Akhir yang Indah dari Umar Bin Khatab

Akhir yang Indah dari Umar Bin Khatab
Akhir yang Indah dari Umar Bin Khatab

Pahlawan dalam Islam, seseorang yang dijamin masuk Surga melalui lisan Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad bersabda “Ikutilah dua nama ini setelah aku wafat, Abu Bakar dan Umar”. Ada sebuah cerita yang lahir dari sebuah doa dari Umar bin Khatab. Ketika Beliau berdoa dan doa tersebut hampir mustahil tidak mungkin, beliau berdoa “Ya Alloh, anugerahkan aku terbunuh di jalanMu. Syahid di jalanMu dan Wafat di Kota NabiMu”. Kenapa doa tersebut mustahil terkabulkan ? Karena pada saat itu hampir tidak ada peperangan di kota Madinah. Tapi doa Umar ini ingin menggabungkan antara syahid dan di Madinah. Alloh bisa menghadirkan sebuah kejadian sesuai yang ia inginkan. Apa sulitnya bagi Alloh membuat Umar syahid di Kota Madinah dan tidak ada peperangan. Sebelum bulan Dzulhijah berakhir, Umar meninggal dalam keadaan ditusuk. Dalam Hadist Muslim, Umar pernah berkhutbah “Aku bermimpi seekor ayam mematukku tiga kali. Dan firasatku mengatakan ini tentang kematianku. Ajalku sudah datang”. Tahun ke 23 Hijriyah bulan Dzulhijah di tanggal 26 hari Rabu pada shalat Subuh. Umar menjadi imam sholat Subuh. Sebelum shalat Subuh dimulai, beliau memastikan shaf rapi. Ketika shaf sudah rapi, mulailah shalat subuh. beliau membaca surah Yusuf atau surah An Nahl (Dalam riwayat). Dan musibah itupun terjadi. Sebagian jamaah mendengar Umar berteriak. Ternyata ada salah satu penyelundup Majusi bernama Abu Luluah. Abu Luluah adalah pakar besi, pakar ukir, pakar perkayuan. Ia multitalenta. Majusi benci dengan Umar karena membuka Persia. Ketika beliau sedang membaca surah, Majusi tersebut menusuk Umar sebanyak 3 kali (2 kali di tulang belikat dan 1 di perut bawah pusar) dengan belati yang sudah dibubuhi racun. Kemudian, beliau tetap berusaha melanjutkan shalat beliau. Tapi akhirnya beliau tidak sanggup. Dan pada akhirnya beliau mengambil tangan di belakang (Abdurahman bin Auf) beliau untuk menjadi imam menggantikan beliau. Adapun Abu luluah langsung bergegas kabur. Ada seseorang yang menjatuhkan Abu luluah namun akhirnya Abu luluah membunuh dirinya sendiri. Umar pun dibawa ke rumahnya dan sudah tidak sadarkan diri. Orang panik dan khawatir Umar wafat pada saat itu. Ada seseorang mengatakan kalau Umar masih hidup saat detik ini, tidak ada cara selain mengatakan kata “sholat, Umar”. Dan Umar pun bangun hanya dengan mengatakan “sholat, Umar”. Begitu beliau bangun, beliau menanyakan “manusia sudah shalat belum?”. Di sisi beliau berusaha menenangkan dengan mengatakan “sudah”. Tidak ada Islam bagi orang yang meninggalkan Sholat. Beliau pun minta diambilkan air untuk berwudhu. Beliau pun memanggil Abdullah bin Abbas untuk mencari tahu siapa yang menibas Umar. Umar menanyakan karena Umar khawatir bila ia telah menyakiti hati orang tersebut. Umar berkata “Kalau kalian tangkap orang tersebut, jangan dibunuh. Sabar”. Umar pun tahu siapa yang menibas dirinya. Dan Umar berkata “Allahuakbar”. Umar senang karena yang membunuhnya bukan Muslim karena Umar tidak suka berhadapan dengan sesama Muslim. Manusia pun mulai berdatangan dan memuji Umar dengan menyebutkan prestasi-prestasi Umar. Umar pun berkata “orang yang tertipu adalah orang yang senang dengan kalimat seperti itu (memuji)”.

Umar mengutus anaknya untuk ke Aisyah (ibunda umat Islam) bahwa Umar bin Khatab kirim salam untuk beliau. Sampaikan bahwa Umar meminta izin kepada ibundanya agar dikubur di sisi dua sahabatnya (Nabi Muhammad dan Abu Bakar). Aisyah menangis. Umar bin Khatab adalah ayah dari madunya (Hafsah) Aisyah. Aisyah pun mengijinkan permintaan Umar. Di detik terakhir sebelum Umar wafat, umar meminta Ibnu Abbas untuk menyentuhkan keningnya ke tanah. Ibnu Abbas tidak mengabulkannya. Namun akhirnya Ibnu Abbas mengabulkannya. Umar meninggal 3 hari setelah penusukan. Dan betapa indah wafatnya Umar (Wafat di Ba’da Haji, di tusuk ketika sedang shalat, mati syahid di bulan Haram dan di Kota Madinah)

Sumber : Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri. Umar Bin Khatab & Akhir yang Indah. 24 Mei 2019.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*