As Sabur. Alloh Maha Penyabar

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa As Sabur, Alloh yang meletakkan sesuatu pada waktu dan tempat yang tepat. Karena itu, ketika Alloh melakukan sesuatu tidak terdorong oleh ketergesaan. Kalau Alloh menunda sesuatu, tidak didorong oleh kemalasan. Karena orang yang menunda belum tentu sabar bisa juga adalah kemalasan. Dalam hadits Qudsi disebutkan “tidak ada yang lebih sabar dibandingkan dengan Alloh”. Alloh yang menciptakan manusia tetapi Alloh disekutukan, Alloh dituduh memiliki anak tetapi Alloh tetap memberi rezeki kepada hambaNya. Karena itu, di hadits Qudsi pun Alloh berfirman “Aku punya berita besar untuk manusia dan jin. Aku ciptakan mereka tetapi mereka menyembah selain Aku. Aku memberi rezeki kepada manusia sedangkan mereka berterimakasih kepada selain Aku. KebaikanKu terus menerus Aku berikan kepada mereka sementara keburukan terus menerus mereka naikkan kepadaKu”

Suatu hari ada orang bertanya kepada seorang ulama yang bernama As Syibli “wahai As Syibli, apakah itu kesabaran?” Kata As Sybli “kesabaran adalah ketika kesabaran itu minta tolong kepada engkau”. “Tolong aku” Kata kesabaran. Lalu engkau berkata kepada kesabaran itu “Sabarlah”.

Kesabaran adalah ilmunya orang kuat. Karena itu, orang yang kuat saja yang mampu sabar. Sementara orang yang tidak sabar adalah orang yang lemah. Hawa nafsu itu adalah kendaraan. Dan rem dari kendaraan kita adalah kesabaran. Bayangkan jika kendaraan ini kita bawa tanpa rem dan tujuan dari kendaraan ini adalah surga atau neraka.

Tanpa kesabaran, nilai kemanusiaan kita akan runtuh. Orang korupsi karena tidak sabar. Semua dosa yang dilakukan manusia adalah karena kurang sabar dalam dua hal yaitu kurang sabar terhadap hal-hal yang disukai. Kurang sabar terhadap hal yang disukai akan membuat kita berlaku dosa. Kurang sabar terhadap hal yang tidak kita sukai itu juga yang menjadi penyebab kita berbuat dosa.

Apakah sabar itu ada batasnya? Sabar kita tidak ada batasnya. Karena itu pahaa untuk orang sabar tidak ada batasnya. Alloh berfirman “Sesungguhnya Alloh akan memberikan pahala untuk orang-orang yang sabar tanpa batas”. Kenapa pahala kesabaran tanpa batas? Karena kesabaran tidak ada batasnya. Termasuk bulan puasa, kata Rasulullah “sesungguhnya semua amal manusia adalah untuknya kecuali puasa”. Puasa itu untukKu. Kalau demikian, Aku yang langsung membalasnya. Mengapa demikian? Karena di dalam puasa, ada kesabaran.

Sabar bagi kita biasanya untuk orang lemah. Padahal sabar adalah ilmunya orang kuat. Ilmunya orang yang berusaha adalah sabar. Karena sabar adalah sikap tenang saat menunggu. Berarti menunggu harus ada yang dilakukan. Sabar adalah bersikap tenang saat menunggu. Untuk ada yang ditunggu, kita harus melakukan sesuatu. Setelah melakukan sesuatu, kita akan sabar menunggu. Dan orang yang nganggur tidak perlu sabar karena sabar dan tidak sabar baginya sama saja.

Mengapa sabar sering dikaitkan dengan ibadah yang lain? Contohnya shalat. Kalau kita melakukan ada perintahnya maka semestinya kita bersabar karena juga ada perintahnya. Seakan-akan sabar itu kualitasnya sama persis dengan perintah ibadah shalat. Jadi sabar adalah ibadah yang sekualitas shalat. Itulah jawaban yang pertama. Jawaban yang kedua adalah untuk bisa menimati shalat, kita harus bisa sabar. Hanya orang yang bersabar yang mampu khusyu dan menikmati kehidupan ini. Dan shalat adalah pertemuan kita dengan Alloh. Tidakkah itu kenikmatan? Dan hanya orang yang sabar yang mampu merasakan kenikmatan berjumpa dengan Alloh. Jadi kesabaran adalah kemampuan kita menikmati proses. Maka orang yang sabar adalah orang yang menikmati hidup ini. Dan semua dalam kehidupan ini rumusnya adalah kesabaran. Tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan dengan kesabaran. Kesabaran adalah ilmunya orang sukses, kesabaran adalah ilmu segala perkembangan.

Alloh As Sabur, Alloh yang sering menunda siksaNya kepada kita. Coba bayangkan bila Alloh tidak menunda siksaNya kepada kita. Mungkinkah ada satu makhluk di muka bumi ini yang masih hidup saat ini? Tetapi karena Dia As Sabur, Alloh tunda sanksiNya kepada kita. Kenapa? Siapa tahu dia mau bertaubat.

Kisah bagaimana Alloh mengaruniakan kesabaran kepada seorang sahabat yang bernama Imran bin Husain. Beliau dicoba oleh Alloh dengan penyakit yang membuat tubuhnya lumpuh. Puluhan tahun dia mengalami lumpuh. Dan setiap orang menunjungi beliau, selalu orang pasti meneteskan air mata. Tetapi apa yang dikatakan oleh Imran bin Husain ini? Dia berkata “apa yang disukai Alloh, aku pun menyukainya”.

Sabar waktu kita sulit itu penting. Tapi disaat senang jauh lebih penting. Biasanya orang cukup sabar bila diberikan kesulitan. Tetapi tidak cukup sabar ketika diberikan kesenangan.

Suatu hari ada yang mengeluhkan masalahnya pada seseorang. Dan ada sufi yang melihatnya. Sufi menegurnya “wahai fulan mengapa engkau mengadukan Tuhanmu yang Maha Penyayang kepada engkau. kepada orang yang tidak menyayangimu. Mengapa engkau mengadukan Alloh yang Maha Rahman kepada manusia yang tidak menyayangimu?”.

Coba bayangkan jika As Sabur ada di hati kita. Alangkah banyak prestasi yang akan bisa kita dapat. Alangkah tegarnya kita menghadapi segala musibah dan kesulitan.

Dalam kehidupan kita, kita punya kemampuan untuk bersabar terbukti banyak mana orang yang shalat dengan orang yang berpuasa? banyak tidak orang yang tidak shalat tapi berpuasa? inilah bukti.

Duhai Alloh yang Maha Sabar, alangkah banyaknya nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku tetapi betapa sedikitnya kesyukuran yang kami berikan kepadaMu.

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV One 16 Juli 2012.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*