Keanehan Surat Al Kahf Ayat 28

Keanehan Surat Al Kahf ayat 28

Al Kahf ayat 28, salah satu yang unik. Allah berfirman dalam surat Al kahf ayat 28 “Dan bersabarlah engkau (Muhammad bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas”.

Ayat diatas menjelaskan bersabarlah ketika kamu bersama dengan orang-orang yang beribadah dan berdoa kepada Alloh di pagi dan petang. Mereka hanya mengharapkan wajah Alloh SWT. Ayat ini aneh. Biasanya kita menasehati teman kita untuk sabar ketika ia berhadapan dengan orang yang menyebalkan. Sabar itu bila kita ketemu dengan orang yang menyebalkan, dzolim. Namun ayat 28 ini unik karena justru kebalik. Ayat ini meminta kita untuk bersabarlah kamu ketika kamu bersama dengan orang-orang yang senantiasa beribadah, berdoa kepada Alloh dan hanya mengharap wajah Alloh.

Bergaul dengan hamba-hamba Alloh itu “susah”. Kenapa susah ? Karena mereka tak bisa diatur dan diarahkan oleh kita karena mereka hanya mau di atur dan diperintah oleh Alloh. maka kita harus bersabar. Sebuah cerita, kita sedang kejar waktu ingin pergi ke Bandung karena rapat jam 6 dan belum sholat ashar. Kita pergi bareng teman kita. Teman kita ini rajin dan taat. Dan teman kita ini berkata “kita belum sholat Ashar nih”. Tapi kita mengatakan “tapi kita meeting jam 6”. Ia berkata “iya sholat ashar dulu”. Kita menjawab “telat nanti”. Ia tetap bersikeras “sholat ashar dulu”. Kita pun bersikeras menolak. Ia pun memutuskan “ya sudah saya turun disini saja”. Kita berkata “ribet bawa dia”. Akhirnya ia turun di tol. Tapi ia tak peduli. Ia tetap harus turun di tol untuk bisa sholat ashar. Dari sini kita dapat belajar. Bahwa teman kita tersebut adalah teman yang mulia. Ia tak bisa disetir orang. Ia tak bisa diatur secara mutlak oleh orang lain. Ini baru pemimpin. untuk menjadi pemimpin di dunia, kita tak harus menjadi sekretaris PBB. Namun, jadilah hamba Alloh maka kau akan menjadi pemimpin sesungguhnya di dunia karena kau benar-benar independen di mata manusia karena kau tak bisa diatur. Aturan manusia tak bisa mengatur kamu. Mereka mungkin bisa memukul atau menyakiti fisik kita tapi ia tak bisa membeli harga diri kita sebagai seorang muslim.

Sumber : Ust. Muhammad Nuzul Dzikri

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*