Mahasiswa Afirmasi UNPAD dari Papua

Minggu ini, dunia kesehatan terguncang. Awal tahun 2018 ini harus mendengar berita tentang KLB campak & gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Ternyata perbaikan infrastruktur di Papua oleh Presiden RI belum diimbangi dengan perbaikan kesehatan warganya. Semoga dengan meninggalnya warga Papua yang terkena campak dan gizi buruk, bisa menjadi semangat bagi anak-anak Papua yang sedang menuntut ilmu di Jawa untuk kelak berperan menjaga dan memperbaiki daerahnya menjadi lebih baik.

Saya jadi teringat dengan mahasiswa afirmasi dari UNPAD. Saat magang Juli 2017 lalu, kami dosen magang mendapat kesempatan untuk bertemu mahasiswa afirmasi UNPAD yang berasal dari Papua.

UNPAD memberikan peluang kepada para mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa yang salah satunya adalah program afirmasi pendidikan tinggi (ADIK) untuk wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal).

Melalui SK Rektor UNPAD No 126 Tahun 2016 tentang penetapan mahasiswa penerima beasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADIK) Papua dan 3T dari tahun angkatan 2012 s.d. 2016 Semester Gasal TA 2016/2017, UNPAD memberikan beasiswa afirmasi Pendidikan tinggi kepada 61 mahasiswa.

Beasiswa afirmasi pendidikan tingi diberikan sebesar Rp 16.800.000,- untuk tiap mahasiswa setiap tahun nya. Adapun rincian nya sebagai berikut :

  • SPP per semester : Rp 2.400.000,- x 2 = Rp 4.00.000,-
  • Biaya hidup peer semester : Rp 6.000.000,- x 2 = Rp 12.000.000,-

Anggaran tersebut dibebankan pada anggaran dana DIPA Satker Direktorat Pembelajaran dan kemahasiswaan Dikti.

Program afirmasi adalah bentuk perhatian pemerintah Pusat untuk warga Papua mulai dari pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Tahun ini adalah program afirmasi angkatan ke 5 bagi warga Papua. Beasiswa afirmasi ini dimulai dari seleksi yang mana diminta dari kabupaten/kota (siswa yang mendapat nilai tertinggi di daerahnya) dan dikumpulkan di Jayapura sedangkan yang di Papua barat dikumpulkan di Manokwari.

Peserta dari Papua yang mengikuti tes sekitar 4.000 orang yang akan ditempatkan di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Peserta diminta untuk memilih 3 Universitas pilihan. Namun Penempatan Perguruan tinggi negeri adalah hak prerogatif Kemenristek Dikti.

Tahun ajaran 2017/2018 lalu, UNPAD menerima 9 orang mahasiswa afirmasi yang berasal dari Papua. Adapun mereka adalah :

  1. Feby. Berasal dari Kabupaten Merauke. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Hubungan Internasional (HI)
  2. Natasha. Berasal dari Kabupaten Sarmi Papua. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Ekonomi Pembangunan
  3. Kesi. Berasal dari Serui Papua. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Teknik Geologi
  4. Herlin. Berasal dari Kabupaten Nabire. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Biologi
  5. Riana. Berasal dari Kabupaten Manokwari. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Farmasi
  6. Anisa. Berasal dari Kabupaten Fak-fak. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Teknik Pertanian
  7. Cisa. Berasal dari Kabupaten Sarmi. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Ilmu Keperawatan
  8. Apria. Berasal dari suku Dani. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Ekomoni Manajemen
  9. Brusli. Berasal dari Kabupaten Intan Jaya. Di UNPAD, dia diterima di Jurusan Ekonomi Akuntansi

Mereka lah generasi penerus dari tanah Papua. Merekalah salah satu generasi milenial yang kelak akan memperbaiki Papua sesuai dengan bidangnya. Doa terbaik untuk seluruh anak-anak Papua yang sedang menuntut ilmu di tanah Jawa semoga bisa menjadi anak yang kuat dan bertanggungjawab.

Pages

Posts by category

My Templates

Ads

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*