Sejarah Nabi Muhammad SAW Edisi 2

Sejarah Nabi Muhammad SAW Edisi 2
Sejarah Nabi Muhammad SAW Edisi 2

Umur 6 tahun, Muhammad kembali tinggal bersama Aminah. Baru beberapa bulan dengan ibunya, Aminah mengajak Muhammad ke Madinah untuk menziarahi keluarga ibunya. Tepatnya di daerah pertengahan antara Mekkah dan Madinah, Aminah meninggal dunia. Muhammad pun kembali ke Mekkah dan tinggal bersama Abdul Muthalib. Muhammad menjadi pribadi yang peduli kepada orang lain dan hidup sederhana karena keluarga Abdul Muthalib adalah keluarga yang pas-pasan. Meski Abdul Muthalib adalah Raja namun hartanya digunakan untuk kepentingan jamaah haji dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Muhammad pun belajar kepemimpinan dari sang kakek. Muhammad berhubungan dengan para tokoh masyarakat karena Abdul Muthalib adalah seorang raja. Selama 2 tahun Muhammad mengikuti kakeknya.

Pada umur 8 tahun, kakeknya meninggal dunia dan jatuh dibawah naungan pamannya, Abu Thalib. Hidup Abu thalib sangat miskin dan memiliki banyak anak. Profesi utama Abu Thalib adalah menggembala kambing milik orang lain. Muhammad ingin membalas jasa pamannya, maka Muhammad membantu pamannya untuk menggembala kambing milik orang-orang. Saat Muhammad berumur 12 tahun, Abu Thalib mengadakan perjalanan ke negeri Syam. Muhammad tiba-tiba memaksa ingin ikut dan akhirnya Abu Thalib mengijinkan. Saat tiba di depan gereja Nasrani, ada suatu keanehan terjadi. Ada satu pendeta yang mengatakan bahwa “anakmu (Muhammad) ini nanti akan menjadi Nabi”. Mendengar perkatan pendeta tersebut, Abu Thalib membawa Muhammad ke Jazirah Arab karena bila Yahudi tahu maka Muhammad akan dibunuh karena Yahudi tidak mau Nabi terakhir keturunan orang arab. Yahudi menginginkan Nabi terakhir keturunan Bani Israil. Dari umur 8-21 tahun, Nabi menggembala kambing. Dari umur 21 tahun, Muhammad mulai berniaga. Muhammad mulai berniaga ke negeri Syam. Muhammad melakukan strategi perdagangan yang berbeda dari orang kebanyakan. Nabi membeli produk Mekkah dan dibawa ke negeri syam lalu menjual produk tersebut ke negeri syam. Lalu memberi produk di negeri syam lalu dijual lagi di Mekkah. Apa yang Muhammad lakukan ini membuatnya mendapatkan keuntungan banyak dibanding yang lain.

Khadijah adalah wanita kaya di Mekkah dan punya harta banyak. Karena wanita, Khadijah menitipkan hartanya kepada orang-orang yang bisa dipercaya. Khadijahpun menitipkan hartanya kepada Muhammad. Ternyata baru 2 kali perjalanan, Muhammad membawa double keuntungan dibanding orang lain yang dipercayakan oleh khadijah. Lalu, hampir seluruh harta khadijah diberikan kepada Muhammad. Ketika ke negeri Syam, pembantu khadijah ikut. Pembantu ini melihat perilaku Muhammad yaitu ketenangannya membawa barang dan santun. Pembantu ini pun berkata pada khadijah “hai khadijah, sungguh saya lihat dari Muhammad sesuatu yang tidak pernah saya lihat. Ada awan yang menaunginya dan pohon melindunginya. Saya sarankan, engkau menikah dengannya”. Khadijah berkata, “kalau seandainya Muhammad terfikir untuk itu maka saya tidak akan menolak”. Pembantu ini pun bertanya kepada Muhammad “apakah engkau mau mendapatkan kecantikan, kekayaan serta kehormatan?”. Muhammad pun mengatakan “siapakah yang engkau maksudkan?” pembantunya berkata “khadijah”. Muhammad pun berkata “kalau khadijah mau, maka saya juga mau”. Maka mereka menikahlah. Di umur 25 tahun, Muhammad menikah. Muhammad mendapatkan 6 orang anak dari Khadijah yaitu 2 laki-laki (Kasim & Abdullah) dan 4 perempuan (Ruqayah, Ummu Kalsum, Zaenab, Fatimah). Semua anak laki-lakinya meninggal ketika mereka kecil.

Setelah turun surah Al Muzzamil adalah ayat pertama yang turun memerintahkan Nabi untuk menyampaikan wakyu yang telah turun untuk beliau. Awalnya, perintah dakwah adalah sembunyi-sembunyi. Maksudnya tidak di iklankan. Siapa saja oleh Rasulullah terfikir untuk mendakwahinya, boleh oleh Alloh SWT. Jadi beliau boleh memilih siapa saja dan beliau memilih orang yang terdekatnya. Dan orang yang terdekat adalah Khadijah. Khadijah tidak ragu sedikitpun dan langsung menerima Islam. Khadijah adalah wanita pertama yang menganut Islam di zaman Nabi. Dari kalangan budak, Zaid bin Haritsah adalah budak yang dibeli oleh khadijah kemudian di hadiahkan kepada Nabi Muhammad. Dulu, Zaid bin Haritsah adalah orang bebas, bukan seorang budak. Terjadi peperangan sukunya dengan suku yang lain sampai akhirnya Zaid menjadi budak. Zaid menjadi orang yang membantu Nabi untuk segala urusan Nabi. Sangat boleh dalam Islam memiliki pembantu (orang yang bisa membantu atau menyelesaikan urusan). Ketika Zaid menjadi budak di tangan Rasulullah beberapa tahun, Ayah Zaid (Haritsah) sempat mencari tahu tentang anaknya. Sampai akhirnya Ayah Zaid datang ke Muhammad dan berkata “Wahai Muhammad, sesungguhnya anak saya adalah orang bebas bukan orang yang terikat dengan perbudakan. Bisakah kamu bebaskan dia dan saya akan menebusnya?”. Nabi Muhammad berkata “silahkan saja, tidak usah di tebus asal Zaid mau”. Tentu saja Haritsah berpikir bahwa anaknya akan memilih Ayahnya. Yang terjadi adalah Zaid berkata “Demi Alloh aku tidak akan mengedepankan siapapun atas Muhammad”. Ternyata Nabi Muhammad memperlakukan Zaid bukan sebagai budak tetapi diperlakukan seperti anaknya sendiri. Nabi muhamamd mendidik semua umatnya agar tidak pernah menggunakan kekerasan pada anak. Zaid mendapatkan julukan dikalangan sahabat sebagai kekasih Nabi karena Nabi sangat sayang dengan Zaid. Hingga turun surah Al ahzab ayat 40 “Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu tetapi dia adalah utusan Alloh dan penutup para nabi. Dan Alloh Maha mengetahui segala sesuatu”. Zaid pun bebas dari keterbudakan dan mendapat julukan anak angkat Nabi Muhammad. Dan Zaid masuk islam tanpa ragu.

Sumber : Ust. Khalid Basalamah

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*