3 Cara Hidup Penuh Makna

3 Cara Hidup Penuh Makna
3 Cara Hidup Penuh Makna

Makna segala sesuatu akan sangat tergantung pada bagaimana kita memaknainya. Misal nasi basi berarti kita memasak nasi terlalu banyak. berarti besok saat memasak dikurangi. Selain itu, dengan adanya nasi basi, berarti ada rejeki untuk ayam. Jadi ada makna yang bisa kita temukan. Semua tergantung dari bagaimana memaknainya. Misal bila kita mengalami penolakan. Bila penolakan dianggap sebagai perendahan diri maka ia akan marah.

Hidup akan penuh makna bila kita dapat mempertemukan tenang, damai dan bahagia di semua kejadian hidup kita. Kita berhasil maka kita akan tenang, damai dan bahagia. Begitupun ketika kita gagal, maka kita akan tenang, damai dan bahagia.

Alloh sudah menyediakan tenang, damai dan bahagia tapi kadang kita susah mencarinya. tiga hal itu (1) tenang bersama Alloh, (2) bahagia bersama sesama, (3) damai bersama diri sendiri.

Tenang bersama Alloh. Untuk bisa tenang bersama Alloh, maka kita perlu menyesuaikan diri dengan Alloh, dengan maunya Alloh. Bila ini menjadi pegangan maka kita akan tenang. Alloh menurunkan ketenangan kepada orang-orang yang beriman. Orang belum berbuat baik pada kita, maka kita harus balas dengan kebaikan. Adakah orang yang tidak baik ? Orang tidak baik adalah orang baik yang ingin dibaiki oleh kita. Bila ada orang tidak baik ke kita, itu karena kita yang tidak baik padanya.

Bahagia bersama sesama. Bahagia tidak bisa bila sendirian. Kalau orang bisa bahagia sendirian, kita perlu curiga. Mungkinkah kita bahagia tanpa dibahagiakan ? Ketika kita bahagia dengan orang lain, itu karena kita melihat orang lain sebagai kita. Orang yang merasa berbeda akan menghalangi ia berbuat baik pada seseorang.

Damai bersama diri sendiri. Tidak ada istilah berdamai dengan teman. Kalau kita memiliki masalah dengan orang lain maka selesaikanlah dulu masalah dengan diri kita sendiri. Di dalam keburukan, kita akan menemukan kebaikan. Kita akan lebih mudah menjadi orang baik bila bertemu dengan orang buruk. Kapan seorang istri dikatakan baik ? Ialah Asiyah istri Firaun. Kita akan mengatakan Asiyah seorang istri yang baik karena ia mampu bersama dengan Firaun.

Kenapa kadang kita terlewat untuk bisa mendapat kebaikan ? Karena di dalam diri ada rasa sombong. Orang bila sombong tak akan bisa berdamai dengan dirinya. Orang yang tinggi hati, iri hati, rendah hati tak akan bisa berdamai dengan dirinya.

Sombong bermula dari “benih” berupa perasaan “lebih”. Merasa diri lebih itu tidak salah. Namun bila dibenarkan oleh pikiran yang salah itu yang bisa membuat menjadi sombong. Saat perasaan “lebih” diluruskan oleh pikiran yang benar maka berubahlah rasa lebih itu menjadi tawadhu. Maka temukan pikiran BENAR dalam semua perasaan lebih kita. Semua kelebihan adalah karunia pemberian Alloh. Ini diberikan sebagai titipan yang harus dipertanggungjawabkan. Kelebihan ada masa berlakunya. Kelebihan bisa saja sirna bahkan berujung hina. Kelebihan kita adalah amanah yang harus kita pergunakan untuk melebihkan  orang yang tidak selebih kita.

Sumber : Ust. Syatori dalam kajian di Darul Shalihat 23 Maret 2019.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*