3 Model Orang tua

3 Model Orang tua
3 Model Orang tua

Menjadi orang tua adalah sebuah kondisi, proses dan hasil dengan model yang sangat beragam. Pertama, “menjadi orang tua” karena terpaksa. Adakah manusia yang menjadi orang tua karena terpaksa ? Ada, yaitu mereka yang menjadi orang tua karena ‘terlanjur’ mempunyai anak. Salah satu konsekuensi menikah adalah mempunyai anak. Sejatinya mereka belum siap atau belum ingin punya anak, namun karena satu dan lain hal ‘terlanjur’ punya anak. Akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, mereka telah menjadi orang tua semenjak kelahiran anak mereka. Mau tidak mau mereka harus “menjadi orang tua” dan mulai mengurus anak. Ini realitas yang harus mereka hadapi yaitu mempunyai anak. Ini yang disebut orang tua biologis.

Kedua, “menjadi orang tua” secara mengalir seperti air. mengikuti naluri jiwa. Mereka manusia yang menjalani hidup apa adanya, sebagaimana manusia pada umumnya, lahir, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, berumah tangga, sebagaimana lazimnya orang-orang disekitar mereka. Mereka melihat pada kehidupan ayah dan ibunya, melihat pada keluarga besarnya, tetangga dan kerabat serta masyarakat pada umumnya. Sehingga saat mereka menikah dan mempunyai anak, mereka pun menerima kehadiran anak secara suka cita dan bahagia sebagaimana orang pada umumnya. Namun sayangnya mereka tidak mengerti harus berlaku bagaimana terhadap anak-anak yang telah hadir.

Ketiga, “menjadi orang tua” sebagai proses sadar dan tanggung jawab. Seorang laki-laki atau perempuan yang menyadari besarnya peran mereka di muka bumi, bahwa mereka dihadirkan oleh Alloh untuk mengemban misi ibadah dan misi kekhalifahan. Maka sejatinya ada sebuah tugas besar dan mulia untuk menjalankan misi tersebut yaitu melahirkan generasi. Dengan kesadaran utuh seperti ini, maka mereka akan melakukan proses pembelajaran secara terus menerum dan berkesinambungan. Bahkan sejak sebelum memasuki jenjang pernikahan. Sehingga mereka kemudian akan mengerti bagaimana memperlakukan anak, mengarahkan, membimbing, mendidik, mencintai, menyayangi dan membersamai tumbuh kembang anak hingga anak mendewasa kelak. inilah orang tua yang keren, orang tua yang terus belajar tentang ilmu pengasuhan anak. Karena mereka menyadari bahwa menjadi orang tua tidak ada sekolahnya seperti halnya profesi lain.

Setiap orang tua harus menyadari bahwa dirinya tetaplah seorang pembelajar yang tak boleh berhenti dan merasa cukup ilmu ke orang tuaannya.

Sumber : Cahyadi Takariawan. Wonderful Parent.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*