Budaya Selamat Sebagai Strategi Keselamatan Pasien

Budaya Selamat Sebagai Strategi Keselamatan Pasien

Mengembangkan budaya selamat merupakan elemen utama dari banyak upaya peningkatan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.  Beberapa studi menunjukkan bahwa budaya selamat berhubungan dengan perilaku dokter. Budaya keselamatan pasien dapat didefinisikan sebagai suatu aspek kultur organisasi. Secara khusus, budaya selamat dapat dipersonifikasi dengan nilai bersama, keyakinan, norma dan prosedur terkait keselamatan pasien diantara anggota organisasi, unit atau tim.

Budaya selamat mempengaruhi perilaku, sikap dan kognisi  dokter dan staf pada pekerjaan dengan menyediakan penanda tentang prioritas keselamatan pasien dibandingkan dengan sasaran lain (misalnya, efisiensi atau menyeluruh). Budaya juga membentuk persepsi dokter dan staff tentang perilaku “normal” terkait keselamatan pasien di area kerja. Di cara ini, budaya mempengaruhi motivasi seseorang untuk terlibat di perilaku aman dan keluasan dimana motivasi ini diubah kedalam praktek sehari-hari.

Mendorong budaya keselmatan pasien akan lebih baik di konseptulisasikan sebagai sebuah konstalasi intervesi berakar di prinsip kepemimpinan, kerja tim, dan perubahan perilaku ketimbang proses tertentu, tim atau teknologi. Strategi-strategi untuk mendorong budaya keselamatan pasien akan mencakup perubahan di level sistem, seperti pemerintahan atau struktur laporan. Misalnya pelatihan tim, pertemuan lintas disiplin atau executive walk around pada rumah sakit, dan strategi-strategi yang mencakup serangkaian intervensi telah dilabeli sebagai intervesi untuk mendorong budaya keselamatan.

Pelatihan tim merujuk pada serangkaian metode terstruktur untuk mengoptimalkan proses tim kerja, seperti komunikasi, kerjasama, kolaborasi dan kepemimpinan. Tinjauan sebelumnya menunjukkan bawa istilah telah diaplikasikan ke berbagai strategi-strategi pembelajaran dan pengembangan, namun elemen yang menentukan adalah fokus pada memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap yang mendasari tim kerja yang efektif.

Dua puluh studi secara eksplisit menguji pelatihan tim atau alat-alat untuk mendukung komunikasi tim sebagai intervensi untuk mendukung budaya selamat. Enam belas dari 20 studi melaporkan peningkatan signifikan secara statistik dalam persepsi staf mengenai budaya selamat. Selain itu, 5 peningkatan yang dilaporkan dalam proses perawatan (misalnya, menurunnya penundaan perawatan atau meningkatnya penggunaan komunikasi terstruktur) dan 7 melaporkan peningkatan dalam hasil aman pasien (misalnya, kesalahan yang menghasilkan bahaya atau penurunan indeks hasil merugikan).

Secara khusus, bukti terbaik sampai saat ini nampaknya meliputi strategi yang terdiri dari komponen ganda yang menggabungkan pelatihan tim dan mekanisme tim untuk mendukung komunikasi tim dan keterlibatan eksekutif dalam putaran keamanan garis depan. Organisasi-organisasi harus mempertimbangkan dengan menggabungkan elemen-elemen ini.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*