Perhatikan Kebiasaanmu

Perhatikan Kebiasaanmu
Perhatikan Kebiasaanmu

Pemuda sekarang banyak yang terjangkit penyakit galau, bimbang, gak pede, malas dan sebagainya. Iya kan? Belum lagi kebiasaannya nongkrong, nonton drakor, jalan-jalan ke mall, game online dan lainnya. Ada bagusnya kalau hobi atau kebiasaan itu bisa menghasilkan tetapi kenyataannya malah menghabiskan uang, waktu dan pikiran. So, hati-hatilah dengan kebiasaanmu yang sia-sia.

Kenapa sekarang banyak generasi muda yang alay, lebay plus galau karena yang didengerin lagu-lagu cengeng, sedih, hancur plus gak bermutu. Ngerinya lagi lagu-lagu itu sekarang berada di top hits.

Ada pemuda yang menganggur bingung gak ada kerjaan, akhirnya nonton film porno dengan teman sesama pengangguran juga. Akhirnya pornografi dan pornoaksi mewabah. Na’udzubillah. Belum lagi kebiasaan nongkrong gak penting, datang yang cantik baru digodain. Anak muda lainnya asyik dengan dunia game online, judi, sex bebas, narkoba dan minum-minuman keras.

Yang kuliah, karena stress dan malas dengan banyaknya tugas dan penelitian bukan mengerjakannya malah baca komik atau pacaran. Gonta ganti pacar jadi kebiasaan. Akhirnya gelar playboy kelas kakap disematkan dengan rekor fantastis, berhasil mengelabui 99 wanita, sepertiga diantaranya berhasil dizinahi. Na’udzubillah.

Kalau hal tersebut terjadi denganmu, segeralah bertaubat. Dan mulailah hidup yang baru. Sejauh apapun kau tersesat dalam berlayar, harapan itu masih ada dan jalan terang masih panjang.

Siapa sahabat Anda ? Apa yang Anda baca ? Apa yang Anda kerjakan ini ? Karena ketiga hal ini yang dapat mempengaruhi kebiasaan sedangkan kebiasaan akan menentukan kesuksesan hidup Anda. Masih ingat siklus kebiasaan ?

Pikiran berubah jadi perkataan, perkataan berubah jadi perbuatan, perbuatan berulang-ulang ditambah sedikit rasa akhirnya jadi kebiasaan, kebiasaan yang menahun akhirnya menjadi karakter, karakter itulah yang menentukan nasibmu.

Dari mana bermula pikiran ? tentu saja dari input yang kita masukkan setiap hari, buku yang kita baca, film yang kita tonton, musik yang kita dengar, juga lingkungan tempat kita bersosialisasi disana.

Sumber : Setia Furqon Kholid

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*