Implementasi Akreditasi Lembaga Pelayanan di Beberapa Negara

Implementasi Akreditasi Lembaga Pelayanan di Beberapa Negara
Implementasi Akreditasi Lembaga Pelayanan di Beberapa Negara

Pengembangan program akreditasi di Amerika Latin mengalami evolusi yang sangat heterogen, yang dipengaruhi oleh 3 organisasi besar. Pertama, Pan American Health Organization (PAHO) bekerja sama dengan the Latin American Federation of Hospitals (LAFH)  merupakan inisiator bagi akreditasi di Amerika Latin, dengan mengembangkan alat penilaian yang sesuai untuk wilayah tersebut. Inisiatif tersebut menghasilkan rekomendasi untuk memulai program akreditasi. Perlu dicatat bahwa PAHO adalah organisasi inter-pemerintah, sehingga dengan bekerja sama dengan LAFH berarti membuka pintu kerja sama dengan organisasi setempat dan swasta. Kedua, akreditasi di negara-negara tersebut juga dipengaruhi oleh keberadaan the Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organizations (JCAHO) melalui the Joint Commission International, USA dan Canadian Council for Health Service Accreditation (CCHSA). Pengaruh terakhir adalah dari industri melalui International Standards Organization (ISO) serta perjanjian-perjanjian komersial regional.

Di Argentina, program akreditasi mulai dikembangkan pada akhir tahun 1970 hingga 1990, ketika akhirnya PAHO menandatangani kerjasama dengan LAFH. Pedoman yang dikembangkan oleh the Technical Institute for Accreditation of Healthcare Organization (ITAES, dalam bahasa Spanyol), sebuah organisasi LSM, juga berasal dari konsep yang dikembangkan oleh PAHO. Pengembangan manual yang mencakup 40 jenis pelayanan tersebut didukung oleh berbagai organisasi profesi. Surveyor dipilih yang memiliki latar belakang S1 di bidang kesehatan atau disiplin lain yang terkait, dan dilatih selama 16 jam intensif diikuti dengan latihan dalam kelompok. Sampai saat ini sejumlah 200 surveyor telah dilatih. Satu sisi yang unik dalam sistim akreditasi ini adalah bahwa rumah sakit dapat menolak seorang surveyor atau lebih dengan alasan yang kuat. Hasil akreditasi bervariasi mulai dari tidak terakreditasi, akreditasi sementara (1 tahun), akreditasi penuh   (2 tahun pertama dan selanjutnya 3 tahun), serta akreditasi dengan penghargaan. Selain itu, sistem ini juga secara tegas membedakan antara akreditasi yang dilakukan oleh lembaga akreditasi swasta, dengan evaluasi rumah sakit oleh lembaga penyandang dana (termasuk pemerintah). Di negara ini, akreditasi bersifat sukarela, dilakukan secara periodik dan konfidensial berdasarkan atas standar yang telah diakui dan penilaian oleh lembaga akreditasi yang diakui pula. Dilain pihak lembaga keuangan terikat kontrak dengan provider, sehingga memungkinkan timbulnya bias. (Arce, 1999).

Akreditasi lembaga kesehatan di Inggris

Terdapat beberapa ciri-ciri penting akreditasi lembaga kesehatan di Inggris: (1) Pada saat ini lembaga akreditasi tidak berbasis pada pemerintah ataupun organisasi profesi; (2) Perkembangan akreditasi didorong oleh eksekutif pemerintah regional, yayasan-yayasan (trusts), institusi akademik dan konsultan manajemen; (3) Merupakan kegiatan yang bersifat sukarela; (4) Proses dan hasil akreditasi di lembaga pelayanan pemerintah ataupun swasta lebih bersifat lebih bersifat pendidikan daripada penilaian; (4) Surveyor berfungsi sebagai pengumpul data sekaligus penilai.

Di Inggris terdapat 16 pendekatan atau skema akreditasi lembaga pelayanan. Skema tersebut berbeda-beda tergantung dari jenis lembaga pelayanan kesehatan (laboratorium, rumahsakit, rumahsakit kecil, community hospital, nursing home) dan penyusun sistem akreditasinya (industri, lembaga kesehatan). Diantara seluruh skema tersebut, King’s Fund Organizational Audit patut dicatat sebagai pendekatan yang paling mapan dalam audit organisasi di Inggris dan pada tahun 1995 kegiatan audit organisasi tersebut berubah menjadi program akreditasi. Banyaknya sistem akreditasi tersebut mempunyai keuntungan ataupun kelemahan. Kelemahannya antara lain, cakupan setiap sistem akreditasi tersebut umumnya tidak merata, tidak terdapat konsensus yang baik mengenai standar dan good practice, konflik antar sistem akreditasi, mekanisme kerja lembaga akreditasi berbeda, dan hasilnya dilaporkan dan dinilai dengan cara yang berbeda pula (Hurst, 1997).

Akreditasi di Spanyol

Program akreditasi di Spanyol pada awalnya dikembangkan untuk mengevaluasi mutu pelayanan di rumah sakit pemerintah. Akreditasi ini berbasis pada standard minimal dan survei dilakukan oleh pengawas medis (medical inspector). Meskipun disebut akreditasi, program ini lebih menyerupai sertifikasi, oleh karena tidak ditujukan untuk mendorong peningkatan mutu yang berkelanjutan.

Avedis Donabedian Foundation (FAD), sebuah organisasi swasta yang didirikan di Barcelona pada tahun 1988, berusaha untuk memperkenalkan akreditasi swasta di Spanyol dengan menggunakan standar-standar yang optimum. Dalam mengembangkan program akreditasi, FAD tidak ingin mengembangkan standard dan program sendiri, oleh karena hasilnya tidak dapat dibandingkan dengan rumah sakit di negara lain. Oleh karenanya, kemudian diputuskan mengadopsi program akreditasi yang dikembangkan oleh JCAHO dan FAD menjadi badan akreditasinya. Hingga musim semi 1998, 7 rumah sakit dan 2 klinik rawat jalan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti akreditasi (Bohigas, 1998).

Akreditasi di Amerika

Usaha Dr. Ernest A. Codman mengembangkan American College of Surgeons’ Minimum Standard pada tahun 1919 merupakan pencetus kegiatan akreditasi di Amerika. Tigapuluh dua tahun (32) setelah program standardisasi rumahsakit dikembangkan dan disebarluaskan, American College of Physicians, American Hospital Association, dan American Medical Association, dan Canadian Medical Association bergabung bersama American College of Surgeons untuk membentuk Joint Comission on Accreditation of Hospitals yang bersifat  independen dan non-profit. Hingga saat ini, sistem akreditasi yang dijalankan bersifat sukarela dan tidak diwajibkan oleh lembaga pemerintah, sehingga tidak dikaitkan dengan sistim pengawasan publik. Meskipun demikian, JCAHO bukanlah lembaga yang memonopoli program akreditasi. Rumah sakit-rumah sakit yang tidak mau mengikuti program akreditasi JCAHO namun ingin melayani pasien Medicare dapat meminta sertifikasi oleh lembaga  pemerintah. Dalam perkembangannya, JCAHO semakin meningkatkan standarnya dengan menggunakan standar optimal, sedangkan pemerintah masih menggunakan standar minimal.

Produk terbaru dari JCAHO adalah program akreditasi internasional, yang dilakukan oleh Joint Comission on International Accreditation (JCIA). Sebagai standar internasional, standar tersebut telah diujicoba di rumah sakit berbagai negara, antara lain Afrika, Eropa Barat, dan Amerika Latin. Standar akreditasi internasional tersebut dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa standar yang disusun menurut perspektif pasien, bukan perspektif organisasi, lebih dapat diterapkan pada berbagai tipe rumah sakit. Oleh karenanya, kriteria yang dikembangkan berupa kriteria wajib dan kriteria tambahan, sesuai dengan tipe rumah sakitnya. Standar yang dikembangkan terdiri dari standar yang berfokus pasien dan standar organisasi dan manajemen. Selain itu, dilakukan pula pengukuran kinerja melalui pemantauan indikator klinis. Ketiga komponen tersebut juga terdapat dalam sistem akreditasi di Australia.

sumber : dr. Hanevi Djasri, MARS. Divisi Mutu Pelayanan Kesehatan PKMK FK UGM

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*