Fitrah Seksualitas

Fitrah Seksualitas

Fitrah seksualitas adalah fitrah yang berhubungan dengan gender, yang berujung pada kesejatian peran sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Maka fitrah seksualitas ini akan tampak dari bagaimana seseorang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak sebagai seorang laki-laki sejati atau perempuan sejati.

itrah seksualitas ini terinstall di semua manusia yang Allah ciptakan dimana dalam perkembangannya sangat dipengaruhi oleh stimulasi-stimulasi dari luar diri, terutama oleh pola asuh orang tua.

Artinya apabila stimulasinya benar, maka ia akan menjadi seorang laki-laki sejati yang kelak siap menjadi suami dan ayah yang benar atau perempuan sejati yang kelak siap menjadi istri dan ibu yang benar.

Dengan kata lain, apabila stimulasinya keliru, maka fitrah seksualitas seseorang berpotensi untuk cedera. Inilah yang membuat seseorang jadi tidak siap menjalani peran sebagai suami dan istri, atau peran sebagai ayah dan ibu.

Mari kita sama-sama mengevaluasi diri, bagaimana dengan fitrah seksualitas kita berkaca dari bagaimana ayah dan ibu kita menstimulasi fitrah seksualitas kita.

Berikut prinsip-prinsip dari pembahasan materi fitrah seksualitas :

  1. Fitrah seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
  2. Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan Ibu berperan memberikan suplai feminitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75 % suplai maskulinitas dan 25 % suplai femininitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75 % dan suplai maskulinitas 25 %.
  3. Mendidik fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya peran suami dan Ayah sejati bagi anak lelaki serta peran istri dan ibu sejati bagi anak perempuan. Dimana buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

Berikut ini adalah proses stimulasi fitrah seksualitas yang idealnya dilakukan oleh orangtua kepada kita, berdasarkan tahap perkembangan usia. Silakan gunakan ini untuk mengevaluasi diri, apakah kita sudah mendapatkan stimulasi fitrah seksualitas yang sesuai ?

Tahap usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah sesksualitas.

Tahap usia 3-6 tahun : Ini tahap penguatan konsepsi gender dengan imaji imaji positif tentang gendrnya masing-masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga meyebut gendernya di usia 3 tahun.

Tahun usia 7-10 tahun : ini tahap penyadaran potensi gender dengan beragam aktivitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib. Begitupula anak perempuan lebih didekatkan ke ibu untuk disadarkan peran keperempuannya dalam kehidupan sosialnya. Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.

Tahap 11-14 tahun : Ini tahap pengujian eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu.

Tahap 15 tahun ke atas : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa aqil baligh atau anak bukan lagi anak-anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati. Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak-anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi suami dan ayah sejati serta istri dan ibu sejati.

Jika setelah mengevaluasi diri ternyata kita tidak mendapatkan stimulasi fitrah seksualitas yang sesuai dan itu berdampak pada kurang matangnya rasa, pikiran dan tindakan diri sebagai perempuan sejati, maka kapanpun Anda menyadarinya, mulai segera untuk ‘mencicil hutang pematangan fitrak seksualitas’ Anda, sebab ini akan sangat berdampak pada optimal tidaknya kontribusi diri Anda sebagai seorang istri dan ibu di keluarga Anda.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*