Al Jabbar. Alloh Yang Maha Memperbaiki Keadaan

Al Jabbar diambil dari kata Jabiroh yang artinya kayu yang digunakan untuk menopang tulang, untuk mengembalikan kepada keadaan semula setelah mengalami patah. Dari kata itulah, Alloh memilih namaNya yaitu Al Jabbar yang Maha memperbaiki keadaan, memulihkan keadaan orang-orang yang sedang mengalami penderitaan. Nama Alloh Al Jabbar ini adalah nama yang diperuntukkan untuk orang-orang yang sedang remuk redam, sedang menderita, sedang mengalami kesedihan seakan-akan Alloh berkata pada mereka “Wahai orang-orang yang sedang menderita, yang sedang remuk redam datanglah kepadaKu maka Aku akan memulihkan keadaanmu”.

Alloh Al Jabbar ingin memanggil seorang wanita yang mungkin di dzolimi oleh suaminya lalu berkata “siapa bagimu selain Alloh Al Jabbar”. Alloh ingin berkata pada karyawan yang di dzolimi atasannya “siapa bagimu selain Alloh Al Jabbar”. Alloh memanggil orang-orang yang ditipu dalam berbisnis dengan mitra bisnisnya “siapa bagimu selain Alloh Al Jabbar”. Bagi orang-orang yang teraniaya “siapa bagimu selain Alloh Al Jabbar”.

Penderitaan ada dua yaitu penderitaan fisik dan jiwa. Ada luka fisik, ada luka jiwa. Jika para dokter hanya mampu mengobati penderitaan fisik tapi Alloh Al Jabbar, Dia bukan hanya memperbaiki dan memulihkan penderitaan fisik, tapi Dia memulihkan pederitaan luka fisik dan luka hati.

Salah satu doa Rasulullah SAW “Wahai Alloh yang memperbaiki orang yang remuk redam, Wahai Alloh yang memulihkan keadaan sedang menderita, bersedih”. Dan doa Rasulullah SAW “Ya Alloh berikanlah kepadaku rezeki untuk mencintai orang-orang miskin”. Kenapa demikian? Dalam hadist, beliau bersabda Sesungguhnya orang-orang yang miskin dan orang-orang yang sedang merasakan takut ada dalam tanggungan Alloh SWT”.

Dari awal Alloh bisa menghalangi kita dari penderitaan fisik maupun hati. Tetapi mengapa tidak dari awal Alloh halangi penderitaan itu. Kenapa demikian? Alloh sengaja membiarkan penderitaan itu datang dulu kepada kita. Setelah kita mengalami penderitaan, kesedihan maka kita akan mendatangi Alloh dengan perasaan remuk redam, dengan perasaan sangat menderita lalu kita menyebut namaNya di shalat malam yang dibarengi dengan perasaan remuk redam membuat kita merasakan manisnya penghambaan kepada Alloh SWT.

Setiap penderitaan yang membuat kita datang kepada Alloh lalu kita merasakan manisnya ketaatan dan penghambaan saat kita sedang sedih maka itu tidak layak disebut penderitaan. Sesungguhnya bencana yang lebih besar dari itu adalah ketika kita mengalami penderitaan tapi kemudian penderitaan itu tidak membawa kita datang kepada Al Jabbar. Kenapa demikian? Jika kita menderita lalu tidak datang kepada Al Jabbar berarti kita telah tergoda, tertipu oleh rayuan setan. Kenapa? Karena saat kita menderita, setan berbisik kepada kita “janganlah engkau datang kepada Alloh. Nanti saja datang kepada Alloh setelah masalahmu selesai. jika engkau datang kepada Alloh saat menderita sesungguhnya engkau orang munafik”. Kenapa setan begitu inginnya menghalangi kita mendatangi alloh disaat kita menderita? karena setan tahu bahwa disaat kita menderita, sedih dan luka, kita akan merasakan manisnya penghambaan kepada Alloh SWT.

Nabi Musa lahir di masa Firaun yang pada saat itu Firaun memberi undang-undang siapa yang melahirkan anak laki-laki maka anak laki-laki itu akan dibunuh. Apa yang terjadi? Nabi Musa lahir di masa itu. Ibunya merasakan kekhawatiran, ketakutan, kesedihan tetapi kemudian ada Alloh Al Jabbar. Apa kata Alloh kepada ibunya? “Janganlah kau takut. Susuilah dia. Tapi jika kau masih takut, khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah ke sungai”. Apa yang dilakukan Alloh Al Jabbar? Alloh berfirman “janganlah engkau takut. Janganlah engkau sedih. Sesungguhnya Aku akan mengembalikannya kepadamu. dan Aku akan jadikan dia seorang Rosul”. Dan betullah. Saat dihanyutkan ke sungai, bayi Nabi Musa ditemukan oleh kerajaan Firaun. Saat di kerajaan Firaun, lalu apa yang terjadi? Nabi Musa yang saat itu masih bayi tidak mau menyusu pada siapapun. dia selalu menolak hingga saudari dari Nabi Musa datang menawarkan orang yang akan menyusui Nabi Musa. dan itu adalah Ibunya. Kenapa demikian? Karena Alloh adalah Al Jabbar.

Alloh ingin mengatakan “Jika kau menderita, jika kau mengalami kesedihan dan luka, datanglah kepadaKu. tidak mungkin engkau datang kepadaKu lalu Aku tidak memberikan jalan keluar kepadamu”. Boleh jadi Alloh memperbaiki keadaan kita tidak langsung. Namun yang jelas, itu pasti akan Dia perbaiki keadaan.

Isra Mi’raj adalah JabbarNya Alloh kepada Nabi Muhammad SAW yang sedang berduka .

Bagaimana Alloh memperbaiki keadaan orang-orang yang di dzolimi, orang-orang yang mungkin dikhianati? Caranya adalah Alloh menghukum orang yang dzolim, orang yang jahat itu. karena itu, ada yang mengatakan bahwa Al Jabbar artinya Maha menghukum. Seakan sama dengan Alloh Al Muttaqin (Allah Maha Membalas). Ternyata pada ulama mengatakan tidak sama. Ketika Alloh bersifat Al Muttaqin itu konteksnya hanya untuk orang dzolim saja. Tapi Al Jabbar kaitannya bukannya kepada orang dzolim tetapi kepada orang yang terdzolimi, Alloh hibur dia. Bagaimana caranya? Alloh hukum orang-orang yang dzolim itu.

Wahai pemilik perusahaan, janganlah Anda mengdzolimi karyawan Anda dengan memberikan gaji yang tidak layak kepada mereka. Tidakkah Anda khawatir dia akan datang kepada Alloh di tengah malam. Dia mengadu dan menangis kepada Alloh “Wahai Alloh yang Maha memulihkan, pulihkanlah keadaan hatiku ini ya Alloh”.

Sumber : Ustadz. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna tv one, 13 Desember 2014.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*