Mendidik Anak Perempuan

Mendidik anak perempuan

Wanita adalah benteng terakhir dalam pertahanan umat. Ketika wanitanya sudah rusak maka lihatlah apa yang akan terjadi di masyarakat. Sejarah membuktikan bila wanitanya sudah rusak biasanya anaknya rusak. Ketika Istrinya Nabi Nuh adalah kafir maka anaknya juga kafir. Berbeda bila ayahnya yang rusak, masih ada peluang berubah karena benteng terakhir masih ada yaitu ibunya. Seperti Fir’aun rusak tetapi seorang Asiyah yang mukminah mampu mendidik seorang lelaki Hebat yaitu Musa AS di Istana Fir’aun.

Dalam surah An Nahl ayat 58  “Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah”. Dari surah tersebut menjelaskan bahwa memiliki anak perempuan adalah suatu aib yang sangatlah besar di Zaman tersebut (Jahiliyah) karena menjadi bahan bullyan di masyarakat sehingga ketika tidak mampu menanggung bully maka yang dilakukan adalah membunuh dan mengubur hidup-hidup anak perempuan tersebut.

Mengapa semua anak perempuan baginda Rasulullah SAW hidup semua ? sementara anak laki-laki nya wafat. Inilah rencana Alloh SWT. Ada hikmahnya yaitu Rasulullah SAW ingin mendongkrak tradisi Jahiliyah yang sangat menghinakan perempuan. Alloh ciptakan anak Rasulullah SAW yang bertahan hidup adalah perempuan mulai dari Zainab hingga Fatimah.

Karena itu, salah satu tugas kenabian adalah mengangkat derajat kaum perempuan yang dihinakan tersebut. Kepada kaum wanita, berterimakasihlah pada ajaran Islam terutama baginda Rasulullah yang telah diutus oleh Alloh SWT karena salah satu tradisi jahiliyah tentang anak perempuan telah dihancurkan.

Rasullullah mengeluarkan hadits tentang keutamaan anak perempuan lebih banyak karena ingin meluruskan dan menyakinkan bahwa anak perempuan adalah keutamaan yang luar biasa. “Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan kemudian mendidik dua anak perempuannya hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini) dan beliau mengumpulkan jari kemarinya” (HR. Muslim).

Belajar dari 4 wanita terbaik

“Sebaik-baiknya wanita di Surga adalah empat orang. Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwalid. Fathimah binti Muhammad dan Asiyah binti Muzahim” (HR. Ahmad). Dan juara pertamanya adalah seperti Surah Al Imran ayat 42 “Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Alloh telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)”.

Sebelum Imran (Ayah Maryam) wafat, beliau melakukan seleksi mengenai siapa yang pantas untuk menjadi pengasuh Maryam ketika Imran wafat nanti. Mengapa Imran melakukan hal seperti ini? Karena Imran memiliki anak di waktu senja maka Maryam harus diasuh oleh orang terpilih yaitu pemuka agama/orang sholeh. Kemudian berdasarkan petunjuk dari Alloh, Imran meminta kepada seluruh pengasuh untuk menulis sesuai hafalan mereka (firman Alloh) kemudian melemparkan pensil/pulpen yang telah digunakan untuk menulis ke sungai yang ada di sekitar mereka dimana sungainya sangat deras. Imran memberitahukan bahwa siapa yang pulpennya tenggelam maka dia gagal menjadi pengasuh Maryam. Dan Nabi Zakariah (Paman Maryam) yang menang (pulpen tidak tenggelam dan malah melawan arus sungai). Apa pesannya ? Untuk mendidik anak perempuan, harus berani melawan arus.

Maryam tinggal di Mihrab Baitul Muqoddas maka jangan sepelekan bila anak perempuan betah dirumah karena memang salah satu tujuan pendidikan anak perempuan adalah betah dirumahnya sendiri. Kegagalan anak perempuan bila gampang sekali keluar dari rumahnya. Tempat terbaik wanita adalah di rumahnya.

Sesuai hadist Rasulullah SAW, lelaki yang sempurna banyak tetapi wanita yang sempurna hanya dua yaitu Maryam dan Asiyah.  Mengapa mereka menjadi perempuan terbaik ? Karena mereka memiliki dua ciri yaitu menjaga kesucian bukan sekedar keperawanan. Kedua, mendukung kenabian di Zamannya.

Perempuan suci itu memiliki amalan dasar yang berpengaruh terhadap karakter mereka. Hal ini sesuai hadist Rasulullah SAW yang disampaikan oleh Ibnu Hibban bahwa perempuan memiliki empat amalan khusus dan ini merupakan standar perempuan terbaik dalam Islam yang mana amalan ini memiliki pengaruh terhadap karakternya nanti ketika menjadi seorang perempuan

  1. Menjaga shalat lima waktunya

Ketika seorang perempuan rutin shalatnya maka kejahatan batin (rasa iri, dengki, hasad) dan kejahatan fisik tidak muncul.

  1. Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan

Perempuan disuruh puasa Ramadhan agar tidak menjadikan dirinya liar atau konsumtif. Kenapa spiritual suami berkurang setelah menikah? karena mendapat perempuan yang tidak memiliki kepedulian terhadap akhirat.

  1. Menjaga kehormatannya

Perempuan cenderung bisa menekan nafsu syahwat kepada suaminya

  1. Taat kepada suaminya

Perempuan dapat menahan nafsu akalnya. Kalau sudah memiliki suami, walaupun suaminya S1 sementara dia S2, dia tidak boleh sombong. Selama tidak ada maksiat dalam keputusan suami, istri harus taat.

Rasulullah SAW mengatakan masuklah kedalam surga dari pintu manapun. Rasul ingin memberitahu bahwa seolah-olah perempuan yang memiliki 4 amalan tersebut sudah menjadi pemilik surga. Inti dari empat amalan tersebut adalah wanita dapat menahan diri. Sehingga akan muncul sifat qanaah (cukup dengan apa yang dia terima), sabar terhadap kekurangan, syukur terhadap apa yang diterima.

Mendukung kenabian di Zamannya

Maryam berperan mendidik Nabi Isa (Anaknya) menjadi Nabi. Khadijah mendukung Suaminya. Fathimah mendukung Ayahnya. Asiyah Mendidik anak orang lain (Nabi Musa). Profesi terbaik perempuan selain ibu dan istri adalah guru.

Sumber : Ust. Bendri. Mendidik Anak Perempuan. 10  Agustus 2017

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*