Joko Widodo Pemilik Surah Al Anbiya

Joko Widodo Pemilik Surah Al Anbiya

Setiap orang memiliki angka tersembunyi dari bagan Al Khawarizm tanggal lahirnya. Angka ‘tersembunyi’ memberitahukan sisi lain orang tersebut. Tetapi dari luar kita tidak mampu melihat apakah ia memiliki sifat tersebut. Orangnya sendirilah yang mengetahui bahwa ia mempunyai sifat tersebut.

Adapun setiap angka bergetar dan bereaksi antar individu, lewat kombinasi angka akar, kita bisa mengetahui kemistri atau hubungan kimiawi antar capres dan cawapres.

Joko Widodo, punya angka tersembunyi 7 artinya, seseorang yang sangat beruntung dan lawan jenis sangat tertarik kepadanya. Pasangan capres dan cawapres Jokowi memiliki angka akar 8 dan kyai Maruf Amin memiliki angka akar 4, sehingga analisis reaksi antara kedua individu adalah 8 + 4 =12 dan 1+2= 3. Mereka memiliki vibrasi angka pasangan yang sama.

Dalam quranic biblioterapi, kompas Joko Widodo QS Al Anbiya. Mari kita lihat kata kunci untuk petunjuk hidup dan kehidupannya Joko Widodo dengan jalur kunci biblioterapi QS Al Anbiya (nabi-nabi).

Permulaan surat Al Anbiyaa’ menunjukkan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. maka ditegaskan Allah, meskipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti. (Lihat fakta empiris di lapangan yaa, sebagai bahan refleksi yang telah terbukti)

Kemudian dikemukakan qisah beberapa orang nabi beserta umatnya.

Al Anbiyaa’ ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad s.a.w supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu (kaum sodom nabi luth, tsamud, dsb).

Jalur kunci kehidupan lainnya yang dapat diinternalisasi dalam Al Anbiyaa adalah Keimanan, para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia; langit dan bumi akan binasa kalau ada Tuhan selain Allah (lihat ritual di bibir pantai di Palu); semua Rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah; tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati; cobaaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan; hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Qisah Ibrahim a.s (ajakan Ibrahim a.s kepada bapaknya untuk menyembah Allah, bantahan Ibrahim terhadap kaumnya yang menyembah berhala-berhala, bantahan lbrahim a.s. terhadap Namrud yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan), qisah Nuh a.s., qisah Daud a.s., dan Sulaiman a.s; qisah Ayyub a.s.; qisah Yunus a.s.; qisah Zakaria a.s.

Karunia Al Quran; tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad saw untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Al Quran ; kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya; Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmahnya; soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka; timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat; bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya; kejadian alam semesta; sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Surat Al Anbiyaa’ menerangkan bahwa sudah menjadi sunnah Allah bahwa para nabi atau rasul yang diutus-Nya adalah dari jenis manusia yang diberikan kepada mereka kitab dan mukjizat. Dasar agama (aqidah) yang dibawa oleh para nabi itu adalah sama, hanya berbeda dalam syariat (hukum furu’), karena ini disesuaikan dengan perkembangan masa dan keadaan.(refleksikan Islam Nusantara yg terjadi di masa pemerintahannya)

Analisis Iqratakdir ini Bunda Susan ketengahkan, sama sekali bukan untuk menjatuhkan masing-masing pihak. Bunda Susan berada di posisi netral dan ingin membantu rakyat untuk memilih berdasarkan informasi primer tentang siapa dan bagaimana pemimpin yang kelak akan dipilihnya di pemilu presiden 2019.

Analisis ini adalah alat untuk membantu banyak orang untuk mengerti diri mereka lebih baik dan untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Menyikapi sesuatu yang tidak diketahui tidak lagi ditakuti, setelah mengetahui yang tidak diketahui akan lebih waspada terhadap apa yang ada di depan, mengambil langkah untuk menghindari musibah. Masyarakat Indonesia bisa melangkah ke jalur yang benar menuju keharmonisan, karena keharmonisan adalah kebahagiaan.

Terkait pemilihan, Bunda Susan teringat sebuah teori ular tangga. Isinya menyimpulkan bahwa, selama kita berhasrat penuh untuk menduduki jabatan atau sebuah kemenangan, maka sesungguhnya jabatan dan kemenangan itu semakin menjauh dari diri kita. Karena setiap orang sudah memiliki takdirnya, maka tinggal perkuat doa dan perbanyaklah menanam kebaikan.

Kebaikan yang kita tanam akan berbuah kebaikan, keburukan yang kita tanam akan berbuah keburukan pula. Kita bertanggung jawab terhadap apa yang akan terjadi kepada diri kita nanti, bukan orang lain.

Tidak akan rugi rakyat yang istikharah dan musyawarah untuk menentukan pilihan terbaik menurut Tuhan.

Negara kita butuh superteam bukan superman. Jadi, siapakah presiden dan wakil presiden pilihan anda?

Wallohu’alam bishawab.

Sumber : Bunda Susan (Susanti Agustina, M.I.Kom, CH, CHt, biblioterapist) Untuk Biblioterapi tematik #quranicbiblioterapi KBI Selasa, 02 Oktober 2018)

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*