Perjuangan ke Masjid Agung Trans Studio Bandung

Apapun permohonan kita, akan selalu Alloh SWT kabulkan selama kita berusaha keras untuk mencapainya. Bisa menginjakkan kaki di Bandung adalah luar biasa karena saya tinggal sementara di Jatinangor. Perjalanan menggunakan damri kurang lebih ditempuh 1-1,5 jam. Jadi setelah selesai mengikuti acara di Bandung, otak saya langsung tertuju pada  Masjid Agung Trans Studio Bandung. Gimana caranya ke Masjid nya Ust. Hanan Attaki.

Tanggal 1 Agustus 2017, saya menghadiri acara wisuda UNPAD gelombang IV sesi yang pertama. Inilah perjalanan kami yang pertama ke Bandung bersama teman-teman dosen magang. Berangkat dari Jatinangor jam 06.00 WIB. Alhamdulillah tiba di Gedung Sanusi Dipatiukur Bandung sekitar jam 07.30 WIB. Menjadi kehormatan bagi kami bisa mengikuti prosesi wisuda UNPAD. Acara wisuda selesai sekitar jam 11.30 WIB. Setelah acara wisuda, kami dosen magang berpencar sesuai urusan masing-masing. Dan saya memilih untuk ke trans studio bandung.

Perjalanan ke Masjid Agung Trans Studio Bandung dari Dipati ukur belum menarik. Karena saya memutuskan untuk mencari cara yang cepat. Dan pilihan saya jatuh dengan memesan transportasi online. Saya cukup membayar Rp 21.000,- dari Dipatiukur ke Masjid Agung Trans Studio Bandung.

Alloh SWT benar-benar kabulkan permohonan saya. Saya tepat di depan Masjid yang selama ini hanya bisa saya lihat di IG saat Ust. Hanan Attaki ceramah. Masjid yang begitu megah, bersih dan nyaman. Benar-benar membuat orang betah tak ingin meninggalkan masjid ini.

Saat melangkahkan kaki di depan Masjid Agung Trans studio, sudah terpisah antara laki-laki dan wanita. Wanita ada di sisi Kanan. Saya pun mulai berjalan dan terhenti tepat di depan tempat wudhu. Masya Alloh tempat wudhu dan kamar mandinya bersih sekali. Bahkan saya sempat bingung menyalakan kran wudhu nya karena unik banget bentuknya. Baru pertama kali lihat ada kran air wudhu begitu. Haha. Setelah selesai wudhu, tempat shalat wanita ada di lantai 3. Bisa juga sih di lantai 2 tapi hanya sedikit shoff untuk wanita. Tangga menuju lantai 2 dan 3 melingkar dan banyak anak tangga. Haha. Tapi terbayar lunas saat sudah sampai di lantai 3 walau nafas tak beraturan. Masyaalloh indahnya rumahNya. Alhamdulillah saya bisa merasakan shalat Ashar berjamaah. Dan saatnya saya harus putar otak bagaimana cara pulang ke Jatinangor. Haha

Perjalanan pulang dari Masjid Trans Studio Bandung ke Jatinangor adalah pengalaman yang tak terlupakan. Karena saya benar-benar merasakan perjuangannya. Saya memilih untuk naik angkot karena saya tahu pasti tidak ada transportasi online yang mau ke Jatinangor.

Mulai dari salah arah naik angkot. Sudah nyebrang eh ternyata arah nya salah jadi kembali nyebrang lagi. Di depan trans studio naik angkot warna merah sampai ke perempatan kiara condong. Lalu naik angkot hijau sampai ke Cibiru. Dari Cibiru naik angkot lagi warna merah sampai ke cileunyi. Cileunyi ke Jatinangor pake angkot warna coklat. Jadi saya merasakan pindah angkot 4 kali untuk menuju jatinangor. Dan alhamdulillah sampai pondokan jam 17.00 WIB.

Sangat-sangat menyenangkan bisa merasakan naik angkot dari Bandung ke Jatinangor. Kebahagiaan yang tak ternilai bisa ke Masjid Agung trans studio Bandung. Saya akan jelajahi lagi Masjid-masjid di Bandung. Tunggu reportase saya selanjutnya ya.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*