Al Malik. Alloh Maha Memiliki

Alloh adalah pemiliki sekaligus Raja dan Penguasa bagi sesuatu. Al Malik bisa diartikan adalah kemampuan untuk mengatur. Kadang-kadang orang yang memiliki sesuatu,tetapi tidak boleh mengatur apa yang dimiliki. Boleh jadi kita memiliki kemampuan untuk mengatur tetapi kita tidak memiliki sesuatu itu. Boleh jadi juga kita memiliki sesuatu tetapi akhir dari kewenangan ini adalah bukan milik kita. Karena itu tidak ada yang pantas menjadi pemilik sejati kecuali Alloh SWT. Nama Alloh Al Malik adalah Alloh yang memiliki kewenangan untuk mengatur sesuatu dan memiliki sesuatu itu.

Seorang anak badui yang sedang menggembalakan dombanya, ditanya “punya siapa domba ini?”. Kata anak badui “ini milik Alloh yang ada di tanganku”. Siapapun yang sedang mengalami musibah, Alloh sudah kasih obat yang apapun musibahnya pasti sembuh dengan obat ini yaitu “Sesungguhnya saya adalah milik Alloh, akan kembali kepadaNya”.

Merenungi nama Alloh Al Malik membuat kita merasa kita ini Cuma diberi hak guna bukan hak milik. Maka apa yang kita miliki itu hilang dari kita, kita berkata “Sang Pemilik sedang mengambil hakNya”. Ketika kita diberi “Sang Pemilik Karunia sedang menitipkannya padaku”. Jika suatu hari nanti, orang yang kita cintai pergi duluan meninggalkan kita, tidak perlu takut. Kita seharusnya berterima kasih pada Alloh karena mengizinkan kepada kita sudah bersama dengannya.

Sesuatu disebut dengan pemilik kekuasaan hakiki adalah ketika Dia tidak membutuhkan sesuatu. Penguasa yang sebenarnya adalah Dia yang tidak membutuhkan sesuatu yang lain. Adapun makhluk membutuhkan sesuatu maka dia tidak pantas disebut penguasa.

Salah satu hikmah puasa adalah mengembalikan kita kepada ukuran kita yang sebenarnya. Karena jabatan dikantor membuat kita tidak merasa pada ukuran kita yang sebenarnya maka puasa bahwa kita lemah dihadapan segelas air, beberapa jam saja tidak makan sudah tak perdaya. Engkau adalah hamba yang lemah.

Kenalilah ukuranmu yang sebenarnya. Alloh merahmati orang yang mengenal ukurannya. Sesungguhnya orang yang tidak lagi shalat, itu adalah orang yang telah lupa akan ukurannya. Yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan adalah orang yang lupa ukuran dirinya. Teringat hadits Nabi “seluruh manusia akan masuk surga kecuali memang yang tidak mau”. Apabila datang bulan Ramadhan dibuka pintu surga “Aku mendatangkan Ramadhan karena ingin memasukkanmu ke dalam surga”.

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Al Malik.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*