Manajemen Pergaulan

Manajemen Pergaulan

Langkah kedua persiapan pernikahan setelah membentuk karakter pribadi adalah manajemen pergaulan. Betapa banyak kerusakan yang muncul akibat kesalahan pergaulan. Betapa banyak kebaikan yang muncul akibat keshalihan pergaulan. Salah dan shalih, hanya beda huruf. Tapi maknanya berjarak langit dan bumi. Sembari membentuk karakter pribadi seperti yang diuraikan dalam langkah pertama, kita harus sangat memperhatikan pergaulan dalam keseharian. Tentu saja pergaulan yang dimaksud adalah dengan ‘pasangan jenis’, karena dari sinilah ada sangat banyak hal bisa terjadi dan mengubah sejarah hidupmu. Ungkapan saya ini tidak berlebihan. Sangat banyak orang terjatuh ke dalam kehinaan karena pergaulan yang salah.

  1. Memahami kecenderungan fitrah laki-laki dan perempuan. pertama kali akan saya ajak terlebih dahulu mengenali kecenderungan fitrah setiap manusia, terutama dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan. Setelah laki-laki dan perempuan memasuki usia kedewasaan secara fikih, dalam dirinya mulai berkembang hormon kelelakian dan hormon keperempuanan. Muncullah perasaan senang serta tertarik kepada pasangan jenis. Kecenderungan antara laki-laki dan perempuan adalah sebuah karunia dari Allah kepada semua manusia. Karunia ini harus dijaga dan dikelola dengan cara yang benar, agar tidak menyimpang dan tidak menyalahi aturan Allah. Hendaknya setiap laki-laki dan perempuan beriman menyadari sepenuhnya potensi keterjatuhan ke dalam fitnah, takkala membebaskan kecenderungan tersebut tanpa koridor aturan dan norma
  2. Etika interaksi offline. Oleh karena kecenderungan yang sedemikian kuat antara laki-laki dan perempuan, maka memerlukan sejumlah etika untuk batasannya. Islam tidak melarang interaksi antara laki-laki dan perempuan, namun Islam memberikan etika dan batasan yang harus ditaati agar selalu terjaga martabat mulia manusia. Betapa banyak kerusakan yang muncul pada pribadi dan masyarakat akibat tidak dipatuhinya etika interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit kelamin, aborsi, pembunuhan bayi hasil hubungan gelap, ketidakjelasan nasab, hingga penyakit AIDS adalah contoh kerusakan yang muncul akibat tidak mematuhi etika interaksi. Pergaulan bebas telah melahirkan sangat banyak petaka dalam kehidupan nyata.¬†Etika offline. Berikut adalah etika interaksi secara langsung (offline) antara laki-laki dan perempuan, yang harus kamu perhatikan, untuk menjaga kebaikan bersama: a. interaksi laki-laki dan perempuan hendaknya dengan agenda yang jelas. Tidak sekedar ‘mencari-cari’ bahan pembicaraan, tanpa kejelasan tujuan yang penting. Baik laki-laki maupun perempuan harus menggunakan pakaian yang menutup aurat, yang akan menjaga kehormatan masing-masing. Dalam interaksi, kita tetap harus menjaga pandangan. Tidak boleh berdua-duaan. Jika hal yang ingin dibicarakan cukup serius, bisa mengajak teman yang dipercaya bisa menjaga rahasiamu. Selalu berlindung kepada Allah dari bisikan setan dan perbuatan dosa. Etika online adalah etika interaksi secara online antara laki-laki dan perempuan : sebagaimana etika interaksi langsung, maka dalam dunia online juga tidak dibenarkan laki-laki dan perempuan berinteraksi tanpa ada kejelasan agenda di dalamnya. Menghindari suasana berduaan. Chatting pribadi antara laki-laki dan perempuan, terlebih di saat mereka tengah sendirian berpeluang menghadirkan fitnah. Sebagaimana dalam interaksi langsung, interaksi di dunia online juga harus menghindari perbuatan dosa baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Menjauhi interaksi online yang rutin dan intens.
  3. Menjaga kehormatan diri. Hendaknya laki-laki dan perempuan selalu berusaha menjaga kehormatan dan kemuliaan diri dalam berinteraksi. Jangan menjadi lelaki murahan, jangan menjadi perempuan murahan, yang mudah di sentuh dan diajak kemana-mana. Jangan menjadi piala bergilir, yang cepat berpindah tangan, dari satu pacar ke pacar yang lain. Jaga kebersihan diri, jaga kehormatan diri, jaga kemuliaan diri. Jika ada perempuan yang mengajakmu untuk melakukan dosa, mencoba mempengaruhimu untuk melanggar batas-batas interaksi yang telah ditentukan agama dan masyarakat, jangan mau melakukannya, walau ia memohon dan membujukmu dengan sangat giat. Jika ada laki-laki yang mengajakmu melakukan perbuatan terlarang, jangan menurutinya, walau ia mengobral janji dan menebar rayuan yang melenakan. Sekali kamu menyerahkan kesucian dirimu, kamu akan kehilangan kehormatan seumur hidupmu, dan akan kehilangan rasa percaya diri dalam waktu yang sangat lama.
loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*