Al-Qabidh Al-Basith. Alloh Maha Menyempitkan & Meluaskan

Alloh tidak pernah menyempitkan tanpa satu hikmah. Alloh tidak pernah memberikan kesulitan tanpa suatu tujuan yang mulia. Alloh menyempitkan untuk memberikan kepada kita keluasan. Alloh memberikan kita masalah, untuk memberikan kita hal yang baik dibalik masalah itu. Karena itu, Alloh Al Qabidh, Alloh Al Basith. Alloh berfirman “Siapa yang meminjamkan Alloh dengan pinjaman yang baik (bersedekah) maka Alloh pasti akan melipatkan dengan kelipatan yang berlipat-lipat”.

Diantara yang Alloh lapangkan dan sempitkan adalah masalah rezeki. Alloh melapangkan sebagian rezeki seseorang. Alloh menyempitkan sebagian rezeki seseorang. Apabila Alloh ingin melapangkan rezeki seseorang maka Alloh akan berikan dia ilham. Alloh akan berikan petunjuk jalan kepadanya untuk mendapatkan kelapangan rezeki. Tetapi, jika Alloh ingin menyempitkan rezeki seseorang, orang akan dibuat melakukan perbuatan yang sia-sia. Perbuatan yang akan merugikannya. Walaupun seseorang itu pergi ke negara kaya tetapi kalau Alloh ingin menyempitkan rezekinya maka dia akan menjadi orang miskin meskipun dia telah pergi ke negara yang kaya. Tetapi jika Alloh ingin melapangkan rezeki seseorang maka dia menjadi orang kaya bahkan di negara miskin sekalipun. Kenapa? Karena sesungguhnya kaya dan miskin bukan karena kehebatan dan kecerdasan kita tapi Alloh lah yang meluaskan dan Alloh lah yang melapangkan karena satu hikmah. Alloh berfirman “seandainya Alloh melapangkan semua rezeki bagi semua orang niscaya manusia itu akan melampaui batas”. Ada dampak negatif dari miskin yaitu kekufuran. Kemiskinan mendekatkan kepada kekafiran. Ada bahaya kaya sebagaimana ada manfaat kaya. Diantara bahaya kaya, Alloh berfirman dalam surat Al Alaq “manusia itu melampaui batas ketika dia merasa serba dirinya berkecukupan”. Alloh menyempitkan untuk menyelamatkan kita.

Diantara yang Alloh lapangkan dan sempitkan adalah awan yang berada diatas kita. Kadang Alloh sebarkan. Kadang Alloh lapangkan disebuah lokasi sehingga di lokasi tersebut turun hujan yang sangat lebat. Kenapa? Karena Alloh Basith (Alloh Maha Melapangkan). Alloh tebar awan disitu. Tapi terkadang, di tempat yang terkenal dengan kota hujan pun, kadang-kadang mengalami musim kering. Karena Alloh Menyempitkan awan itu.

Diantara yang Alloh sempitkan dan luaskan adalah cahaya dan juga bayang-bayang. Ada bayang-bayang yang ditarik oleh Alloh. Ada bayang-bayang yang ditebar sehingga menjadi gelap. Saat gelap tiba maka kita kadang merasa ketakutan dan kesempitan. Nama Alloh Al Qabidh yang sedang kita rasakan. Tetapi ketika datang terang maka tiba-tiba hati kita merasa tenang. Kenapa? Karena manivestasi dari nama Alloh, Al Basith. Ketika kita tidur, Alloh ambil Qabidh. Ruh kita Alloh pegang. Dan ketika kita bangun dari tidur, Alloh melapangkan dengan mengembalikan ruh kita. Pantaslah bila kita bangun tidur, kita berkata “segala puji bagimu ya Alloh yang telah menghidupkan aku setelah kematian”.

Kelapangan dan kesempitan adalah dua keadaan yang silih berganti dialami oleh hati seseorang yang sedang menuju perjalanan menuju Alloh. Ketika perasaan takut dominan ada pada dirinya, maka dia memiliki keadaan sempit (Qabidh). Tapi ketika rasa harap yang dominan maka saat itu yang akan mengisi keadaan hatinya adalah kelapangan dan keluasan. Itulah orang yang sedang berusaha untuk menuju jalan Alloh. Akan tetapi bagi orang yang sudah sampai kepada Alloh, maka baginya sudah seimbang antara rasa takut dan rasa harap kepada Alloh SWT. Sehingga kelapangan dan kesempitan tidak lagi berpengaruh kepadanya karena Alloh SWT telah melapangkan hatinya selapang-lapangnya. Karena Alloh telah memanivestasikan kelapangan itu didalam hatinya.

qabidh

Kadang Alloh memberikan kepada kita kesempitan dari lapang tadi. Supaya kita tidak hanyut oleh kelapangan tadi. Alloh kadang-kadang memberikan kelapangan kepada kita dari rasa sempit supaya kita tidak selalu merasakan keadaan sempit itu. Alloh kadang-kadang mengeluarkan kita dari perasaan sempit dan lapang agar kita tidak dikuasai dan tidak dikendalikan oleh sempit dan lapang itu agar kita hanya dikuasai oleh Alloh saja. Agar kita hanya menjadi milik Alloh saja.

Apabila Alloh melapangkan hati orang yang sudah mengenal Alloh maka orang yang sudah mengenal Alloh itu mampu menyembunyikan langit dan bumi di balik helai bulu matanya. Tetapi bila Alloh ingin menyempitkan hati seseorang maka orang itu akan merasakan beban yang berat dipundaknya meskipun hanya disebablan dihinggapin oleh seekor lalat saja. Ketika Alloh ingin memberikan kelapangan kepada seseorang yang sedang sempit maka Alloh akan membuat orang ini akan memiliki kekuatan seolah-olah tak ada kesempitan. Tetapi ketika Alloh ingin menyempitkan seseorang maka dia akan merasakan kesempitan seolah-olah tidak ada lagi kelapangan.

Bagi orang yang menjalani agama ini dengan baik maka dia akan mengalami perasaan dilapangkan Alloh dan disempitkan Alloh. Kadang saat kita membaca al qur’an, saat kita tilawah, saat kita rajin ke masjid, perasaan lapang terasa di hati kita. Kita merasakan perasaan gembira. Kenapa? Manivestasi dari nama Alloh, Al Basith (Alloh yang Maha Melapangkan). Tapi ingat, kadang sewaktu-waktu kita sudah sholat malam, sudah rajin tilawah, rajin dzikir tetapi mengapa masih merasa sempit, sunyi, sepi, sedih. Kenapa? Karena disitu ada manivestasi dari nama Alloh, Al Qabidh. Kenapa kadang-kadang orang yang rajin ibadah juga mengalami perasaan disempitkan seperti ini. Itu semua adalah obat dari Alloh. Supaya jangan sampai orang yang mengalami perasaan lapang, bahagia tercerahkan saat dia dekat kepada Alloh merasa bangga dengan dirinya, merasa terperdaya dan kagu terhadap dirinya. Karena itu, Alloh memberikan kepada orang yang kadang saat dia taat diberikan rasa sempit untuk mengobatinya dari perasaan sombong dan ujub.

Jika kita ingin selalu mendapatkan manivestasi dari nama Alloh yang Maha melapangkan, saat kita melakukan ketaatan hendaklah kita tidak merasakan bangga, tidak merasa sombong saat kita mengalami ketenangan, kebahagiaan disaat kita sedang mendekat kepada Alloh.

Ada sempit yang juga disebabkan oleh perbuatan dosa dan maksiat. Semua orang yang melakukan dosa maka sudah pasti dia akan didatangi oleh manivestasi dari nama Alloh, Al Qabidh. Alloh akan sempitkan hatinya. Alloh akan berikan kepada dia beban yang berat sebagaimana Nabi Yunus naik perahu dalam keadaan melakukan dosa maka perahu itu tenggelam disebabkan oleh dosa Nabi Yunus. Dosa itu beban.

Alloh menciptakan akal untuk kita agar kita mengenali Alloh. Alloh menciptakan hati untuk mengenal dan mengetahui kesalahan kita. Dengan akal, kita mengenal Alloh. Dengan fitrah hati, kita mengenal dosa dan kesalahan kita. Karenanya Alloh memberikan kepada kita nama Al Qabidh, Al Basith tersimpan di dalam hati kita. Saat kita melakukan perbuatan dosa, maka pasti perbuatan buruk akan membuat hati kita sempit. Tetapi disaat kita bertaubat dari dosa, menyesal dari dosa kemudian taat kepada Alloh maka hati kita pun merasa kelapangan, kegembiraan, kebahagiaan. Karena itu, Rasulullah pernah ditanya tentang kebaikan “apa itu kebaikan? Apa itu dosa?”. Lalu Rasulullah menjawab “kebaikan itu adalah akhlak yang baik. Sementara dosa adalah yang menyempitkan dada mu dan engkau malu dilihat orang”. Karenanya setiap kali kita melakukan kesalahan, kita sendiri yang menginformasikan itu bahwa kita sedang dalam masalah, sedang melakukan pelanggaran dengan perasaan sempit. Semakin sensitif hati kita, semakin kita mampu mengenali kesalahan kita. Semakin tidak sensitif hati kita, semakin buruk kualitas dan kadar keimanan kita.

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV one 31 Mei 2015.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*