Al Muqaddim. Alloh Maha Mendahulukan

Al Muqaddim adalah Alloh yang mendahulukan sesuatu atas sesuatu yang lainnya. Meletakkan pada tempatnya. Sesuatu yang pantas didahulukan, Alloh dahulukan. Mendahulukan berdasarkan hikmah yang Alloh ketahui, berdasarkan keadilan yang Alloh ketahui dan berdasarkan pengetahuan yang ada pada Alloh SWT. Sehingga Al Muqaddim berhubungan dengan menempatkan sesuatu sesuai dengan keadaan sesuatu itu.

Diantara makna nama Alloh Al Muqaddim adalah Alloh yang mendahulukan kelompok tertentu karena ketaatannya dan mengakhirkan kelompok yang lain sesuai dengan kehendakNya. Alloh mendahulukan orang yang sholeh dari orang yang salah. Alloh mengutamakan orang yang alim berilmu dari orang-orang yang bodoh. Alloh mengutamakan orang yang mencintai daripada orang yang membenci. Alloh mendahulukan orang yang taat dari orang yang bermaksiat. Kenapa demikian? Karena Dia Muqaddim, mendahulukan orang-orang yang taat dan mengakhirkan orang-orang yang bermaksiat kepadaNya.

Coba bayangkan. Jika antara orang yang baik dengan orang yang buruk, tidak ada yang Alloh utamakan atau dahulukan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika orang yang melakukan dosa diperlakukan sama oleh Alloh, tidak didahulukan dan tidak di akhirkan orang-orang yang bermaksiat. Yang akan terjadi adalah yang taat akan rajin berbuat maksiat, yang bermaksiat akan bertambah maksiatnya. Tapi Alloh mengatakan “tidak akan sama orang yang baik dengan orang yang tidak baik. karena Aku adalah Al Muqaddim, Al Muakhir”.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan mendahulukan dan mengakhirkan terkait dengan Alloh Al Murabbi yaitu Alloh Maha Mendidik. Karena Dia Maha mendidik maka Alloh dahulukan orang-orang yang baik, lurus, taat. Karenanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling Alloh dahulukan dan utamakan.

Alloh berfirman “apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh? pasti tidak sama. pasti Aku bedakan. Karena Aku, Al Muqaddim Al Muakhir”.

Ketika ada disebuah perusahaan, atasannya mungkin adalah atasan yang tidak menjalankan agama. mungkin sering berbuat dosa. tetapi ketika ada karyawan yang taat kepada Alloh, atasan yang buruk tadi niscaya pasti akan segan dan menghormati bawahannya tadi. bahkan dia tidak berani berbuat tercela dihadapan karyawannya yang dianggap taat tadi. kenapa? Alloh telah mengutamakan, mendahulukan, meninggikan derajat orang-orang yang taat.

Di dalam keluarga misalnya ada 5 bersaudara. Empatnya adalah saudara-saudara yang jauh dari agama. pulang sering malam. tapi ada satu dari lima bersaudara tadi yang taat kepada Alloh, yang sangat komitmen terhadap Alloh. Maka peran yang satu orang itu tidak kurang dari peran ayahnya. dia diutamakan oleh Alloh. diberikan kedudukan. diberi wibawa oleh Alloh. kenapa? karena Alloh Al Muqaddim.

Karenanya ketika kita taat kepada Alloh. Kita hidup sesuai dengan ajaran Alloh. Kita memegang ajaran kebenaran maka Alloh tidak mungkin akan menyamakan kita dengan orang-orang yang menyimpang. Pasti kita diutamakan oleh Alloh. Alloh akan membuat orang lain senang kepada kita. Alloh akan membuat orang lain menghormati kita. bahkan akan membuat orang lain tidak berani mencaci kita atau berbicara tentang keburukan kita ketika kita tidak ada dihadapan mereka. kenapa demikian? karena sesungguhnya ketika Alloh Al Muqaddim, mengutamakan seseorang dari orang yang lainnya itu berdasarkan amal sholehnya, berdasarkan ketaatannya. karena itu, mustahil karyawan yang sholat dengan yang tidak sholat disamakan oleh Alloh. Tidak mungkin. Pasti dibedakan. Dibedakan dari sisi kesabarannya, kebahagiannya, anak-anaknya, banyak hal dalam kehidupannya. karena Alloh Al Muqaddim.

bukit safa

Umar bin Khattab ketika menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar, Umar khutbah diatas mimbar. Kebetulan di Timur Tengah itu mimbarnya ada tangga-tangganya. Ada tangga yang paling tinggi, ada tangga yang dibawahnya. Setelah dia sampai di tangga yang paling tinggi, kemudian dia turun dari tempat yang tinggi ke tangga yang dibawahnya. Setelah selesai khutbah, orang-orang pun bertanya pada Umar  “wahai umar, mengapa engkau tadi turun dari tangga yang paling tinggi untuk tangga yang paling bawah dari tangga itu?” Umar menjawab “karena aku tahu bahwa yang biasa berada di tangga yang paling tinggi adalah Abu Bakar. maka tidak layak bagiku. tidak pantas bagiku untuk berada ditangga dimana Abu Bakar bertempat disitu. Aku tidak pantas menandingi Abu Bakar”. Lihatlah bagaimana kedudukan Abu Bakar di jaga oleh Alloh SWT. kenapa di jaga? Karena ketaatan Abu Bakar pada Alloh sangat luar biasa. kedermawanannya kepada agama Alloh sangat luar biasa.

Kita tahu bagaimana Umar bin Khattab ingin menandingi Abu Bakar dalam konteks bersedekah. Dibawa hartanya sangat banyak. Lalu Rosul bertanya kepada Umar “wahai Umar, apakah kau sisakan hartamu untuk keluargamu?” Umar berkata “Ada ya Rasulullah yang aku sisakan untuk keluargaku”. Tidak lama kemudian, Abu Bakar datang membawa hartanya yang sangat sangat banyak. Saat itu Rasulullah bertanya pada Abu Bakar “Wahai Abu Bakar, apakah kau sisakan hartamu untuk keluargamu?” Abu Bakar berkata “tidak satupun harta yang aku sisakan buat keluargaku. karena telah aku sisakan untuk keluargaku, Alloh dan RasulNya”. Subhanalloh. Jadi wajar, Abu bakarlah yang menggantikan imam sholat Rasulullah. Abu Bakarlah yang menemani Rasulullah di gua Tsur. dan Abu Bakarlah yang menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah SAW.

 Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV one 14 Juni 2015

Pages

Posts by category

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*