Fenomena Bisnis Cake yang Merajalela

Fenomena Bisnis Cake yang Merajalela
Fenomena Bisnis Cake yang Merajalela

Saat ini sedang happening bisnis cake milik artis-artis di kota besar di Indonesia. Sebut saja ada Makassar Baklave milik irfan hakim, Snowcake di Surabaya milik Zaskia Sungkar, Bandung Makuta di Bandung milik Laudia Cyntia bella,  Medan Napoleon milik Irwansyah, Raincake di Bogor milik Shireen Sungkar, Lamington di Pontianak milik Glen Alinskie, Cirebon Sultana milik indra bekti, jogja scrummy milik dude harlino dan yang baru akan lauching adalah mamah ke jogja milik Zaskia Addya Mecca.

Pembukaan bisnis cake di hari pertama sudah di padati oleh masyarakat. Bahkan antri sampai ke jalan pun tetap dilakukan oleh masyarakat. Kenapa masyarakat begitu antusias sekali hingga rela antri lama? Apakah karena bisnis cake tersebut milik seorang artis ?? Atau apakah karena penasaran dengan rasa ?? Apakah karena ingin kekiniaan saja ???

Saya yang tinggal di Yogyakarta saja belum pernah mencoba jogja scrummy milik Dude Harlino. Karena Saya tidak penasaran dengan cake milik Dude Harlino. Saya lebih memilih bakpia khas Yogyakarta untuk menjadi buah tangan keluarga di rumah.  Lalu, apakah bisnis cake para artis ini akan langgeng seperti makanan khas tiap daerah yang sudah terkenal lebih dulu (Bakpia khas Jogja, Meranti khas Medan, Otak-otak khas Makassar) ??

Kalau menurut saya, laris nya bisnis cake para artis di awal launching karena marketing yang bagus. Dan harus terus memahami pasar dan mengembangkan relationship marketing kepada pelanggan. Karena brand artis akan kalah dengan kualitas dari produk cake tersebut.

Relationship marketing adalah kegiatan yang ditujukan untuk membangun, mengembangkan dan memelihara hubungan timbal balik dengan konsumen (Morgan & Hunt, 1994). Relationship marketing memiliki ciri-ciri yang berorientasi pada pembelian ulang konsumen, interaksi berkelanjutan dengan konsumen, berorientasi pada pelayanan konsumen, perhatian pada kualitas seluruh pegawai.

Hal penting yang harus menjadi perhatian bagi para artis yang berbisnis cake adalah word of mouth (informasi dari mulut ke mulut). Menurut Harrison walker (2001), informasi dari mulut ke mulut adalah komunikasi informal antara komunikator dan penerima mengenai apa yang dirasakan mengenai merk, layanan, produk atau organisasi. Word of mouth sangat berpengaruh dalam keputusan pembelian oleh pelanggan (Gremler et al, 2001).

Menurut Hendriani (2008), 78 % konsumen Indonesia lebih mempercayai apa yang dikatakan temannya tentang harga dan produk yang ditawarkan dibandingkan mempercayai promosi atau diskon harga yang dilakukan penjual. Dengan word of mouth dapat membantu menarik pelanggan baru dan untuk keberhasilan jangka panjang ekonomi suatu perusahaan.

Penelitian Wangenheim & Bayon (2007) menjelaskan bahwa pelanggan yang sangat puas memiliki keinginan untuk memberitahu orang lain tentang pengalaman positifnya. Pelanggan yang puas akan memberitahukan ke tiga atau lima orang lain tentang pengalamannya. Dan bila harapan pelanggan tidak terpenuhi, maka pelanggan yang tidak puas akan memberitahukan kepada sepuluh sampai sebelas orang. Sehingga terlihat bahwa pelanggan sering menceritakan ketidakpuasan terhadap suatu jasa dibandingkan kepuasannya.

Pesan untuk para artis yang sedang berbisnis, berikan kesan pertama yang baik kepada pelanggan. Antrian yang panjang mungkin terlihat keren karena pelanggan rela untuk mengantri. Namun, bila pelanggan mendapatkan ketidakpuasan baik dari segi rasa cake maupun pelayanan maka kemungkinan bisnis cake hanya bertahan beberapa bulan saja. Dan masyarakat datang hanya sebatas penasaran bukan karena kualitas rasa cake yang enak. (NAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*