Dicari : Netizen Mutu Pelayanan Kesehatan

Senin identik dengan mulainya kegaulauan.. Galau karena weekend nya selesai… Galau karena mulai ngantor.. Termasuk para haters atau followers BG yang galau menanti keputusan praperadilan. Tapi berbeda dengan kegalauan saya. Galaunya saya karena penasaran. Penasaran dengan yang bernama NETIZEN. seperti apa sih wajahnya. gimana bentuknya. Karena saya mau kenalan dengan para netizen dan saya punya ide baru. Maklum, saya gunakan blog saya ini untuk mencurahkan semua ide dan ilmu yang saya punya untuk bisa saya bagikan. Seperti pesan Pak JK untuk selalu 3K : katakan yang ingin dikerjakan, kerjakan yang telah dikatakan dan komunikasikan apa yang telah dikerjakan.

Menurut Ilham yang menulis artikel tentang Netizen, netizen adalah pengguna internet yang berpartisipasi aktif (berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, berkolaborasi) dalam media internet. Jadi, saya ini termasuk netizen dong ya… tapi kalau orang yang buka internet cuma sekedar tahu informasi tanpa berkomentar (saya banget) bukan netizen ya.. Oke baiklah.. catet..

netizen jkn
Para Netizen JKN. Sumber : kamunaku.com

Netizen keren loh. Sampai ada workshop untuk netizen tentang sosialisasi JKN. Yang menyelenggarakan dari sub bidang opini publik kemenkes. Kalau mau tahu beritanya lihat Disini. Kalau melihat apa yang dilakukan kemenkes, menurut saya sub bidang opini publik kemenkes keren banget. Mereka sudah mulai paham tentang pemasaran. Kenapa begitu, karena menurut ahli marketing Hermawan Kartajaya, bila ingin menguasai pasar, bidiklah 3 segmen yaitu youth, women dan netizen. Ada yang masih mengganjal dipikiran saya. Gimana caranya kemenkes bisa tahu kalau mereka adalah netizen JKN ya. Dibayar ga. dan apa ada kelanjutan hubungan setelah selesai acara. Haha saya yang banyak tanya. biarin..

Lalu, apa ide saya.. Sebenarnya ide saya adalah sama seperti yang kemenkes adakan. hanya saja bukan dalam bentuk pertemuan melainkan dalam grup WA. Saya ingin mengundang masyarakat yang hobi ngenet dan suka dengan mutu. Bukan orang-orang yang bekerja di pelayanan kesehatan dan bukan tenaga kesehatan. Tapi benar-benar masyarakat yang konsen terhadap kesehatan.

Saya pernah mencetuskan (karena memang ini ide murni dari saya) tentang mempertemukan seluruh stakeholder kesehatan dalam grup whatsapp (WA) & telegram. dan alhamdulillah bisa dibilang grup WA & telegram tersebut sukses karena sampai saat ini (walaupun saya sudah tidak mengurusnya) masih jalan dan eksis. Dan makin bertambah yang ingin bergabung. Itu salah satu keberhasilan yang saya capai di masa kejayaan saya dulu. Hehe dan saya ingin tahun ini terulang kembali namun dengan segmen yang berbeda yaitu Youth, Women and Netizen.

Lalu, untuk tujuan apa saya ingin membuat komunitas 3 segmen ini?? Tujuan saya adalah saya ingin melibatkan masyarakat dalam perbaikan mutu di Indonesia. Karena masyarakat hanya dijadikan obyek kesehatan. Seperti misalnya Akreditasi Rumah sakit yang terbaru. Isi nya mengikut dengan standar akreditasi JCI. Tidak ada alasan yang melatarbelakangi kenapa akreditasi Rumah sakit sama persis dengan standar akreditasi JCI. Nanti kalau di Internasional ada yang baru lagi, ganti lagi standar nya???

Saya ingin turun langsung dan mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Bahkan dari profesi lain misalnya pengacara, akuntan, politik, hakim, guru, dan lain-lain. Kan sudah ada instrumen kepuasan pasien. itu kan melibatkan masyarakat. Iya sih iya. Tapi itu hanya instrumen yang sudah dikotak-kotakkan pemikiran masyarakat. Jadi memang sebenarnya kepuasan pasien lebih enak bila menggunakan kualitatif dibandingkan kuantitatif. Dari kualitatif tersebut bisa di ubah menjadi kuantitatif (hehe malah bahas metodelogi penelitian).

Karena itulah, saya mengajak para netizen dibidang mutu pelayanan kesehatan untuk bisa bergabung bersama saya mewujudkan kesehatan Indonesia yang berkualitas.

Bismillah semoga terwujud. Karena saya adalah agent of change mutu pelayanan kesehatan, penelitian dan pendidikan di Indonesia. Aamiin

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*