Membangun Rumah Tangga yang Berkah

Membangun Rumah Tangga yang Berkah

Mencari barokah adalah inti tujuan berumah tangga. Dari barokah maka cita-cita menjadi sakinah, mawadah, warohmah akan terpenuhi dengan sendirinya.  Sebab barokah adalah doa yang pertama kali diucapkan pada saat seseorang menjalani rumah tangga. Rumah tangga tidak hanya sekedar rukun, langgeng tapi yang paling penting adalah barokah. Bukan sekedar jumlah anak tapi barokahnya. Sehingga bila barokah, rukunnya adalah rukun yang membawa ke Surga.

Jodoh itu ada tiga yang harus dipahami. Pertama, jodoh di dunia tapi tidak di akhirat. Ini terjadi pada pasangan yang rukun di dunia tapi tidak terikat atas dasar iman sehingga tidak berkah. Kelihatan langgeng dan rukun tetapi tidak berkah. Maka tidak sampai ke surga. Kedua, untuk jomblo yang sholeh dan sholeha. Bila Alloh mentakdirkan kematian sebelum ia menikah maka insyaalloh ia tidak jomblo karena jaminan saat di Surga tidak ada jomblo. Jadi jomblo yang ngenes itu sejatinya yang di dunia tidak dapat jodoh dan di akhirat tidak dapat jodoh. Karena di dunia, ia jomblo dan tidak mau beriman dan meninggal dalam keadaan jahil maka tempatnya di Neraka dan tidak dapat pasangan. Ketiga, jodoh di dunia dan akhirat. Ini terjadi pada rumah tangga yang diberkahi.

Banyak anak bila tidak berkah yang terjadi adalah musibah. Anak yang akan membuat menjadi stroke. Anak yang membuat naik tensi dan berdebar keras bila akan pulang ke rumah. Ini karena anak dan pasangan tidak berkah. Karena tidak berkah maka masalah datang. Sehingga penting untuk memahami berkah agar tahu bahwa sejatinya rumah tangga yang diberkahi adalah rumah tangga yang sedikit masalahnya meskipun dari segi teknis mungkin pasangan tidak belajar ilmu parenting. Makna barokah salah satunya adalah bertambahnya kebaikan setiap saat. Setiap kebaikan yang bertambah di rumah maka segala keburukan akan terusir dengan sendirinya seperti yang tertuang dalam surah Hud ayat 114 “Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat”.

Filosofi di rumah tangga bila ingin mengusir masalah maka datangkan kebaikan yang banyak. Apa hubungannya anak yang penyakitan terus dan berantemnya suami istri dengan berkah ? Insyaalloh rumah tangga yang berkah, istri tidak suka menuntut dan anak tidak menjadi masalah. Berkah dalam rumah tangga itu sama seperti minuman. Minuman yang penuh dengan kotoran. Untuk membuangnya tidak mungkin maka untuk mengangkat kotoran tersebut dari dalam gelas, tuangkan saja dengan air yang banyak. Air yang mengalir deras ke gelas maka lama-lama kotoran akan terangkat kemudian air di dalam gelas akan menjadi jernih. Jadi bila ingin mengusir keburukan dalam rumah maka datangkan banyak kebaikan.

Kadang kesalahan teknis bisa dimaafkan atau dieliminir bila berkah. Mungkin kita tidak belajar ilmu psikologi dan komunikasi pasangan suami istri tapi karena berkah maka anak terjaga dan suami istri tidak macam-macam. Keberkahan akan menghapuskan masalah teknis yang tidak bisa diselesaikan. Jadi kalau ada masalah,, jangan lari ke psikolog karena jangan-jangan keberkahan di dalam rumah telah dicabut oleh Alloh. Sehingga masalah selalu saja ada. Semua masalah rumah tangga selalu dua penyebabnya. Pertama, masalah spiritualitas / keberkahan yang dicabut oleh Alloh (non teknis). Kedua, komunikasi (teknis).

Rumah tangga diibaratkan seperti tanah lapang. Bila tidak diisi dengan pohon dan tanaman yang cantik maka akan tumbuh rumput liar sehingga datang ular dan tikus. Ini smua karena tanah tidak di tanam. Ada yang mungkin berfikir, cabut saja rumputnya. Namun lupa bahwa rumput akan tumbuh lagi dan ular akan datang. Cara mengusir rumput liar adalah dengan menanam tanah tersebut dengan pohon dan dibuat taman atau bangunan.

Bagaimana cara mewujudkan rumah tangga yang berkah ?

Pertama, dasar berumah tangga itu adalah iman dan taqwa. Ditandai dengan proses berumah tangga yang benar. Proses berumah tangga bila diawal telah dikotori dengan perilaku yang mengundang murka Alloh maka keberkahan hilang kecuali dengan taubat yang benar.

Kedua, jadikan visi akhirnya adalah masuk surga bersama. Maka porsi pembicaraan dalam rumah harus sesuai dengan visi akhir. Ingin tahu sejauh mana visi sudah benar maka lihat dialog antar anak. Karena dialog antar anak mencerminkan visi asli orang tua. Ibnu Jarir dalam kitab Tariq berkata “dialog antar rakyat menunjukkan visi asli pemimpin”. Selama pembicaraannya masih materi maka pengasuhan telah gagal karena hanya mengantarkan jaya di dunia. Rumus seorang Muslim dalam surah Al Qasas ayat 77 “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Aloh kepadamu. Tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Alloh telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Alloh tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”.

 Sumber : Ust. Bendri. Membangun Rumah tangga yang berkah.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*