Ketika Teman Ingin Bunuh Diri

Hari Pencegahan Bunuh Diri

Baru tahu kalau tanggal 10 September diperingati Hari Pencegahan Bunuh diri. Itu karena tangan saya yang gatal atas pertanyaan di Instagram KBR “Apa yang Anda lakukan saat mendengar teman yang mengutarakan keinginan untuk bunuh diri ?”. Lebih geli lagi saat baca jawaban atas pertanyaan itu di kolom komen seperti bicara dari hati ke hati, mendengarkan, menepuk-nepuk punggung. Ahh itu semua tidak akan saya lakukan. Melainkan saya akan bilang “lanjutkan”. Silakan bunuh diri sekarang biar dunia gak penuh dengan orang-orang penakut.

Ketika ada teman yang ingin bunuh diri, itu artinya kita gagal menjadi temannya. Teman adalah cermin dari diri kita. Jadi insyaalloh tidak ada teman saya yang akan mengutarakan keinginan bunuh diri.

Ia yang ingin bunuh diri pastilah karena merasa putus asa, ingin menyerah dengan hidup. Data WHO menyebutkan bahwa ada sedikitnya 800.000 jiwa kehilangan nyawanya dalam setahun diseluruh dunia. Sementara di Indonesia, rasio bunuh diri mencapai 4,3 orang per 100.000 penduduk.

Untuk kamu yang ingin merencanakan bunuh diri, pastilah kamu tidak dekat dengan Alloh SWT. Di Dunia ini, gak cuma kamu aja yang punya banyak masalah. Gak cuma kamu aja yang putus asa. Saya juga pernah mengalami rasanya putus asa. Tapi keyakinan saya pada Alloh melebihi rasa putus asa saya. Itu yang membuat saya tidak ingin menyerah. Dan itu yang membuat saya merasakan bahwa Alloh sayang dengan saya. Kamu hanya perlu bersabar. Sedikit lagi masalahmu akan selesai.

Mulai sekarang, berprasangka baiklah pada Alloh, orangtua, teman, saudara kandung… Ketika ada yang tidak perhatian padamu, maka kamu yang harus perhatian pada mereka. Karena ketika kamu perhatian pada sesama maka Alloh langsung yang akan memperhatikanmu. Kamu orang hebat. Kamu terlahir ke dunia karena Alloh memiliki maksud agar kau menjadi khalifahNya.

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*