Ada Cinta Dibalik Rusaknya HP Saat Umroh

Empat puluh hari sudah berlalu, namun belum hilang dalam ingatan Saya tentang dua kota terindah di Dunia itu. Banyak cerita yang Saya dapatkan selama perjalanan umroh Saya di akhir April 2015 lalu. Kali ini Saya ingin bercerita tentang maksud dari Rabb dibalik rusaknya HP Saya sehingga semua nomor contact hilang tak tersisa. Karena sejatinya hanya diri sendirilah yang tahu jawabnya akan apa yang terjadi pada dirinya atas perlakuan Alloh padanya. Lalu apa maksud Alloh untuk Saya ? Berikut jawabnya.

Rusaknya HP Saya karena Saya sudah bergantung dengan orang-orang di nomor HP Saya ini. Saya pernah bilang ke orang tua Saya “Papa Mama tenang aja, Ais punya banyak kenalan jadi mereka akan bantu”. Kata-kata itulah yang mungkin membuat Alloh sedih pada Saya. Alloh ingin mengatakan “Mintalah padaKu. Mereka tidak bisa menolongmu. Aku akan gantikan dengan yang lebih baik”. Karena itulah Saya terima apa saja ujianNya atas kesalahan Saya menduakanNya. Dan sebagai bentuk konsekwensinya, saat tahu semua nomor harus hilang, Saya santai menjawab “iya gak apa-apa hilang yang penting sembuh”. Dan tahu apa yang terjadi? Karena HP Saya rusak, langsung Saya dapat HP baru. Yang artinya Saya punya 2 HP yaitu HP baru dan HP yang sudah sembuh.  Terus cerita berakhir dong. Cerita belum belum selesai. Karena ada rencanaNya yang lain dibalik rusaknya HP Saya. Alloh memang Maha Hebat. Dialah Rabb ku.

masjid Nabawi
Kiri-kanan : Guide Raudhah, Mama, teman Mama

Namun sebelum cerita Saya lanjutan, Saya berharap apabila ada yang mengenal Saya dan membaca tulisan Saya ini bisa sms Saya hanya sekedar memberitahu nomornya ke nomor Saya (tidak ganti kok nomor Saya) agar bisa Saya save ulang. Karena nomor keluarga, teman SD, SMP, SMA, kuliah, dosen, relasi kerja, pejabat daerah, member IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network), member odoj (one day one juz), member kutub (komunitas tahajud berantai) lama dan baru, guide raudhah hilang semua.

Sebulan sudah Saya menggunakan HP baru dan minggu lalu HP rusak Saya sudah sembuh. Saya bukan termasuk orang yang punya barang banyak. Bagi Saya cukuplah punya satu. Dan bukan Alloh kalau tidak tahu kebiasaan Saya ini. Alloh atur rencana begitu cantik hingga Saya pun sulit untuk mengelaknya.

Ada teman Saya yang Ibu nya sakit. entah kenapa pembicaraan kami di WA (whatsapp) berlanjut ke soal HP. Teman Saya ingin menceritakan kalau HPnya suka mati-mati dan warna layarnya sudah gelap. Mungkin ada masalah dengan LCD HP itu. Tiba-tiba saja tanpa pikir panjang, Saya bilang “pakai saja HP Saya. Saya punya dua tapi Saya gak pernah pake yang satu. HPnya masih baru kok. Baru sebulan Saya pake”. Dari ucapan Saya itu, Saya memang inginnya HP baru Saya saja yang Saya kasih. Secara HP yang lama pernah Saya bawa umroh jadi filosofi HP itu sangat membekas dan HP itu memang HP yang benar-benar Saya beli dengan kerja keras Saya. Sedangkan HP baru karena dibelikan orangtua. Hehe

Alhamdulillah HP baru Saya itu sudah beralih tangan ke teman Saya. Apa saya merasa sedih atau menyesal? Tidak. sama sekali tidak. HP itu adalah hadiah yang Alloh kasih untuk teman Saya. karena teman Saya ingin sudah menjaga, menemani dan merawat ibu nya yang sakit. Saya senang karena HP Saya bisa bermanfaat untuk teman Saya. Papa mama yang membelikan HP juga bisa dapat berkahnya. Walaupun papa mama Saya tidak tahu kalau Saya kasih HP baru nya ke teman Saya. Hihi Tapi Saya yakin kalaupun mereka tahu, mereka pun akan setuju dengan keputusanku ini.

Cantik bukan rencanaNya merusakkan HP Saya. Tidak semua ujianNya dikarenakan kita salah. Melainkan karena begitu cintaNya pada kita. Bahagia itu mudah.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*