Kisah Nabi Musa & Khidr (Tafsir Surah Al Kahfi)

Kisah Nabi Musa & Khidr (Tafsir Surah Al Kahfi)

Musa AS adalah seorang Nabi yang sangat sholeh dan luar biasa. Di balik kesholehannya itu, beliau juga harus diakui sebagai manusia biasa. Manusia yang diberikan risalah oleh Alloh ada dua jenis yaitu pertama, risalah yang ditujukan langsung kepada diri pribadi tanpa harus disebarkan kepada umat atau biasa disebut dengan Nabi. Nabi pertama di muka bumi adalah Nabi Adam. Karena umatnya belum ada karena itu beliau tidak diminta menyampaikan risalah kepada umat yang lain. Adam Nabi tapi bukan Rasul. Kedua, diberikan risalah bukan sekedar untuk dirinya sendiri tapi disampaikan kepada umat yang sudah menyimpang dari mahaj. Risalah kedua ini, disebut dengan wahyu (diterima lalu disampaikan kepada umat). Orang yang menerima wahyu dinamakan Rasul. Rasul pertama yang sampaik kepada kita kemudian menyampaikan risalah Islam adalah Nabi Nuh AS. Dari Nabi Adam kemudian muncul keturunan dan itu belum menyimpang. Setelah Adam meninggal, keturunan mulai menyebar kemudian terjadi kemaksiatan. Kemudian ada 6 orang sholeh yang diabadikan dalam surah Nuh yang kemudian meninggal dunia. Orang sholeh ini ketika meninggal dunia, di rindukan oleh masyarakatnya. Ketika merindukan itu, dibuatlah miniatur/patung dengan harapan bila melihat patung tersebut akan ada ketentraman lagi. Lama kelamaan menjadi sesembahan dan itu terjadi pada awal masa Nabi Nuh AS. Dipilihlah Nabi Nuh AS untuk mendapatkan risalah agar menyebarkan nilai Islam dan mengembalikan kepada agama yang benar seperti yang dibawa oleh Nabi Adam AS.

Nabi Musa AS meneruskan risalah kakek moyangnya Rasulullah SAW. Saat Nabi Ibrahim melahirkan Ismail. Dari Ismail turun kemudian Nabi Muhammad. Pernikahan Ibrahim dan Sarah melahirkan Ishak. Dari Ishak turun Yakub. Dari Yakub turun Yusuf. Dari Yusuf turun Daud, Sulaiman, kemudian Musa As. Dipilihlah Musa AS untuk memberikan risalah kepada kalangan khusus yang sangat bandel (yang mana oleh Nabi Ishak tidak mempan, Nabi Yakub tidak mempan, Nabi Yusuf tidak mempan, Nabi Daud tidak mempan, Nabi Sulaiman tidak mempan sampai Nabi Musa). Pada zaman Nabi Musa ini, diantara keutamaan-keutamaan Musa sebelum menjadi Nabi dan Rasul dipersiapkan oleh Alloh. Banyak persiapannya. Diantara tahapannya kelahiran Nabi Musa tidak biasa yaitu diselamatkan oleh Alloh yang mana anak yang lain dibunuh tapi Musa diselamatkan (Al Baqarah ayat 49). Saat tumbuh dewasa, Musa diberikan jalan oleh Alloh untuk menghindar dari keluarga Firaun. Kemudian menerima wahyu di surah Al Kahfi. Datang ke bukit Tursina. Setelah menerima wahyu kemudian dibimbing dan dipersiapkan sebelum mengantarkan dan membebaskan Bani Israil dari cengkraman Firaun. Diantara bimbingannya bertemu dengan hamba yang sholeh. Dan orang menyebutkan dengan Khidr.

Siapa hamba yang sholeh ini ? Para ulama ahli tafsir bersepakat bahwa beliau adalah seorang Nabi walaupun tidak diangkat sebagai Rasul. Walaupun ia bukan Rasul, ia diberikan keutamaan-keutamaan diantaranya ilmu takwin (Takwin yang terkait dengan mimpi diberikan kepada Nabi Yusuf AS dan Takwin yang terkait dengan fenomena tertentu diberikan kepada Nabi Kidr). Mulailah Musa diminta untuk belajar kepada Kidr untuk mempelajari kadar kesabaran. Sabar, tidak tergesa-gesa, tidak cepat menyimpulkan sesuatu. Karena kelemahan Nabi Musa sebelumnya adalah lisannya tidak lancar dalam berbicara dan cepat menyimpulkan sesuatu yaitu ada orang salah, tampar (pernah tampar orang sampai meninggal dunia hingga kabur dari kejaran Firaun). Karena itulah dilatih kesabaran dengan bertemu Nabi Kidr. Nabi Kidr memiliki takwin dan kesabaran yang luar biasa.

Ketika Musa bertemu dengan Kidr, Nabi Musa menyampaikan ingin belajar dan Nabi Kidr menjawab bahwa syaratnya sangat sederhana yaitu tidak boleh tanya ketika ikut dengan Nabi Kidr. Saat mulai berjalan pertama, perahu ditenggelamkan. Nabi Musa bertanya kenapa ditenggelamkan. Nabi Kidr menjawab “eh bertanya. Tidak sabar kamu. Kenapa bertanya”. Musa menjawab “maaf saya lupa”. Kemudian berjalan lagi. Ada satu bangunan, dirobohkan. Musa tanya lagi kok begitu. Kidr menjawab “eh tanya lagi”. Musa menjawab “Maaf saya keliru. Kalau saya bertanya lagi, saya akan berpisah dengan Anda”. Berjalan lagi dan bertemu dengan seorang anak yang tanpa bicara apapun, tiba-tiba Kidr mewafatkannya. Ketika diwafatkan, Musa kaget luarbiasa dan langsung mengatakan “bagaimana Anda bisa melakukan ini ? Ini Dzolim”. Nabi Kidr menjawab “apa saya bilang. Dari awal saya sampaikan kamu tidak bisa sabar bersama saya”. Dan Nabi Kidr menjelaskan bahwa semua perjalanan kita itu telah ditetapkan oleh Alloh. Anak sholeh itu kenapa diwafatkan karena Alloh memerintahkan Nabi Kidr untuk mewafatkan karena orangtuanya sangat sholeh serta seringkali berdoa memohon untuk menjaga anak-anaknya dan membimbing agar anaknya sholeh. Diwafatkan anak ini karena takdirnya nanti dia akan berubah menjadi anak yang buruk. Ajalnya tiba saat itu. Diwafatkan oleh Alloh dalam  keadaan baik kemudian diganti dengan anak yang sholeh karena kedua orangtuanya meminta agar anak yang dilahirkan dalam keadaan sholeh. Setelah diterangkan semua itu, Musa mulai tersadar.

Inti perjalanannya adalah dalam melakukan dan menyikapi sesuatu, harus bersabar. Amati dulu, jangan cepat menyimpulkan. Bila Nabi saja diminta untuk bersabar, diminta melihat dan mengamati sesuatu dengan detail, jangan cepat memberikan kesimpulan, latah dalam menjawab apalagi kita yang bukan Nabi dan Rasul. Hikmah ini didapatkan oleh Musa lalu mulai datang dengan Nabi Harun yang mulai untuk membawa Firaun kembali ke ajaran Islam.

Ada satu rahasia besar yang harus digaris bawahi adalah mengapa anak tadi diwafatkan? Di dalam al Qur’an banyak ayat yang menerangkan doa orangtua sangat berpengaruh pada anak. Pertama, Surah ke 7 (AL A’raf) ayat 189 yaitu saat Adam bertemu dengan Hawa kemudian melakukan hubungan suami istri, Hawa mulai mengandung, kandungannya ringan sampai berat kemudian saat menjelang persalinan suami istri itu kemudian berdoa “Duhai Alloh, dalam sakit yang tengah saya rasakan ini dalam mengemban amanahmu mohon ganti rasa sakit ini dengan lahirnya anak sholeh yang Engkau tetapkan. Tentu kami akan sangat bersyukur kepadaMu. Saya ridho dengan rasa sakit ini”. Orang-orang yang tengah mengandung dalam lelahnya, doanya cepat terkabul.

Sumber : Ust. Adi Hidayat, Lc., MA. Kisah Nabi Musa & Khidr (Tafsir Surah Al Kahfi)

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*