjid Nurul Ashri Yogyakarta. 30 Juli 2018

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*