Romantisme dalam Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW

Romantisme dalam Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW
Romantisme dalam Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW

Berikut ini adalah kiriman cerita dari seorang teman. Setiap pagi ketika tiba di kantor tempat kerja, sebagai karyawati baru, saya selalu menyaksikan pemandangan yang sangat romantis. Seorang karyawati senior yang selalu diantar oleh suaminya dengan mobil. Meski mobil mereka tampak sederhana, namun tindakan sang suami membuat saya terkagum-kagum. Sang suami selalu membukakan pintu mobil untuk istrinnya saat keluar dari mobil kemudia menutupnya kembali. Sebagai perempuan, saya pun ingin diperlakukan seperti itu oleh suami. Iri rasanya menyaksikan pemandangan itu, apalagi saya masih tergolong pengantin baru.

Suatu pagi, saat saya berjalan hendak menuju pintu masuk kantor, mobil pasangan itu berhenti tepat di depan saya. Seperti biasa sang suami turun duluan dan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Pagi ini saya beranikan diri untuk menyapanya. Sebagai yunior, saya ingin belajar dari beliau yang lebih senior.

“Maaf, ibu sudah berapa lama menikah?” tanya saya menyapa.

“Emm, sekitar dua puluh tahun dik,” jawabnya.

“Subhanallah… Jadi sudah duapuluh tahun ini suami ibu selalu membukakan pintu mobil seperti itu?” tanya saya.

“Oh tidak dik. Ini baru satu tahun belakangan ini saja kok,” jawabnya sambil tersenyum.

“Kenapa bukan sejak awal nikah Bu?” tanya saya penasaran.

“Emm… karena baru satu tahun ini pintu mobil kami rusak, tidak bisa dibuka dari dalam. Kaca mobil juga tidak bisa dibuka,” jawabnya sambil tetap tersenyum.

Gubrak! Kirain mereka romantis beneran. Ternyata romantis karena keadaan.

Bisakah menjadi romantis beneran? Tentu bisa. Seperti apa tindakan romantis itu? Contoh saja perilaku Nabi SAW yang telah melakukan sangat banyak teladan dalam berinteraksi dengan para istri beliau. Nabi SAW adalah suami yang sungguh romantis.

Berbahagialah hidup dalam Islam, karena telah ada semua hal yang kita butuhkan dalam kehidupan. Bukan hanya teori, namun sekaligus contoh langsung dari sang Nabi. Berlaku romantis bukanlah hal tabu untuk dilakukan suami istri, ternyata hal itu justru dicontohkan oleh Nabi SAW dalam kehidupan rumah tangga beliau. Tidak sulit memahami bagaimana berlaku romantis. Berikut 16 contoh tindakan romantis Nabi SAW terhadap para istri beliau.

  1. Romantis itu Menuntun Istri Menaiki Kendaraan. Nabi SAW rela menjadikan lutut beliau sebagai pijakan bagi Shafiyah, istri beliau, untuk naik ke onta tunggangan. Anas bin Malik berkata, “Aku melihat Nabi SAW mempersiapkan kelambu diatas onta Shafiyah, lalu beliau SAW duduk di dekat onta lalu meletakkan lutut beliau. Shafiyah menginjakkan kakinya di atas lutut beliau untuk naik di atas onta”. Kendaraan kita di zaman sekarang adalah sepeda motor atau mobil. Sikap romantis bisa ditunjukkan dengan membukakan pintu mobil untuk istri, atau membantu istri untuk membonceng motor suami.
  2. Romantis itu memanggil istri dengan panggilan kesayangan. Di antara tindakan romantis adalah memanggil istri dengan panggilan kesayangan. Panggilan lembut yang menyenangkan hati pasangan. Aisyah menuturkan “pada suatu hari Rasulullah SAW berkata kepadanya, Wahai Aisy (panggilan kesayangan Aisyah), Malaikat Jibril tadi menyampaikan salam buatmu.” Aisy adalah panggilan kesayangan Nabi SAW kepada Aisyah. Humaira juga panggilan kesayangan Nabi SAW kepada Aisyah. Aisyah berkata “orang-orang Habasyah (Ethiopia) masuk ke dalam masjid bermain, maka Nabi SAW berkata kepadaku “Ya Humaira, wahai yang kemerah-merahan (maksudnya adalah aisyah), apakah engkau ingin melihat mereka?” Aku berkata, “Iya”.
  3. Romantis itu berlama-lama menikmati kebersamaan dengan Pasangan. Nabi SAW rela menemani Aisyah berlama-lama melihat pertunjukan. Aisyah sangat bahagia lama-lama bersama Nabi SAW dengan posisi yang sangat romantis.
  4. Romantis itu bermain-main dengan Pasangan. Bahkan Nabi SAW mencontohkan lomba lari dengan istri beliau. Aisyah menceritakan bahwasanya ia pernah bersafar bersama Rasulullah SAW dan berlomba lari dengan beliau. Aisyah berkata,”Maka akupun berlomba dengannya dan aku mengalahkannya”. Pada kesempatan yang lain, Aisyah kembali bersafar bersama beliau dan kembali berlomba lari. Aisyah berkata “Maka akupun berlomba dengannya lalu Rasulullah mendahuluiku. Beliau tertawa dan berkata,”Ini untuk kekalahanku yang dulu”
  5. Romantis itu mengenal dengan detail sifat pasangan. Nabi SAW mengenal istri beliau dengan baik, bahkan sangat detail. Sedemikian detail, sampai beliau mengetahui pilihan kata Aisyah. Beliau bisa membedakan kapan aisyah marah dan kapan aisyah ridha.
  6. Romantis itu selalu ada waktu untuk Family Time. Di antara keteladanan yang luar biasa pada rumah tangga Nabi adalah beliau menyelenggarakan pertemuan keluarga setiap malam. Tindakan beliau bersama para istri berkumpul di rumah salah seorang diantara salah seorang istri, yang mendapatkan jatah giliran malam itu, merupakan teladan nyata dalam membuat suasana, kekompakan, kerukunan, keharmonisa dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Hendaknya family time seperti ini ditradisikan dalam keluarga setiap muslim, meneladani tindakan Nabi dan para istri.
  7. Romantis itu mengobrol ringan sebelum tidur. Para ulama menyatakan makruh hukumnya mengobrol setelah shalat Isya, kecuali pada obrolan yang memiliki nilai kebaikan. Imam An-Nawawi menjelaskan,”Para ulama sepakat, makruh mengobrol setelah isya, kecuali yang didalamnya ada kebaikan”. Ada banyak jenis obrolan yang memiliki nilai kebaikan seperti obrolan untuk belajar ilmu agama, obrolan untuk melayani tamu dan obrolan suami istri. Maka ini boleh dilakukan setelah Isya, tidak masuk kategori makruh. Para ulama memasukkan obrolan dengan istri dan keluarga, termasuk kategori kebaikan sehingga tidak dimakruhkan, jika dilakukan setelah Isya. Obrolan dengan istri adalah ibadah yang berpahala.Para ulama menilai obrolan dengan istri dan anak, termasuk kegiatan yang memberikan maslahat. Imam An-Nawawi menjelaskan “Para ulama mengarakan, obrolan yang makruh setelah isya adalah obrolan yang tidak ada maslahatnya. Adapun kegiatan yang ada maslahatnya dan ada kebaikannya, tidak makruh. Seperti belajar ilmu agama, membaca cerita orang soleh, mengobrol melayani tamu, atau pengantin baru untuk keakraban atau suami mengobrol dengan istrinya dan anaknya untuk mewujudkan kasih sayang dan hajat keluarga.
  8. Romantis itu mencumbui istri setiap hari. Nabi SAW mencontohkan mencumbui seluruh istri beliau setiap hari. Sekali lagi, setiap hari. Aisyah berkata,”Rasulullah SAW tidak mendahulukan sebagian kami diatas sebagian yang lain dalam hal jatah menginap di antara kami (istri-istri beliau) dan beliau selalu mengelilingi kami seluruhnya (satu persatu) kecuali sangat jarang sekali beliau tidak melakukan demikian. Maka beliau pun mendekati (mencium dan mencumbui) setiap istri tanpa menjimaknya hingga sampai pada istri yang mendapatkan jatah menginapnya, lalu beliau menginap di tempat istri tersebut”.
  9. Romantis itu Suka menciumi istri. Aisyah berkata,”Rasulullah jika selesai shalat ashar maka beliau masuk menemui istri-istrinya lalu mencium dan mencumbui salah seorang diantara mereka.
  10. Romantis itu tampil indah untuk pasangan. Nabi SAW sangat peduli dengan keindahan penampilan, termasuk ketika bertemu istri. Menjadi pelajaran bagi kita semua agar selalu tampil indah untuk pasangan.
  11. Romantis itu selalu wangi. Nabi SAW menyukai wewangian, menyukai bau wangi, dan tidak suka apabila ada bau yang tidak enak dari beliau. Aisyah berkata,”Nabi SAW jika masuk ke rumahnya maka yang pertama kali beliau lakukan adalah bersiwak”. Aisyah berkata (dalam kisah pengharaman madu) “Nabi SAW sangat merasa berat jika ditemukan darinya bau (yang tidak enak)”. Nabi SAW bersabda “barangsiapa yang diberikan wewangian, janganlah ia tolak, karena ia ringan untuk dibawa lagi harum baunya” (HR. Imam Ahmad).
  12. Romantis itu tetap bermesraan meski istri tengah menstruasi. Ibnu Katsir menjelaskan, “Rasulullah SAW tidur bersama salah seorang istri-istrinya di dalam satu baju, beliau melepaskan rida (selendang) dari kedua pundaknya dan beliau tidur dengan sarungnya”. Dari Maimunah berkata, “Rasulullah SAW mencumbui istri-istrinya di atas (tempat diikatnya) sarung dan mereka dalam keadaan haid”.
  13. Romantis itu Mandi bersama dalam satu Bejana. Nabi SAW terbiasa mandi bersama istri beliau.
  14. Romantis itu mengerjakan aktivitas kerumahtanggaan. Nabi SAW bersikap rendah diri di hadapan istri-istri beliau, bahkan beliau membantu para istri dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga. Aisyah berkata “Rasulullah SAW dalam kesibukan membantu istrinya dan jika tiba waktu shalat maka beliaupun pergi shalat”.
  15. Romantis itu Makan dan Minum Bersama Pasangan. Makan sepiring berdua, minum segelas berdua, adalah tindakan romantis. Aisyah berkata, “Aku biasa makan bubur bersama Nabi SAW”. Aisyah berkata,”Aku biasa minum dari gelas yang sama (dengan Rasulullah SAW) bahkan ketika haid. lalu Nabi mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum. Nabi SAW pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah dan beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah (HR. Muslim).
  16. Romantis itu Tiduran di pangkuan istri. Diantara sikap romantis Nabi SAW adalah beliau meletakkan kepala di pangkuan Aisyah. Aisyah berkata “Nabi SAW biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haid, kemudian beliau membawa al qur’an”.

Sumber : Cahyadi Takariawan

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*