Andai Kita Lebih Percaya Diri, Wahai Indonesia

Andai Kita Lebih Percaya Diri, Wahai Indonesia

Seorang dosen sirah Nabawiyah, Doktor Abdul Aziz Muhammad memiliki kebiasaan ketika memulai kelas pertamanya adalah mempresensi nama-nama mahasiswanya sambil menyebutkan dari mana asal negaranya. Orang-orang Rusia dan Aljazair banyak duduk di kursi bagian depan, terkenal dengan hobi sering bertanya dan paling rajin mengingatkan dosen kalau ada tugas yang harus dikumpulkan.

Bagaimana dengan orang-orang dari Eropa ? Mereka mewarisi keberanian dan sifat apa adanya ala Barat tapi orientasinya pada kebenaran dan ilmu begitu kuat. Mereka rela malu dan bertanya berkali-kali pada dosen sampai mereka paham. Mungkin di punggung mereka ada pengingat bahwa umat Islam di Eropa adalah tanggung jawabnya.

Sedangkan Indonesia ? Anak-anak Indonesia terkenal dengan kalem ketika kuliah, biasanya berkerumum di deretan kursi kedua dan ketiga, lebih banyak diam dan cenderung tak pernah bertanya, jarang juga menjawab. Tapi kalau datang ujian, anak-anak Indonesia paling sering dapat nilai terbaik. Santun pada dosen, jumlah anak-anak Indonesia banyak dikelas tapi tak pernah bisa mendominasi. Sampai-sampai dosen pernah bilang “kalau kalian lebih percaya diri sedikit, kalian sebenarnya bisa memimpin negeri lain. Tapi sayang kalian lebih banyak diam”. Lanjut beliau “menang di kandang sendiri. Jika terus seperti ini, bagaimana amanah umat Islam sedunia bisa kalian panggul dengan baik?”. Pesan yang sangat menampar dari seorang Dosen Madinah.

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

“Banyak Negara-negara Arab runtuh dengan perang saudara. Seorang ulama juga bilang, kebangkita umat tertunda berpuluh tahun karena adanya pemimpin dictator yang merajai daratan dunia Islam seluruhnya. Sebuah fakta yang pahit. Semua orang tahu ini, tapi tak semua lidah mampu mengucapkannya” tulis Edgar. Tulisan Edgar yang benar sekali.

“Belajarlah dengan baik, anak-anakku bangsa Indonesia. Imam Al Bukhari adalah orang Asia Tengah. Bintang umat ini tak kenal bangsa. Barangkali kalian akan mengisi deretan selanjutnya” Pesan Doktor Abdul Aziz Muhammad. Aamiin.

Jangankan peradaban yang dipergilirkan kejayaannya, Seseorang pun juga digulirkan kehidupannya. Yang dulu tak terlihat, kini menjadi bintang. Yang dahulu bintang, kini hilang tenggelam. Yang jadi masalah, bukanlah apakah kita bintang atau semak belukar. Tapi apakah ketika menjadi bintang, kau bersyukur. Apakah ketika namamu hilang dari panggung, kau tetap bersyukur?. Mudah bagi Alloh mengangkat atau menjatuhkan namamu.

Sumber : Edgar Hamas. Buku Berkah Madinah Penggerak Sejarah.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*