Mencari Ilmu adalah Ibadah Hati

Mencari Ilmu adalah Ibadah Hati
Mencari Ilmu adalah Ibadah Hati

Keberkahan hidup hanya akan tergenggam saat ilmu sudah “menjabat-erat” tangan amal. Ilmu tanpa amal adalah bencana & malapetaka. Amal tanpa ilmu adalah sia-sia dan bencana. Perubahan hidup manusia sangat bergantung pada perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup manusia, amat sangat ditentukan oleh kadar ilmu yang digenggamnya. Mencari ilmu adalah ibadah hati yang dilakukan oleh badan. Seperti apa hati kita seperti itu pula gerak badan kita. Bila hati semangat mencari ilmu, badan akan semangat. Tiada yang diharapkan oleh setiap pencari ilmu kecuali hasil dan maksud.

Hasil dapat dibuktikan dengan ilmu masuk ke akal sehingga memahami. Dan bila memahami akan mendapat nilai angka. Hasil bukan segala-galanya. Maksud dapat dibuktikan dengan ilmu masuk ke hati. Dan ia akan mengerti. Banyak yang paham tapi tidak mengerti. contoh, pahala adalah paham. Kita mau pahala yang banyak atau sedikit ? Pahala yang banyak itu untuk ke orang yang cemberut atau yang senyum ?  Tertarik kah senyum ke yang cemberut ? Inilah mengerti.

Orang yang ilmunya sudah masuk ke hati, maka ia akan mendapat nilai hidup. Jika dua-duanya kita peroleh maka kita dapat berubah sehingga mengubah hidup.

Jembatan hasil untuk bisa sampai ke maksud adalah adab. Waktu sedang mencari ilmu harus disertai dengan ilmu. Apa saja adab mencari ilmu :

  1. Mendahulukan dengan mensucikan hati & jiwa sebelum mencari ilmu karena mencari ilmu akan diterima Alloh bila didahului dengan mensucikan hati & jiwa. Orang akan shalat dengan benar bila ia tahu ilmunya.
  2. Harus bersuci dari hadasnya ilmu yaitu sombong. Jangan sombong ketika mencari ilmu. Jangan merasa ada yang lebih rendah dari diri ini. Inilah bukti sombong. Siapa sombong akan di telan oleh kesombongannya sendiri
  3. Jangan riya. Belajar semata-mata ingin mengharap ridho Alloh. Orang seperti ini tidak akan bisa mencium bauNya surga. Jangan bangga terhadap prestasi yang berhasil di raih. Jangan sedih dengan kegagalan yang datang menerpa. Berhasil atau tidak, ada dalam genggaman Alloh. Jalani hidup ini apa adanya.
  4. Jangan Thoma (mengharapkan fasilitas). Keberhasilan tidak berbanding lurus dengan fasilitas. Karena bila berbanding lurus, maka akan berhasil orang di masa sekarang dibanding orang masa dahulu. Jangan menjadikan kekurangan yang ada sebagai alasan untuk tidak berprestasi. Keberhasilan berbanding lurus dengan keprihatinan. “Jadilah orang biasa yang luar biasa, yang menjadikan luar biasa sebagai hal yang biasa”. Sehingga ketika ada yang memuji akan biasa saja.
  5. Jangan melanggar aturan. Melanggar itu akan kembali ke orangnya. Maka jaga diri dari dosa & maksiat. “Ilmu itu cahaya Alloh” dan tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.
  6. Jangan buruk sangka (Jangan buruk sangka pada guru). Kenapa harus ta’dhim kepada guru ? Alloh mengajari manusia, apa yang ia tidak ketahui. Alloh wakilkan ilmu kepada guru. Sehingga posisi guru sangat tinggi. Ta’dhim kepada guru adalah sumber bagi berkahnya ilmu. ta’dhimlah pada semua guru. Para guru mewakili Alloh karena itu guru harus memberikan yang maksimal.

Sumber : Ust. Syatori. 20 Juli 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*