Orang Tuamu, Orang Tuaku

Orang Tuamu, Orang Tuaku
Orang Tuamu, Orang Tuaku

Salah satu tantangan besar setelah menikah adalah menerima diri pasangan juga keluarganya. Nah, yang gak mudah adalah menerima kekurangan dan perbedaan budaya. Belum selesai taaruf dengan pasangan, kita juga harus menyiapkan hati menerima mertua yang tentu punya keunikan tersendiri.

  1. Dapat mertua yang kaya raya dan mau bantu. Bisa jadi di support materi tapi tantangannya bagaimana tak bergantung dari belas kasih mereka
  2. Dapat mertua yang kaya raya tapi serba ngatus. Bisa jadi enak, tapi privasi dan teritori keluarga tercampuri. Butuh diskusi dengan istri
  3. Dapat mertua yang kurang mampu. Harus siap membantu ekonomi keluarganya semampunya
  4. Dapat mertua yang berpendidikan tinggi. Bisa jadi ada tuntutan psikologis istri atau suami harus kuliah lagi
  5. Dapat mertua yang mementingkan quality time. Harus menyiapkan waktu rutin bersilaturahim
  6. Dapat mertua yang suka mencampuri dan mengompori. Pahamkan istri bahwa setelah menikah prioritas ketaatan seorang istri adalah pada suami bukan pada orang tuanya

Kebanyakan kegagalan pernikahan karena ada salah satu pihak yang ga move on dan ga paham esensi ini. Bahwa setelah menikah, kita punya bahtera baru, budaya baru, cara mendidik anak baru dan semua kebaruan itu harus didukung satu sama lain.

Jangan sampai mertua jadi alasan berpisah hanya karena satu pihak tak mau mengalah. Kalau hati masih terkekang dengan situasi keluarga, jangan dulu menikah. Selesaikan dulu, sampai hati sudah siap. Walaupun kau tulang punggung keluarga, bukan berarti menikah sudah tak bisa lagi berbuat baik pada kedua orang tua.

Carilah pasangan yang paham agama serta peka dan tanggung jawab. Ia akan dengan sekuat tenaga membantumu juga berbuat baik pada kedua orang tuamu. Semoga kita dapatkan pasangan terbaik juga mertua terbaik. Aamiin.

Sumber : Setia Furqon Kholid

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*