Hikmah Layangan Putus

Hikmah Layangan Putus
Hikmah Layangan Putus

Sedan viral kisah seorang istri beranak 4 yang akhirnya harus berpisah karena sang suami poligami sembunyi-sembunyi. Istri tersebut harus berjuang seorang diri membesarkan buah hati yang masih kecil-kecil, sedangkan sang suami menikmati madu mudanya. Ternyata sang suami adalah pemilik akun youtube Islami. Kang Setia Furqon akan berbagi dalam dua sudut pandang, pria dan wanita.

Bagi Pria:

  1. Ujian terbesar para lelaki adalah wanita. Seperti yang dijelaskan QS. Al Imran ayat 14. Jadi memang itulah fitrahnya lelaki. Cinta pada wanita, anak, mobil, rumah, tanah, dll. Maka sebagai lelaki harus waspada. Apalagi di era teknologi informasi sekarang, dimana ujian itu begitu dahsyat dan nyata. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, wanita bisa menggoda dengan semua tipu dayanya. Bukan cuma yang belum nikah, yang udah nikah pun ga luput dari ujian ini. Lalu bagaimana caranya? Tundukkan pandangan, sibukkan diri dengan hal positif (bekerja, olahraga, ikut kajian, dll).
  2. Hati-hati dengan jebakan kebosanan. Awal nikah, sepertinya istri lah wanita tercantik di dunia. Namun setelah nikah beberapa bulan saja mendadak banyak yang lebih cantik. Apalagi saat istri sudah melahirkan, terasa perbedaan fisiknya. Yang dulu singset udah mulai berlemak, jika pernah lahiran caesar terlihat nampak jahitan di dekat pusarnya. Tapi ingatlah kaum ada, saat di luaran sana ada yang lebih cantik dan memikat hati, belum tentu dia siap menerimamu apa adanya seperti istrimu. Coba kalau istrimu diberikan kesempatan yang sama seperti wanita cantik itu untuk bersolek, disiapkan banyak pembantu agar ia tak perlu mencuci, menyiapkan pakaian dan makananmu. Saya yakin ia tak kalah menarik dari yang lain. Coba berikan budget lebih buat dia berdandan, memakai wewangian dan melayanimu.
  3. Bisa jadi ada seorang istri yang bertahun-tahun tak mampu memenuhi hak suaminya, puluhan tahun belum memiliki keturunan atau agar suami tak terjerumus zina karena kebutuhan jima yang begitu besar dan istri khawatir tak mampu menyalurkannya. Tapi jangan sampai ada slogan “mau bantu janda, istri sendiri jadi janda”. Atau slogan lainnya “dengan istri pertama aja ga amanah, udah buat cabang baru. makin hancur”. “alasan bantu akhwat hijrah, istri sendiri ga dibimbing”. Poligami bukanlah kewajiban tapi pilihan. Tak salah seorang suami yang mengambil jalan itu, dengan catatan (1) ia telah mampu memberikan ilmu dan pemahaman yang cukup buat istri pertama. Sehingga sang istri bisa menerima bahkan mendukung sang suami untuk berta’adud. (2) berterus terang dan membangun komunikasi yang baik. Apapun yang dirahasiakan, kelak akan ketahuan juga. (3) ia telah mampu, baik dari segi ilmu, iman, finansial dan adil. Jangan sampai menambah istri justru makin memperunyam masalah. Anak gak terperhatikan, istri pertama merasa dilupakan, keharmonisan keluarga dipertaruhkan. Bukankah esensi pernikahan itu untuk mendapatkan berkah ? Rasulullah selama menikah dengan Khadijah tak pernah menikah dengan yang lain, baru setelah sang istri wafat beliau poligami.

Bagi Wanita:

  1. Pembahasan tentang poligami boleh dibahas sebelum menikah misalnya ada seorang akhwat yang nanya saat ta’aruf menanyakan dulu pada calon suami bagaimana pendapat beliau tentang poligami atau bahkan bisa juga menjadi syarat pranikah “saya mau dinikahi dengan syarat jangan dipoligami”. Hal ini boleh dilakukan. Walau gak semua wanita mempermasalahkan itu.
  2. Setelah menikah seorang istri harus paham 3 hal penting yang membuat suami betah di rumah. Jaga matanya, perutnya, kemaluannya. Artinya usahakan setelah menikah sang istri bisa berdandan/bersolek yang menarik hati suami. Usahakan saat suami pulang ikhtiar jemput rizki dengan godaan wanita yang begitu besar di luaran sana melihat istrinya jadi menyejukkan jiwa. Hilang semua wanita lain dari pikirannya. Karena di hadapannya ada wanita yang menarik hati dan halal untuknya. Perutnya juga pastikan kenyang. Jangan sampai suami lelah dan lapar pulang ke rumah langsung dicurhati bertubi-tubi. Padahal ia butuh minum dan makan, nah baru setelah tenang dan kenyang enak diajak bicaranya. Ketiga, adalah kemaluannya. Jangan sampai tanpa halangan syar’i sang istri menolak berhubungan dengan suami. Bahkan dalam penelitian, salah satu pemicu ketidakharmonisan rumah tangga adalah ketidakpuasan akan urusan ranjang ini. Disini dibutuhkan komunikasi dan sikap saling terbuka antara kedua pasangan. Jangan sampai akhirnya suami cari pelampiasan lainnya, begitupun istri.
  3. Jangan telalu posesif, tapi jangan juga terlalu cuek. Ada suami yang jadi ISTIKOMAH (Ikatan Suami Takut Istri kalau di Rumah). bahasa kekiniannya bucin. Apa-apa istri yang ngatur, bahkan sampai pengeluaran suami pun diatur. Ini ga boleh itu ga boleh, hp di cek tiap waktu, suami jadi merasa unsecure. Ini juga bahaya. Sebaliknya, ada istri yang terlalu cuek sama suami, sampai suami merasa tak dicintai. Inget ya.. lelaki itu tabi’atnya seneng dibutuhkan, seneng kalau istrinya bermanja minta dibelikan sesuatu. Banyak kasus karena istri sudah bisa mencari uang sendiri, akhirnya tak lagi membutuhkan suami. Lalu, saat ada wanita lain yang mampu merebut hati sang suami akhirnya terjadilah perselingkuhan. Maka, wahai para istri, belajarlah jadi istri yang bisa mencintai suami karena Alloh. Terlalu takut suami poligami atau selingkuh juga salah, terlalu membiarkan juga bukan pilihan tepat. Ibarat layang-layang, penting untuk tarik ulur yang membuat suami bisa berkembang, melesat dan sukses.
  4. Kembali ke jalan Alloh. coba perhatikan ibadah dan kedekatan sama Alloh. Jangan-jangan selama menikah, kita sudah jarang sholat berjamaah, cek juga takut ada harta orang lain dalam harta kita (zakat dan sedekah). Jika suami pernah melakukan maksiat, berdosa tapi ia serius untuk taubat dan memperbaiki kesalahannya, bukakanlah pintu maaf. Tutupi aibnya, karena kau adalah pakaian untuknya, ia pun pakaian untukmu.
  5. Jangan kebawa baper. Saat suami menyatakan ingin menikah lagi misalnya, bicaralah dengan akal sehat. Tanya apa yang jadi niatnya, pahami jalan pikiran dan hatinya. Seringkali, dengan pelayanan dan keikhlasan sang istri, justru sang suami tak jadi poligami, karena rasa sayang yang makin membuncah. Pahamkan konsekuensinya pada suami. Bahwa jika mau menikah lagi butuh energi ekstra, ekstra nafkah, ekstra ilmu, ekstra kepemimpinan, ekstra keimnanan. Sehingga ia pun paham dan lebih bisa memperhitungkan. Ada sebuah quote “dibalik suami yang hebat, ada wanita hebat dibelakangnya yaitu ibu dan istrinya”. Namun, dibalik lelaki yang hancur pun ada sosok wanita di belakangnya, itulah selingkuhannya.

Semoga kita bisa memahami dan memaknai kata poligami lebih bijak lagi. Jangan sampai terjebak dengan perasaan sampai melarang sesuatu yang diperbolehkan. Juga tidak terjebak dengan terlalu memudahkan sampai lupa konsekuensinya yang akan terjadi setelah itu.

Sumber : Setia Furqon Kholid. Founder Kelas Jodoh.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*