Ada Biblioterapi di Film Dilan 1990

Menurut Penelitian Nazarudin Umar, 75 % Al qur’an berisi tentang kisah. Alloh SWT tahu bahwa psikologis manusia itu tidak suka dengan nasehat maka Alloh SWT turunkan melalui kisah dalam kitab suciNya agar dapat menjadi hikmah. Biblioterapi lebih efektif menasehati tanpa merasa dinasehati. Dan Film Dilan 1990 yang diangkat dari buku karya Pidi Baiq menjadi salah satu turunan dari firmanNya yang mengikat makna dari ayat-ayat kehidupan yang berasal dari Alloh SWT. Jadi bukan karena kita pandai tapi ada yang menggerakkan.

Buku itu seperti obat. Buku yang baik adalah yang mudah dicerna. Jadi bila ada orang yang suka baca text book dan membuat dia stress maka buku itu racun bagi dirinya. Sehingga bacalah buku yang diminatinya. Sesuatu yang diminati pasti ada prosesnya. Proses yang panjang itu adalah budaya mulai dari kandungan. Dan Buku Dilan 1990 salah satu buku yang baik di cerna.

Nonton filmnya dulu lalu baru baca bukunya atau baca bukunya dulu lalu baru nonton filmnya masing-masing memiliki kesan. Kamu yang mana ? Biasanya beberapa film yang terilhami dari buku jauh dari ekspektasi. Lebih kuat imajinya di buku. Apalagi kalau in case pemerannya kurang pas. Bunda Susan sudah dari 2014 membaca buku pertama nya dan menonton filmnya untuk kepentingan biblioterapi kliennya yang remaja dan orangtua.

Buku dan film Dilan terrsemat unsur intrinsik yang kental dari sebuah sastra karena di dalam sastra ada kegembiraan dan mengembangkan imajinasi keadaan Bandung tahun 1990. Pidi Baiq bisa membuktikan bahwa kesederhanaan kata (seolah dari sudut pandang penulis dan pembaca remaja) juga bisa memenuhi aspek instrinsik sastra itu sendiri. Dan bahasanya sederhana, singkat dan lugas membuat pembaca ingin tuntas. Belum lagi bicara soal unsur ekstrinsiknya yang akan sangat ngeklik bagi mereka yang tinggal di Bandung atau pernah memiliki memori tentang Bandung di 90-an. Meski ada beberapa kelemahan teknis setting latar Bandung 90-an yang tertangkap kamera (mengganggu juga secara visual bagi para saksi hidup di tahun 1990 an), tapi tidak begitu diambil pusing bagi remaja yang lahir di 1998 ke atas.

Menurut Data, Film Dilan 1990 telah tembus 5,8 juta penonton dan menduduki posisi ke 2 dengan jumlah penonton terbanyak dari tahun 2007-2018. Kenapa Film Dilan 1990 bisa tembus 5 juta penonton ? Menurut Ayu karena ingin menggaet para pembaca Dilan dan Fans berat Pidi Baiq sehingga penasaran seperti apa filmnya, ngegaet fansnya Iqbal CJR yang memang lumayan banyak, kutipan-kutipan dialog Dilan yang dijadikan teaser memang sejak lama menjadi kekuatan novel maka ketikan dijadikan teaser jadi viral dan buat orang ingin nonton, efek domino yaitu banyak yang berbondong-bondong nonton jadi penasaran dengan film Dilan 1990. Dan tambahan dari Brili Agung, Film Dilan 1990 mampu membuat tante-tante yang suka heboh lihat brondong ganteng, penggemarnya Zara JKT 48.

Marketing film Dilan 1990 sangat baik karena membidik pasar generasi 90-an yang saat ini sangat banyak. Ini sebagai wadah untuk nostalgia. Apalagi bagi warga Bandung yang pernah merasakan remaja di tahun 90-an, suasana Bandung tempo dulu (tidak ada macet, udara lebih sejuk dan segala sesuatu lebih sederhana) di dapat dari film ini. Apalagi menelpon ‘seseorang’ lewat boks telepon umum itu sesuatu banget. Di tambah perjuangan ingin mendengar lagu di radio dan kasih salam ke teman-teman, mengantri di box telepon umum dan nama kita diumumkan sama penyiar itu rasanya bangga banget.

Kamu udah nonton belum film Dilan 1990 ?? Kalau aku sih belum karena over mainstream. Hahaha

Sumber : Bunda Susanti Agustina & Grup MMO

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*