Getting Health Reform Right

Adakah diantara para laskar mutu yang sudah membaca buku karya Marc Roberts dkk (2008) dengan judul Getting Health Reform Right : A Guide to Improving Performance and equity? Buku ini menjadi salah satu rekomendasi buku yang bagus dibaca oleh para laskar mutu. Bagi yang belum membaca, saya telah membuat ringkasan tiap bab nya dari buku tersebut.

Sebenarnya ini adalah proyek bedah buku saya tahun 2014 lalu. Baru selesai sekarang. Hihi. Karena jujur, otak saya sensitif dengan kebijakan. Namun karena diminta, saya mencoba menelan. Hehe. Di buku tersebut, akan ditemukan ringkasan di setiap bab nya. Jadi yang malas baca banyak-banyak di per babnya, bisa cukup membaca ringkasan di akhir tiap bab. Ada 2 bab yang bikin otak saya bekerja sangat keras untuk memahami maksudnya yaitu bab financing dan bab payment. Dan yang menarik menurut saya adalah di awal-awal bab. Mutu menjadi bahasan paling banyak yang akan saya angkat (ada di bab 6).

getting health reform

Judul kali ini, saya ambil dari bab 2. Penulis buku tersebut mengatakan bahwa tidak ada salahnya menerapkan politik dalam reformasi sektor kesehatan. Karena politik adalah cara pemerintah melakukan pekerjaannya dan cara masyarakat membuat keputusan. Jika benar-benar peduli akan hasil reformasi kesehatan, maka seseorang harus berpikir politis dan bertindak strategis untuk sistem apapun. Salah satu tugas politis utama di segala situasi adalah membangun koalisi pendukung yang kokoh supaya kebijakan yang diajukan dapat diterima.

Bagi laskar mutu yang ingin melihat ringkasan per bab buku ini, bisa klik di judul per bab dibawah ini ya. Ringkasan ini berasal dari hal-hal yang penting di per bab nya menurut saya dan berbahasa Indonesia yang sudah saya terjemahkan. Mohon maaf bila nanti ada penjelasan yang kurang jelas. Semoga bermanfaat.

Bab 2. Health Reform Cycle

Siklus kebijakan meliputi pengenalan masalah, diagnosis penyebab masalah di sektor kesehatan, pengembangan kebijakan, keputusan politis, implementasi, evaluasi.

Bab 3. Judging Health Sector Performance

Menurut buku ini, penilaian kinerja dalam sektor kesehatan mensyaratkan analisis etis. Dan 3 sudut pandang etis yang menjadi dasar penilaian adalah utilitarianisme, liberalisme, komunitarianisme.

Bab 4. Political Analysis & Strategies

Pada prakteknya, permasalahan di bidang kesehatan didefinisikan sebagai persoalan publik melalui proses sosial dan politik. Persoalan datang dan pergi di kehidupan politik sebagai bentuk perhatian publik. Dan media masa berperan penting dalam membentuk siklus persoalan dalam diskusi umum. Media dapat mengubah masalah pribadi menjadi persoalan publik, menciptakan kesadaran di kalangan publik dan elit politik. Siklus persoalan sebagian terbentuk dari dorongan ekonomi.

Bab 5. Goals for Evaluating Health System

Secara umum, kebijakan kesehatan mempengaruhi dan terpengaruh oleh sistem ekonomi dan sosial.

Bab 6. Assesing Health System Performance 

Tiga karakteristik kinerja yang menurut kami (penulis buku ini) perlu diperhatikan adalah efisiensi, akses dan mutu. Efisiensi dalam konteks reformasi sektor kesehatan menggunakan dua gagasan penting, yaitu cara penyediaan layanan dan macam-macam layanan yang dihasilkan. Akses diartikan sebagai ketersediaan pelayanan di wilayah tertentu atau dengan kata lain: Pertama, ketersediaan secara fisik yang dapat diukur dengan distribusi input (tempat tidur, dokter, perawat) dibandingkan dengan populasi yang ada. Kedua, ketersediaan efektif, yakni kemudahan warga mendapatkan perawatan.

Menurut pengalaman kami (penulis buku ini), secara umum ada tiga penggunaan kata “mutu”—dua di antaranya memiliki subkomponen. Pertama, “mutu” dapat diartikan sebagai kuantitas perawatan yang diberikan kepada pasien, misalnya “Berkualitas tinggi karena melakukan segalanya bagi pasien.” Arti kedua sering digunakan oleh petugas kesehatan, yaitu mutu klinis. Hal ini meliputi kecakapan petugas, ketepatan diagnosis dan keputusan penanganan, juga ketersediaan input (obat-obatan, peralatan) untuk menyelenggarakan tindakan yang tepat. Mutu klinis juga bergantung pada sistem produksi yang memadukan input-input tersebut ke dalam pelayanan yang diberikan (Berwick, Godfrrey, dan Roessner 1991). Makna ketiga paling sering diungkapkan oleh pasien yang kesulitan menilai mutu klinis, yaitu mutu pelayanan (Cunningham 1991).

Bab 7. Diagnosis to Health Sector Reform

Beberapa panduan sederhana yang patut diperhatikan adalah (1) “Hal-hal terkait proses” – cara pelaksanaan reformasi kesehatan dapat memberi pengaruh besar pada keadaan yang sedang berlangsung; (2) “Meniru tetapi disesuaikan” – meniru pendekatan baru yang bagus namun menyesuaikannya dengan keadaan setempat; (3) “Menggunakan bukti” – melaksanakan reformasi berdasarkan bukti dengan masalah, penyebab dan efeknya dianalisis secara teliti.

Bab 8. Financing

Pembiayaan berdampak sangat besar terhadap kinerja sistem kesehatan. Kemiskinan memberikan hambatan finansial yang mendasar. Jika ingin meningkatkan pemerataan, maka pengeluaran publik harus ditargetkan kepada warga miskin. Inti pembahasan kami (penulis buku) pada bab ini adalah bahwa pengembangan pembiayaan dan strategi alokasi sumber yang koheren tidak akan mungkin terlaksana tanpa mengaitkan persoalan pemerataan ini secara langsung.

Bab 9. Payment

Umumnya slogan “Anda mendapat apa yang anda bayar” adalah tempat terbaik untuk mulai memahami ekonomi sistem perawatan kesehatan nasional.

Bab 10. Organization

Bab 11. Regulation

Bab regulasi dalam buku ini sedikit membahas tentang konsep Donabedian 1980 yang dimasukkan dalam regulasi.

1. Regulasi Input

Seperti persetujuan obat (permasalahan keamanan obat adalah motivasi utama dalam regulasi obat yang mana harus adanya informasi tentang reaksi obat yang merugikan), pemberian ijin dan akreditasi.

2. Regulasi Proses

Panduan praktek dan penilaian pasien termasuk dalam regulasi proses.

3. Regulasi Output

Tidak dijelaskan lebih detail contoh regulasi output. Hanya menjelaskan bahwa sistem manajemen hasil tidak mudah untuk di implementasikan untuk negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Bab 12. Behavior

Bab 13. Conclusions

loading...
Share

1 Trackback / Pingback

  1. [BLOCKED BY STBV] Tidak Ada Salahnya Politik Masuk di Sektor Kesehatan | Laskar Mutu Kesehatan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*