Menulis itu Asyik Part 2

Menulis itu Asyik
Menulis itu Asyik

Menulis sudah seperti nyawa bagi saya. rasanya aneh bila tidak menulis. Apa saja ditulis namun tergantung dengan suasana hati. Dan bukan ais namanya bila tidak kreatif, inisiatif dan semangat. Resign nya saya dari asisten pengelola website mutu pelayanan kesehatan tidak membuat semangat saya untuk menulis memudar. Saya pun membuat website sendiri dengan domain nama saya.

Kebangaan tersendiri memiliki website sendiri. Membeli domain sendiri, belajar mengelola website, mengisi konten sendiri. Kepuasan tersendiri saat bisa menuliskan apa saja tanpa harus memikirkan apakah tulisan saya layak terbit atau tidak. Dan saya sangat menyukai aktivitas saya ini. Saya bisa lebih banyak berbagi ilmu.

Tanggal 13 Maret 2015, saya mulai memiliki website sendiri. Saya menuliskan apa yang sedang ingin saya tuliskan. Saya ingin website saya ini memberikan informasi tidak hanya informasi di dunia tapi juga informasi di akhirat. Saya ingin menjadi orang yang ahli di bidang mutu seperti dr.Hanevi Djasri, MARS. Beliau adalah bapak yang cerdas, baik dan tampan di mata saya. Dan saya ingin seperti beliau. Saya pun suka menulis tentang asmaul husna. Bagi saya tidak akan cukup menjelaskan bagaimana cintaNya pada saya hanya dengan satu tulisan. Dan setiap saya menulis tentang asmaul husna, saya semakin merasakan bahwa CintaNya pada saya begitu besar dan luar biasa.

Hal diluar dugaan yang saya rasakan saat saya menulis di website saya ini adalah banyak orang-orang yang menulis komentar dan menulis pesan untuk saya. Ada seseorang yang meminta saya untuk bisa bergabung bersama beliau membantu untuk menulis reportase acaranya. karena kebetulan beliau adalah konsultan. Dan beliau senang dengan tulisan saya yang mengalir apa adanya. Namun, karena saya yang tidak pandai manajemen waktu antara pekerjaan utama dengan pekerjaan sampingan, maka saya memutuskan untuk menolak tawaran tersebut.

Hal yang tak kalah membuat saya kaget adalah saat ada inbox ke website saya yang meminta saya untuk menjadi konsultan akreditasi di sebuah rumah sakit wilayah Kalimantan. Beliau mengira saya sudah ahli dibidang akreditasi sehingga meminta saya untuk menjadi konsultan. Padahal saya hanya menulis tulisan tentang pelatihan apa saja yang diperlukan untuk persiapan akreditasi rumah sakit. Tulisan saya ini saya dapatkan dari ilmu yang saya dapat dari pekerjaan saya terdahulu yaitu saat masih menjadi staf dr. Hanevi Djasri, MARS. Saya pun menginformasikan pada beliau (pengirim pesan) bahwa saya bukan konsultan dan saya merekomendasikan beliau untuk bisa menghubungi pak Hanevi bila membutuhkan konsultan.

Terimakasih untuk seluruh pembaca website saya. Semoga saya bisa terus berbagi ilmu. Dan saya beritahukan kepada seluruh pembaca website saya, bahwa menulis itu asyik.. menulis itu asyik..

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*